30 November 2018

Ketahui Tanda Kalau Pria Sudah Kekurangan Testosteron

Ketahui Tanda Kalau Pria Sudah Kekurangan Testosteron

Halodoc, Jakarta – Testosteron adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh pria. Testosteron memengaruhi penampilan pria dan perkembangan seksualnya termasuk merangsang produksi sperma serta dorongan seks pria. Selain terkait fungsi seksual, testosteron juga membantu membangun otot dan massa tulang.

Produksi testosteron biasanya menurun seiring bertambahnya usia. Menurut American Urological Association, sekitar 2 dari 10 pria berusia 60 tahun ke atas memiliki kadar testosteron rendah.

Selain faktor usia yang bertambah, pria dapat mengalami berbagai gejala penurunan testosteron. Testosteron rendah didiagnosis ketika kadarnya di bawah 300 nanogram per desiliter (ng/dL). Kisaran normal biasanya 300—1000 ng / dL.

Tanda-tanda pria kekurangan testosteron rendah seringkali tidak begitu kentara. Namun kamu bisa mengetahuinya dari beberapa hal berikut ini:

  1. Dorongan seks rendah

Testosteron memainkan peran kunci dalam libido (dorongan seksual) pada pria. Beberapa pria mungkin mengalami penurunan dorongan seks saat mereka bertambah tua. Namun, seseorang dengan kadar testosterone rendah kemungkinan akan mengalami penurunan libido yang lebih drastis.

  1. Kesulitan dengan ereksi

Selain menstimulus dorongan seks pria, testosteron juga membantu mencapai dan mempertahankan ereksi. Testosteron sendiri tidak menyebabkan ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak untuk menghasilkan oksida nitrat. Oksida nitrat adalah molekul yang membantu memicu serangkaian reaksi kimia yang diperlukan agar ereksi terjadi. Ketika kadar testosteron terlalu rendah, seorang pria mungkin mengalami kesulitan mencapai ereksi sebelum berhubungan seks atau ereksi spontan.

Namun, testosteron hanyalah salah satu dari banyak faktor yang membantu untuk terjadi ereksi. Sering kali, masalah kesehatan lainnya berperan dalam kesulitan ereksi. Ini dapat termasuk:

  • Diabetes

  • Masalah tiroid

  • Tekanan darah tinggi

  • Kolesterol tinggi

  • Merokok

  • Penggunaan alkohol

  • Depresi

  • Mengalami kegelisahan

  1. Volume air mani rendah

Testosteron berperan dalam produksi air mani yang membantu dalam motilitas sperma. Pria dengan testosteron rendah akan sering melihat penurunan volume air mani mereka selama ejakulasi.

  1. Kerontokan rambut

Testosteron memainkan peran dalam beberapa fungsi tubuh, termasuk produksi rambut. Botak adalah bagian alami dari penuaan bagi banyak pria. Meskipun ada komponen warisan untuk botak, pria kadar testosteron rendah dapat mengalami kehilangan rambut tubuh dan wajah juga.

  1. Kelelahan

Pria dengan testosteron rendah akan mengalami kelelahan ekstrim dan penurunan tingkat energi. Kamu mungkin memiliki kadar testosteron rendah jika kerap merasa lelah sepanjang waktu, meskipun banyak tidur atau bila merasa sulit termotivasi untuk berolahraga.

  1. Kehilangan massa otot

Oleh karena testosteron memainkan peran dalam membangun otot, maka pria dengan testosteron rendah mungkin mengalami penurunan massa otot. Penelitian menunjukkan bahwa testosteron memengaruhi massa otot, tetapi tidak selalu terkait kekuatan atau fungsinya.

  1. Menambah lemak tubuh

Pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami peningkatan lemak tubuh. Secara khusus, mereka kadang-kadang mengembangkan ginekomastia atau jaringan payudara membesar. Efek ini diyakini terjadi karena ketidakseimbangan antara testosteron dan estrogen pada pria.

  1. Menurunnya massa tulang

Osteoporosis atau penipisan massa tulang adalah kondisi yang sering dikaitkan dengan wanita. Namun, pria dengan testosteron rendah juga bisa mengalami pengeroposan tulang. Testosteron membantu memproduksi dan memperkuat tulang. Jadi, pria dengan kadar testosteron rendah, terutama pria yang lebih tua memiliki volume tulang yang lebih rendah dan lebih rentan terhadap patah tulang.

  1. Suasana hati cepat berubah

Kekurangan testosteron juga terkait dengan perubahan suasana hati. Oleh karena testosteron memengaruhi banyak proses fisik dalam tubuh, selain itu juga dapat mempengaruhi suasana hati dan kapasitas mental. Penelitian menunjukkan bahwa pria dengan testosteron rendah lebih mungkin menghadapi depresi, iritabilitas, ataupun kurangnya fokus.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tanda ataupun gejala yang mengiringi bila pria kekurangan testosteron, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: