10 April 2019

Laki-Laki Rentan Alami Amiloidosis, Benarkah?

Laki-Laki Rentan Alami Amiloidosis, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Protein merupakan salah satu zat yang diperlukan tubuh. Namun pada amiloidosis, protein bernama amiloid yang menumpuk pada jaringan dan organ tubuh dapat membuat kinerja tubuh terpengaruh. Kondisi ini bahkan digolongkan sebagai masalah kesehatan yang cukup serius dan bisa menyebabkan gagalnya organ. Benarkah amiloidosis rentan dialami laki-laki?

Sebenarnya tidak juga. Amiloidosis dapat dialami oleh siapa saja, baik laki-laki ataupun perempuan. Hanya saja, penyakit ini terdiri atas beberapa jenis, dan salah satu jenisnya umum terjadi pada laki-laki dewasa, yaitu amiloidosis sistemik. Amiloidosis jenis ini terjadi ketika protein transthyretin (TTR) dalam jantung dan jaringan lain mengalami penumpukan.

Baca juga: Awas, Ini 4 Hal yang Bisa Sebabkan Amiloidosis

Selain amiloidosis sistemik yang umum diidap laki-laki, beberapa jenis amiloidosis lainnya adalah:

1. Amiloidosis Primer (Sistemik AL)

Amiloidosis ini terjadi tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya dan hanya terlihat pada orang yang mengidap multiple myeloma. Amiloidosis ini menjadi jenis paling umum dari amiloidosis. Sistemik dalam amiloidosis ini memiliki arti berpengaruh pada seluruh tubuh seperti usus, jantung, hati, ginjal dan juga saraf tertentu. Sedangkan AL merupakan singkatan yang jika diartikan menjadi amiloid rantai ringan yang merupakan jenis protein penyebab amiloidosis tersebut.

2. Amiloidosis Sekunder (Sistemik AA)

Amiloidosis ini terjadi karena penyakit radang kronis lainnya yakni lupus, rheumatoid arthritis, TBC, jenis kanker tertentu dan juga penyakit radang usus seperti crohn dan kolitis ulseratif. Jenis amiloidosis ini juga akan berpengaruh pada organ lainnya seperti hati, ginjal, kelenjar adrenal dan juga kelenjar getah bening. AA dalam jenis amiloidosis ini memiliki arti protein amiloid A yang menjadi penyebab amiloidosis tersebut.

3. Amiloidosis Terkait Dialisis (DRA)

Amiloidosis jenis ini biasanya terjadi pada orang dewasa yang disebabkan karena endapan beta-2 microglobulin di dalam darah. Penyimpanannya sendiri bisa terjadi pada jaringan yang berbeda-beda, akan tetapi paling sering terjadi pada bagian sendi, tulang dan juga tendon.

Baca juga: Harus Tahu, 6 Gejala dari Amiloidosis Alias Kelebihan Protein

4. Amiloidosis Keturunan (AF)

Ini merupakan jenis amiloidosis yang jarang terjadi karena keturunan dari keluarga. Penyakit ini bisa terjadi karena protein amiloid transthyretin yang tidak normal yang diproduksi pada organ hati. Protein tersebut yang bertanggung jawab dari penyakit amiloidosis ini secara umum.

5. Amiloidosis Spesifik Organ

Amiloidosis jenis ini terjadi karena penumpukkan protein amiloid di organ tunggal termasuk kulit, yang dinamakan amiloidosis kulit.

6. Amiloidosis Ginjal

Ginjal yang bertugas untuk menyaring limbah serta racun dari darah akan terhambat karena deposito amiloidosis. Apabila ginjal tidak bisa bekerja dengan optimal, air serta racun yang berbahaya akan menumpuk pada tubuh. Amiloidosis ginjal ini juga akan menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Pembengkakan pada kaki.
  • Pembengkakan di sekitar area mata.
  • Kadar protein pada urine menjadi tinggi atau proteinuria.

7. Amiloidosis Gastrointestinal

Amiloidosis yang menyerang gastrointestinal atau GI akan memperlambat kontraksi pada otot usus atau peristaltik untuk mendorong makanan yang ada di usus. Apabila amiloidosis ini terjadi pada pencernaan, gejala yang ditimbulkan adalah:

  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Diare.
  • Berat badan yang mengalami penurunan.
  • Amiloidosis hati.
  • Terjadi pembesaran hati.
  • Penumpukkan cairan di dalam tubuh.
  • Fungsi organ hati yang abnormal

8. Amiloidosis Neuropati

Ini merupakan kondisi tertimbunnya amiloid yang bisa menyebabkan kerusakan pada saraf tepi atau saraf perifer yang merupakan saraf di bagian luar otak serta sistem tulang belakang. Saraf perifer ini nantinya akan memberikan informasi dari tulang belakang atau sistem saraf pusat dengan tubuh seperti contohnya saraf tepi yang mengantarkan sensasi sakit pada otak, jari yang tersulut api dan sebagainya. Apabila amiloidosis berpengaruh pada saraf maka penderita akan mengalami gejala seperti:

  • Keringat berlebih.
  • Sulit mengendalikan buang air besar dan air kecil.
  • Memiliki masalah keseimbangan.
  • Sensasi melayang pada saat berdiri.
  • Tekanan darah yang tidak dapat di kontrol.

Baca juga: Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Diagnosis Amiloidosis

Adakah Komplikasi yang Mengintai?

Saat seseorang mengidap amiloidosis, akan ada risiko komplikasi, seperti:

  • Ginjal tidak bisa menyaring limbah serta sisa zat secara optimal dan akan terjadi gagal ginjal.
  • Terjadi masalah jantung seperti aliran darah ke seluruh tubuh akan terhambat dan bisa menimbulkan masalah pernapasan. Amiloidosis yang menumpuk juga akan mengakibatkan serangan jantung sampai gagal jantung.
  • Mati rasa dan kehilangan sensitivitas rangsangan di beberapa bagian tubuh seperti kaki, tangan, sistem saraf terutama bagian tulang belakang.

Itulah sedikit penjelasan tentang amiloidosis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!