
DAFTAR ISI
- Apa Itu Threonine?
- Studi tentang Threonine
- Peringatan sebelum Menggunakan Threonine
- Dosis Threonine
- Cara Menggunakan Threonine
- Efek Samping Threonine
- Interaksi Threonine
- Kontraindikasi Threonine
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Threonine?
Threonine merupakan salah satu jenis asam amino esensial, yaitu komponen kunci penyusun protein yang tidak dapat diproduksi secara mandiri oleh tubuh sehingga harus dipenuhi melalui asupan makanan atau suplemen.
Di dalam tubuh, threonine akan dimetabolisme menjadi glisin, sebuah zat kimia yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk membantu merelaksasi otot dan meredakan kontraksi otot yang tidak terkendali (spastisitas).
Dalam praktik medis, threonine sering digunakan sebagai terapi suportif bagi penderita gangguan saraf kronis seperti Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig, serta Multiple Sclerosis (MS).
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa hingga saat ini riset klinis masih terus dikembangkan dan diperlukan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memastikan efektivitas serta standar penggunaannya pada kondisi-kondisi tersebut.
- Golongan: Asam amino.
- Kategori: Suplemen.
- Manfaat: Digunakan untuk mengatasi gangguan otot tak terkendali.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak (dengan pengawasan medis).
- Threonine untuk ibu hamil: Keamanan penggunaan suplemen threonine dalam dosis tinggi pada ibu hamil belum diteliti secara memadai, sebaiknya hindari penggunaan kecuali atas saran dokter.
- Threonine untuk ibu menyusui: Belum tersedia data yang cukup mengenai efek suplemen threonine terhadap ASI, ibu disarankan untuk mencukupi kebutuhan dari asupan makanan alami.
- Bentuk obat: Tablet dan kapsul.
Studi Tentang Threonine
Studi yang dipublikasikan oleh Amino Acids (2025), menguji batas aman konsumsi suplemen L-threonine pada pria dewasa sehat dengan dosis yang bervariasi hingga 12 gram per hari selama empat minggu.
Hasilnya menunjukkan bahwa, konsumsi L-threonine hingga dosis maksimal (12 g/hari) secara umum aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh tanpa mengubah berat badan, asupan makan, ataupun tekanan darah secara signifikan.
Meskipun sempat muncul efek samping ringan hingga sedang secara acak, gejala-gejala tersebut hilang dengan sendirinya meski konsumsi suplemen tetap dilanjutkan.
Pemeriksaan darah hanya menunjukkan adanya peningkatan kadar asam amino tersebut di dalam plasma serta kenaikan kecil pada enzim tertentu yang dianggap tidak berbahaya.
Berdasarkan hasil ini, ditetapkan bahwa 12 gram per hari adalah ambang batas dosis yang tidak menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan pria dewasa.
Peringatan sebelum Menggunakan Threonine
Konsumsi suplemen threonine harus dilakukan dengan bijak untuk memastikan tidak terjadi ketidakseimbangan profil asam amino dalam tubuh.
Berikut adalah beberapa poin peringatan yang perlu diperhatikan:
- Beritahu dokter jika pasien memiliki riwayat gangguan fungsi hati atau ginjal berat sebelum mengonsumsi suplemen ini.
- Gunakan dengan hati-hati pada pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf pusat.
- Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis guna mencegah gangguan metabolisme asam amino lainnya.
Cari tahu lebih jauh mengenai Sistem Otot Manusia: Jenis, Cara Kerja, dan Fungsinya.
Dosis Threonine
Dosis yang diberikan sangat bergantung pada tujuan penggunaan dan kondisi klinis pasien secara individual.
Secara umum, Threonine diberikan untuk orang dewasa dengan dosis 1.5-2.5 gram per oral, tiga kali sehari hingga 8 minggu.
Cara Menggunakan Threonine
Penyerapan threonine dapat dipengaruhi oleh waktu konsumsi dan interaksi dengan nutrisi lain di dalam saluran cerna.
Berikut adalah instruksi penggunaannya:
- Suplemen ini dapat dikonsumsi bersama makanan atau segera setelah makan untuk mengurangi risiko rasa tidak nyaman pada perut.
- Kamu disarankan untuk mengonsumsi suplemen dengan kandungan Threonine secara konsisten pada jam yang sama setiap hari.
- Selalu ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai arahan dokter untuk mendapatkan hasil maksimal.
Kamu juga perlu memahami lebih dalam tentang Fungsi Otot Polos untuk Tubuh Manusia berikut ini.
Efek Samping Threonine
Sebagian besar pengguna tidak mengalami reaksi negatif yang serius, namun efek samping ringan tetap mungkin terjadi pada individu yang sensitif.
Efek samping umum dapat berupa sakit perut, sakit kepala, mual, dan ruam kulit.
Interaksi Threonine
Threonine dapat berinteraksi dengan obat-obatan Alzheimer (antagonis NMDA). Penggunaan secara bersamaan dapat memicu penurunan efek obat-obatan Alzheimer.
Kontraindikasi Threonine
Ada beberapa kondisi di mana penggunaan suplemen threonine harus dihindari sepenuhnya demi keamanan pasien.
- Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap threonine atau komponen tambahan dalam suplemen.
- Ibu hamil dan menyusui tanpa rekomendasi dokter.
- Penderita gangguan metabolisme asam amino bawaan tertentu.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!



