Ketahui Risiko Kanker Serviks pada Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kanker serviks

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks merupakan pembunuh berbahaya bagi kaum wanita, penyakit ini juga kerap menyerang ibu yang tengah mengalami masa kehamilan. Kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan biasanya bisa terdeteksi lebih cepat, karena ibu hamil rutin mengunjungi dokter kandungan untuk melihat kondisi janinnya. Ini risiko kanker serviks yang terjadi pada masa kehamilan!

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Waspadai Gejala Kanker Serviks Ini

Kanker Serviks, Kanker yang Menyerang Sel Indung Telur

Kanker serviks memang salah satu kanker yang sering terjadi pada wanita, tetapi penyakit ini jarang sekali dialami oleh ibu yang sedang hamil. Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang sel indung telur di leher rahim.  Dalam banyak kasus, penyakit ini terkait dengan infeksi menular seksual.

Ibu Hamil Mengidap Kanker Serviks, Ini Gejalanya

Gejala dan tanda kanker serviks saat hamil sama dengan gejala pada wanita saat tidak sedang hamil. Penyakit ini tidak menimbulkan gejala hingga tumor terbentuk dan mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Gejala yang akan muncul meliputi:

  • Sering buang air kecil.
  • Perut mulas.
  • Berkurangnya nafsu makan.
  • Nyeri punggung.
  • Sembelit yang berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu.
  • Sering merasa kelelahan.
  • Nyeri pada perut bagian bawah.
  • Salah satu kaki membengkak.

Beberapa gejala tersebut bisa saja muncul pada ibu hamil pengidap kanker serviks. Banyak kaum wanita bahkan ibu hamil yang tidak menyadari adanya penyakit ini karena kurangnya pengetahuan terkait dengan gejala kanker rahim.

Baca juga: Perlukah Pemeriksaan Kanker Serviks Sebelum Menikah?

Risiko Kanker Serviks pada Masa Kehamilan

Kanker serviks merupakan salah satu pembunuh berbahaya bagi kaum wanita. Jika penyakit ini terjadi pada masa kehamilan, tentu akan menimbulkan beberapa risiko berbahaya, seperti:

  • Keguguran. Risiko ini merupakan hal yang paling menakutkan bagi calon ibu karena akan kehilangan buah hati yang selama ini dinanti. Kondisi ini terjadi karena kanker membuat janin dalam kandungan perlu diangkat karena alasan keselamatan nyawa sang ibu. Wanita yang mengidap kondisi ini memiliki kemungkinan tidak bisa mengandung.
  • Kelahiran prematur. Ini menjadi risiko utama jika ibu hamil mengidap kanker serviks. Risiko kelahiran prematur bisa membuat impian memiliki bayi yang lahir sehat menjadi sekadar angan-angan.
  • Hambatan pada proses perkembangan janin. Adanya infeksi virus yang terjadi pada rahim bisa saja memengaruhi perkembangan janin di dalamnya. Kondisi ini mengakibatkan adanya hambatan pada proses perkembangan janin dalam kandungan.
  • Hambatan pada proses persalinan. Selain memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan, adanya kanker serviks juga bisa menyebabkan gangguan pada proses persalinan. Karena adanya jaringan sel kanker, proses persalinan normal akan terkendala.
  • Adanya kemungkinan kanker menyebar ke janin. Kanker ini bukan jadi satu-satunya kanker yang bisa menyebar ke janin. Jika ibu hamil sedang dalam perawatan dokter, biasanya dokter akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan jika kanker tidak memengaruhi janin.

Baca juga: Penting untuk Wanita, Ini 4 Cara Mencegah Kanker Serviks

Ibu, begitu pentingnya untuk selalu memeriksakan kehamilan pada dokter agar terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa membahayakan janin. Jika ibu menemukan ada yang salah, lebih baik diskusikan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, ibu juga bisa membeli obat yang sedang dibutuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!