Ketahui Infeksi TBC, Begini Tahapan Tes Mikrobiologi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Infeksi TBC, Begini Tahapan Tes Mikrobiologi

Halodoc, Jakarta - Tuberkulosis atau TB Paru adalah penyakit yang cukup menakutkan, sebab di Indonesia infeksi penyakit TBC adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang area paru-paru. Penyakit ini cukup menakutkan karena dapat menular dengan mudah. Penularannya bisa melalui dahak atau cairan liur dari mulut pengidap TBC yang berisi kuman M. tuberculosis. Bakteri ini bisa menyebar ke udara saat pengidap sedang batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau tertawa dan kemudian dihirup oleh orang lain. Sama seperti penyakit lain pada umumnya, TBC bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Gejala Infeksi Penyakit TBC

Penyakit TB Paru menyebabkan gejala umum seperti batuk yang berlangsung hingga dua minggu atau bahkan lebih dan kadang disertai dengan darah. Gejala lain yang biasa muncul dari tuberkulosis antara lain adalah:

Baca Juga: 10 Gejala Tuberkulosis yang Wajib Diketahui

  • Kelemahan atau kelelahan.

  • Penurunan berat badan.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Menggigil.

  • Demam.

  • Berkeringat di malam hari.

Diagnosis Infeksi Penyakit TBC dengan Tes Mikrobiologi

Infeksi penyakit TBC bisa sembuh total, asalkan pengidapnya disiplin menjalankan arahan dokter dan senantiasa menjaga pola hidup sehat. Selain itu, Tuberkulosis juga dapat dikatakan masuk dalam penyakit yang sulit untuk terdeteksi. Dokter biasanya menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:

  • Rontgen dada.

  • Tes Mantoux.

  • Tes darah.

  • Tes dahak.

Baca Juga: Kenali Kondisi Kesehatan Melalui Warna Dahak

Namun, bagi para peneliti beberapa langkah diagnosis di atas merupakan cara lama. Kini para peneliti menemukan cara yang lebih akurat dan lebih cepat dalam mendiagnosis apakah seseorang terserang infeksi TBC atau tidak. Alat uji TB ini cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh petugas laboratorium dengan pelatihan singkat.

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes ini hanya 15 menit yang meliputi mengambil sampel dahak, kemudian dicampurkan dengan zat kimia tertentu, lalu diletakkan dalam semacam tinta dan dimasukkan dalam mesin Cepheid Xpert MTB/RIF Cartridge yang didesain khusus untuk tes TB.

Mesin tersebut memperbesar contoh DNA dari sampel dahak pasien dan meneliti ada atau tidaknya gen bakteri. Seluruh proses ini hanya memakan waktu dua jam. Dengan menggunakan tes ini, sekitar 98 persen pengidap infeksi penyakit TBC berhasil dideteksi. Penemuan ini merupakan hal yang luar biasa, karena dengan diagnosis yang tepat maka pengidap diberi perawatan yang tepat untuk bisa sembuh sepenuhnya dari TBC.

Baca Juga: Cegah Tuberkulosis dengan Vaksinasi BCG

Tips Mencegah Penyakit TBC

Ada beberapa tips membantu menjaga dan mencegah penyakit TBC menular kepada teman dan keluarga dari infeksi kuman, antara lain:

  • Usahakan untuk selalu tinggal di rumah. Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk TB aktif.

  • Buka ventilasi ruangan. Kuman penyebab infeksi penyakit TBC menyebar lebih mudah dalam ruangan tertutup kecil ketika udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, buka jendela dan gunakan kipas untuk meniup udara dalam ruangan ke luar.

  • Selalu tutup mulut menggunakan masker. Kamu dapat menggunakan masker untuk menutup mulut kapan saja, dan ini merupakan langkah pencegahan TB secara efektif. Jangan lupa untuk mengganti dan membuang masker secara teratur.

  • Usahakan meludah pada tempat tertentu yang sudah diberikan desinfektan (air sabun).

  • Lakukan imunisasi BCG pada bayi berumur 3-14 bulan sebagai usaha pencegahan sejak dini.

  • Hindari udara dingin.

  • Usahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur.

  • Jemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama pagi hari untuk mencegah kuman melekat di area tersebut.

  • Semua barang yang digunakan pengidap harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain.

  • Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan tinggi protein.

Jika kamu ingin  menanyakan pada dokter terkait infeksi penyakit TBC atau masalah kesehatan lainnya, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan di mana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!