Ketahui Cara Penularan Gondongan pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Cara Penularan Gondongan pada Anak

Halodoc, Jakarta - Gondongan adalah infeksi virus yang dapat memengaruhi kelenjar penghasil air liur yang terletak di dekat telinga kamu. Gondong dapat menyebabkan pembengkakan di salah satu atau kedua kelenjar ini. Gondong adalah hal biasa di Amerika Serikat sampai vaksinasi gondok menjadi rutin. Sejak itu, jumlah kasus yang terjadi telah menurun secara dramatis.

Penyakit ini umumnya memengaruhi orang-orang yang tidak divaksinasi dan terjadi pada seseorang yang melakukan kontak dekat, seperti sekolah atau kampus. Komplikasi gondong, seperti gangguan pendengaran, berpotensi serius tetapi jarang terjadi. Tidak ada perawatan khusus untuk gondong. Pipi yang bengkak dan rahang yang bengkak adalah tanda-tanda seseorang mengalami gangguan tersebut.

Baca Juga: Penyebab Parotitis alias Gondongan

Penularan Gondongan pada Anak

Gondong adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Gangguan pada kelenjar tersebut dapat menyebar melalui kontak langsung dengan air liur atau tetesan pernapasan dari mulut, hidung, atau tenggorokan. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus melalui :

  • Melalui batuk, bersin, atau berbicara.

  • Berbagi pemakaian barang yang mengandung air liur, seperti botol air atau gelas.

  • Berpartisipasi dalam kegiatan kontak dekat dengan orang lain, seperti berolahraga, menari, atau berciuman.

  • Menyentuh benda atau permukaan dengan tangan yang tidak dicuci, kemudian disentuh oleh orang lain.

Seseorang yang terinfeksi kemungkinan dapat menyebarkan gondok dari beberapa hari sebelum kelenjar ludahnya mulai membengkak hingga lima hari setelah pembengkakan dimulai. Seseorang dengan gondok harus membatasi kontaknya dengan orang lain selama mengalami gangguan ini. Misalnya, tinggal di rumah dari sekolah dan tidak menghadiri acara sosial.

Baca Juga: Gondongan Bisa Sebabkan Kehilangan Pendengaran

Komplikasi Gondongan

Komplikasi gondong jarang terjadi pada seseorang, tetapi beberapa memiliki potensi yang serius yang menyebabkan hal yang berbahaya pada seseorang. Kebanyakan komplikasi gondong melibatkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:

  • Testis: Gondongan yang terjadi pada testis dikenal juga dengan orkitis, yang dapat menyebabkan satu atau kedua testis membengkak pada pria yang telah mencapai pubertas. Orkitis menyakitkan, tetapi jarang menyebabkan kemandulan.

  • Otak: Infeksi virus seperti gondong dapat menyebabkan radang otak atau ensefalitis. Gangguan tersebut dapat menyebabkan masalah neurologis dan mengancam jiwa.

  • Membran dan cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan yang disebut dengan meningitis ini dapat terjadi jika virus gondong menyebar melalui aliran darah kamu untuk menginfeksi sistem saraf pusat Anda.

  • Pankreas: Komplikasi gondongan juga dapat terjadi pada pankreas yang disebut dengan pankreatitis, termasuk rasa sakit di perut bagian atas, mual dan muntah.

Komplikasi gondok lainnya termasuk:

  • Gangguan pendengaran, yaitu kehilangan pendengaran dapat terjadi pada satu atau kedua telinga. Meski jarang terjadi, gangguan pendengaran terkadang permanen.

  • Masalah pada jantung juga dapat terjadi sebagai dampak dari komplikasi gondok. Walaupun jarang terjadi, gondong telah dikaitkan dengan detak jantung abnormal dan penyakit pada otot jantung.

  • Keguguran juga dapat terjadi sebagai dampak dari gondongan. Gondongan yang terjadi saat hamil, terutama di awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran.

Baca Juga: 7 Bahan Alami untuk Mengatasi Gondongan

Pencegahan Gondongan

Cara terbaik untuk mencegah gondong adalah dengan vaksinasi terhadap penyakit tersebut. Kebanyakan orang memiliki kekebalan terhadap gondong setelah sepenuhnya divaksinasi. Vaksin gondok biasanya diberikan sebagai inokulasi MMR, yang berisi bentuk paling aman dan paling efektif dari masing-masing vaksin. Dua dosis vaksin MMR direkomendasikan sebelum anak masuk sekolah.

Itulah cara penularan gondong pada anak yang dapat terjadi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!