Ketahui Tahap Perkembangan Karsinoma Sel Skuamosa

Ketahui Tahap Perkembangan Karsinoma Sel Skuamosa

Halodoc, Jakarta - Karsinoma sel skuamosa (KSS) adalah kanker kulit dengan pengidapnya terbanyak kedua di dunia setelah melanoma maligna dan karsinoma sel basal. Karsinoma sel skuamosa menyerang sel skuamosa, yaitu sel yang membentuk lapisan tengah dan luar kulit. KSS umumnya menyerang area tubuh yang terpapar matahari, seperti  wajah, leher, tangan dan kaki. Ia juga dapat berkembang ke beberapa bagian tubuh lain seperti tulang dan kelenjar getah bening. Penyakit ini memerlukan penanganan yang serius karena memicu komplikasi yang serius.

Kanker ini muncul karena paparan radiasi dari sinar ultraviolet (UV). Sinar ini dihasilkan secara alami oleh matahari. Maka dari itu, pasien umumnya adalah orang-orang yang terkena paparan sinar matahari sepanjang hari, diikuti dengan orang-orang yang tinggal di daerah dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Kebanyakan pasien adalah orang-orang yang bekerja di daerah perkebunan, pertanian, di laut, atau yang memiliki risiko paparan tinggi sinar UV.

Baca Juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Penyebab dan Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel skuamosa diduga terjadi karena mutasi atau perubahan DNA, yang memicu sel skuamosa pada kulit tumbuh tidak terkendali. Mutasi DNA ini dipicu oleh radiasi sinar ultraviolet, seperti paparan sinar matahari langsung atau tindakan untuk menggelapkan kulit dengan sinar UV (tanning kulit).

Gejala awalnya adalah muncul benjolan atau bercak kemerahan pada kulit, lalu muncul juga sisik pada kulit. Gejala ini terjadi pada area kulit kepala, telinga, atau bibir. Namun demikian, gejala juga bisa muncul di bagian tubuh mana pun, seperti di dalam mulut, pada kelamin atau anus. Seiring waktu, timbul benjolan kecil yang bisa mengeras atau berdarah. Di mulut, gejala yang muncul berupa luka pada mulut atau bercak putih. Dalam beberapa kasus, benjolan muncul di lesi kulit yang sudah ada, misalnya pada tahi lalat atau di tanda lahir.

Tahap Perkembangan Karsinoma Sel Skuamosa

Perkembangan karsinoma sel skuamosa terbagi dalam beberapa tahap, antara lain:

  • Stadium 0 – tumor akan berukuran sangat kecil dan belum menyebar.
  • Stadium 1 – tumor berukuran 2 cm atau kurang, namun belum menyebar.
  • Stadium 2 – tumor berukuran 2 cm atau lebih dari 5 cm, namun belum menyebar.
  • Stadium 3 – tumor sudah menembus ke lapisan bawah kulit, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening yang berdekatan.
  • Stadium 4 – tumor sudah menyebar ke lebih kelenjar getah bening atau bahkan organ lain.

Baca Juga: Bukan Panu, Ini 5 Penyebab Bercak Putih pada Kulit

Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Cara untuk mengatasi penyakit ini, terdapat pilihan pengobatan yang dilakukan. Dokter melakukan pengobatan tergantung pada kondisi pasien, usia, ukuran, dan tingkat keparahan penyakit ini. Beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Kulit yang terkena kanker dipotong dan dijahit.
  • Electrodesiccation and curettage (ED&C). Tumor dihilangkan dengan cara dikuret, kemudian lapisan dasar kanker dibakar dengan jarum elektrik.
  • Kuret dan cryotherapy. Prosedurnya sama seperti ED&C, namun setelah berhasil dikuret, area biopsi dibekukan dengan nitrogen cair.
  • Cryosurgery, yaitu prosedur pembekuan sel-sel kanker menggunakan nitrogen cair.
  • Terapi sinar laser untuk menghancurkan sel kanker.
  • Operasi Mohs, yaitu pengangkatan kanker selapis demi selapis yang kemudian diteliti di bawah mikroskop. Umumnya digunakan pada kanker di bagian wajah, seperti hidung atau telinga.
  • Radioterapi. Prosedur ini dilakukan jika kanker menyebar ke organ lain dan ke kelenjar getah bening, atau jika kanker tidak bisa ditangani dengan bedah.
  • Kemoterapi dengan obat oles yang mengandung imiquimod atau 5-fluorouracil.
  • Photodynamic therapy (PDT). Pada prosedur ini, sel-sel kanker dihancurkan menggunakan sinar khusus.

Pencegahan Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit perlu ditangani dengan tepat agar tidak menyebar. Pada tahap stadium lanjut, angka harapan hidup selama 5 tahun sangat rendah, yaitu 25-45 persen. Tingkat keganasan kanker ini tergantung pada lokasi kanker, diameter dari kanker, kedalaman perlekatan dari kanker tersebut, dan apakah kanker ini menyebar jauh ke organ-organ tubuh lain. Parahnya, penyakit ini bisa kambuh meski telah diobati.

Oleh karena itu, penting melakukan pencegahan supaya penyakit ini tidak muncul. Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya saat hendak keluar rumah.
  • Gunakan pakaian panjang yang dapat menutupi seluruh kulit agar terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Hindari penggunaan mesin tanning atau mesin penghitam kulit karena bisa meningkatkan risiko.

Baca Juga: 4 Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

Bila muncul gejala-gejala mencurigakan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosis yang tepat. Kamu bisa membicarakan masalah seputar kulit dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!