19 February 2019

Ketahui Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Varises Esofagus

Ketahui Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Varises Esofagus

Halodoc, Jakarta – Varises esofagus adalah pembesaran abnormal pada vena yang terletak di kerongkongan. Penyakit ini disebabkan karena aliran darah ke hati terhambat, sehingga tekanan darah di vena porta meningkat dan darah menumpuk di esofagus. Akibatnya, timbul varises di esofagus yang berbahaya apabila pecah.

Baca Juga: Kebiasaan yang Ternyata Menjadi Pemicu Terkena Varises Esofagus

Varises esofagus jarang menimbulkan gejala. Namun saat pembuluh darah pecah atau terjadi perdarahan, timbul gejala berupa sakit perut, muntah darah, feses berwarna hitam dan disertai darah (melena), sakit kepala, penurunan kesadaran, sakit kuning, mudah memar, serta adanya penumpukan cairan dalam perut (asites).

Komplikasi Varises Esofagus yang Perlu Diwaspadai

Varises esofagus meningkatkan risiko penyakit tukak lambung, tukak duodenum, esofagitis, HIV/AIDS, diabetes, dan kanker esofagus. Selain itu, berikut komplikasi varises esofagus yang perlu diwaspadai:

1. Perdarahan Gastrointestinal

Perdarahan gastrointestinal menggambarkan perdarahan yang terjadi di saluran cerna bagian atas (seperti esofagus, lambung, duodenum) dan saluran cerna bagian bawah (seperti usus halus, usus besar, dan anus). Komplikasi ini terjadi jika varises esofagus pecah dan menyebabkan perdarahan. Gejalanya berupa muntah darah, feses berwarna gelap dan bertekstur lembek, perdarahan pada dubur, nyeri dada, nyeri perut, sesak napas, sakit kepala, dan kehilangan kesadaran.

2. Ulkus Peptikum

Disebut juga tukak lambung. Penyakit ini disebabkan karena adanya luka pada lapisan mukosa duodenum dan lambung. Pada kasus yang jarang terjadi, ulkus esofagus bisa terjadi akibat komplikasi varises esofagus. Gejalanya berupa nyeri kerongkongan, sulit menelan, penurunan nafsu makan, mual, dan gangguan pencernaan.

Baca Juga: 4 Makanan Sehat yang Aman Dikonsumsi Pengidap Varises Esofagus

3. Penyakit Striktur Esofagus

Varises esofagus bisa membentuk jaringan parut yang menyebabkan penyempitan esofagus. Kondisi ini disebut striktur esofagus. Komplikasi ini ditandai naiknya asam lambung, mulut terasa pahit atau asam, sulit menelan, sendawa atau cegukan, dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

4. Kanker Esofagus

Kanker esofagus bisa terjadi akibat komplikasi varises esofagus. Kanker jenis ini terjadi akibat pertumbuhan abnormal jaringan epitel pada esofagus. Gejalanya berupa sulit menelan, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, nyeri dada, gangguan pencernaan, mual, muntah, serta batuk dan suara serak.

5. Kerongkongan Pecah

Kerongkongan pecah disebut sindrom Boerhaave. Komplikasi ini terjadi akibat muntah yang dipaksakan, cedera akibat paparan bahan kimia, dan trauma yang terjadi pada esofagus.

6. Ulkus Pecah

Kebanyakan orang tidak menyadari keberadaan ulkus, apalagi jika terdapat di dalam saluran cerna seperti esofagus. Ulkus menjadi berbahaya jika melubangi usus dan terjadi pendarahan hebat. Gejalanya berupa nyeri perut, sensasi panas di tenggorokan, mual, dan muntah. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam nyawa.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Penyakit Varises Esofagus Sejak Dini

Itulah komplikasi varises esofagus yang perlu diwaspadai. Kalau kamu sering mengalami muntah atau BAB berdarah, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab pastinya. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!