Awas, Keseringan Facial Wajah Bisa Merusak Kulit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
awas-keseringan-facial-wajah-bisa-merusak-kulit-halodoc

Halodoc, Jakarta – Facial wajah merupakan salah satu perawatan kecantikan yang sering dilakukan oleh banyak wanita. Selain menyegarkan dan membuat rileks, facial wajah juga bermanfaat untuk menghilangkan kotoran penyebab jerawat dan wajah kusam. Meski demikian, sebaiknya kamu jangan melakukan facial wajah terlalu sering, karena justru dapat merusak kulit. 

Dilansir dari laman The Health Site, seorang ahli kulit, dr Sejal Shah berpendapat bahwa orang yang masih berusia belia sebenarnya tidak membutuhkan facial wajah. Hal ini karena membersihkan wajah dengan benar setiap hari saja sudah dapat membuat wajah segar, sehat, dan berseri. 

Namun, bila ingin lebih maksimal, penentuan jarak facial tergantung pada usia. Kamu yang berusia 18–22 tahun sebaiknya melakukan facial wajah setiap 8–10 minggu sekali. Seiring bertambahnya usia, terutama bila sudah menginjak usia 30 tahun, facial wajah ada baiknya dilakukan setiap bulan. Sedangkan melakukan facial wajah 2–3 minggu sekali sudah dianggap berlebihan dan justru dapat menyebabkan masalah kulit seperti berikut:

  • Kulit Kemerahan dan Bernoda

Efek samping yang paling umum yang bisa terjadi pada wajah bila keseringan facial adalah kulit menjadi merah dan bernoda. Kondisi tersebut terjadi akibat tekanan dari pengelupasan kulit dan ekstraksi selama proses facial. Jadi, bayangkan saja apa jadinya bila kamu sering-sering melakukan facial wajah.

Baca juga: 7 Tips Mengurangi Bekas Merah di Wajah Sehabis Facial

  • Muncul Jaringan Parut dan Infeksi

Facial wajah juga berisiko merusak lapisan luar kulit kamu ketika ahli kecantikan berusaha menghilangkan kotoran dari pori-pori kulit dengan menggunakan alat atau jarinya. Ahli kecantikan yang tidak terampil dapat merusak kulit kamu dan membuatnya rentan terhadap infeksi. Pada kasus yang ekstrem, proses tersebut juga dapat menyebabkan jaringan parut. 

Sebenarnya melakukan facial wajah boleh-boleh saja, tetapi selalu pastikan bahwa ahli kecantikan yang menanganimu selalu mengenakan sarung tangan.

  • Kulit Menjadi Kering

Saat melakukan perawatan facial, dokter kecantikan akan mengelupas kulit lama kamu, sehingga lapisan kulit yang baru yang paling segar dapat muncul ke permukaan. Namun, bila pengelupasan kulit ini dilakukan secara teratur, maka kulit kamu lama-kelamaan akan menjadi kering dan terasa gatal. Jadi, gunakanlah pelembap setiap habis facial untuk membantu mengatasi kondisi wajah yang kering. 

Baca juga: 8 Tips Cantik Merawat Kulit Kering

  • Jerawat Semakin Banyak

Facial memang sering dilakukan oleh banyak wanita untuk menghilangkan jerawat. Namun, bila facial terlalu sering dilakukan, perawatan ini justru akan menyebabkan jerawat semakin banyak, bahkan bisa sampai meradang. Hal ini bisa terjadi akibat dari berbagai cara memecahkan jerawat pada wajah yang dilakukan oleh terapis di klinik kecantikan. Bila caranya salah, maka malah akan menimbulkan jerawat baru.

  • Membuat Wajah Jadi Berlubang dan Pori-pori Membesar

Facial wajah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo. Namun, bila dilakukan terlalu sering, perawatan kecantikan ini bisa menyebabkan wajah jadi berlubang dan pori-pori pada wajah membesar. Hal ini karena untuk menghilangkan komedo, kulit wajah kamu akan dipencet secara paksa. Jadi, alih-alih sering melakukan facial, kamu dianjurkan untuk rajin membersihkan wajah untuk mengontrol supaya komedo tidak muncul kembali. 

Baca juga: Lakukan Perawatan Wajah Ini untuk Cegah Penuaan Dini

Nah, itulah dampak pada kulit wajah bila kamu melakukan facial wajah terlalu sering. Bila mengalami masalah dengan kulit wajah, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk minta tips-tips kecantikan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
The Health Site. Diakses pada 2019. Here’s what happens when you get a facial done too often!