Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Koroner Akut

Halodoc, Jakarta – Aliran darah yang baik adalah hal yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan organ bekerja dengan maksimal. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pada aliran darah, termasuk aliran darah menuju jantung. Kondisi ini disebut dengan istilah sindrom koroner akut, yaitu sindrom yang terjadi ketika aliran darah menuju organ jantung berkurang secara tiba-tiba atau drastis. 

Sindrom koroner akut menyebabkan gejala berupa nyeri dada berat dan sangat mengganggu, mual, serta muntah. Nyeri yang muncul karena penyakit ini bisa menjalar hingga ke lengan kiri. Penyakit ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera mendapat penanganan medis. Lantas, apa sebenarnya penyebab sindrom koroner akut bisa terjadi? 

Baca juga: Begini Tanda Kamu Alami Sindrom Koroner Akut

Mengetahui Penyebab dan Cara Penanganan Sindrom Koroner Akut 

Aliran darah ke organ jantung yang berkurang secara tiba-tiba disebut dengan sindrom koroner akut, dan ditandai dengan gejala nyeri dada parah yang sangat mengganggu. Kondisi ini menyebabkan terganggunya fungsi organ jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung. Serangan jantung adalah bentuk lain dari sindrom ini, sebab kondisi itu terjadi karena penyumbatan yang signifikan pada arteri koroner alias pembuluh darah jantung.  

Pada umumnya, kondisi ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah yang bertugas memasok darah ke jantung. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, salah satunya aterosklerosis alias terbentuknya plak pada dinding dalam arteri. Plak yang terbentuk kemudian menyebabkan penyumbatan pada aliran darah. Plak biasanya terbentuk secara bertahap dalam beberapa tahun pada satu tempat atau lebih di arteri koroner. 

Baca juga: 7 Faktor Risiko Jantung Berdetak Sangat Cepat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan arteri koroner, mulai dari bekuan darah dari organ tubuh lain, komplikasi operasi jantung, peradangan pada arteri koroner, serta gangguan jantung lain yang bersifat langka. Selain itu, risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang berusia di atas 45 tahun, mengidap hipertensi alias tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, mengonsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, mengidap diabetes, riwayat penyakit jantung, serta kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. 

Cari tahu lebih lanjut apa saja risiko penyakit sindrom koroner akut dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan juga keluhan seputar masalah kesehatan dan dapatkan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play. 

Selain mengetahui apa saja faktor risiko, kamu juga perlu mengenali sejumlah gejala sindrom koroner akut. Gejala yang khas dari kondisi ini adalah nyeri yang parah di area dada. Pengidap penyakit ini mungkin akan merasakan tekanan berat pada dada, serta rasa nyeri yang bisa menjalar hingga ke rahang, lengan kiri, atau kedua lengan. Selain itu, penyakit ini juga sering memicu gejala berupa sesak napas, pusing, berkeringat, mual, gelisah, serta denyut jantung tidak beraturan. 

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Rasa sakit akibat kondisi ini sering menyerupai serangan angina normal, tetapi biasanya terasa lebih parah dan berlangsung lebih lama. Rasa sakit yang menyerang pengidap sindrom koroner akut biasanya berlangsung hingga lebih dari 15 menit atau bahkan bisa berjam-jam. Selain beberapa faktor yang sudah disebutkan, risiko penyakit ini juga meningkat pada lansia terutama yang memiliki penyakit diabetes. Namun perlu diwaspadai, sebab penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala saat menyerang lansia. 

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Acute Coronary Syndrome
Medscape (Diakses pada 2019). Acute Coronary Syndrome