Lambung Perih Saat Puasa, Tanda Maag Kambuh?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Lambung Perih Saat Puasa, Tanda Maag Kambuh?

Halodoc, Jakarta - Salah satu hal yang berubah ketika kamu menjalankan ibadah puasa adalah waktu dan pola makan. Sebelumnya, kamu makan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu di waktu pagi, siang, dan malam hari. Namun, ketika berpuasa, kamu hanya makan sebanyak dua kali, di waktu yang sangat pagi, dan ketika petang.

Ini artinya, tubuh harus beradaptasi, dan dapat terjadi beberapa masalah kesehatan yang muncul, salah satunya adalah lambung terasa perih. Namun, benarkah lambung perih saat puasa pertanda bahwa maag kambuh? Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit maag? Supaya tidak salah informasi, simak dulu ulasan berikut ini.

Mengapa Lambung Perih Saat Puasa?

Perut yang berada dalam keadaan kosong dalam jangka waktu lama adalah penyebab utama lambung terasa perih ketika kamu sedang menjalankan ibadah puasa. Padahal, semua organ pencernaan, termasuk lambung lebih banyak beristirahat dalam waktu tersebut. Lantas, mengapa lambung terasa perih?

Baca juga: 3 Tips Agar Perut Enggak Mual Saat Puasa

Hampir semua organ, termasuk organ pencernaan menurunkan beban kerja dan aktivitasnya ketika tubuh berpuasa, begitu juga dengan lambung. Seharusnya organ satu ini mengalami penurunan produksi asam lambung. Tetapi, setelah jeda antara 6 hingga 8 jam dari waktu ketika perut kamu kosong, produksi asam lambung mengalami peningkatan yang dibarengi dengan penurunan pH.

Terjadinya peningkatan asam lambung ini dipicu oleh kadar gula dalam darah yang turut mengalami penurunan, dan hal ini akan membuat kamu merasa lapar, terutama ketika waktu makan siang tiba. Siang hari adalah waktu ketika asam lambung berada di posisi peningkatan tertingginya. Ini menjadi kekhawatiran utama bagi pengidap maag yang sedang berpuasa.

Namun, bukan berarti maag kambuh ketika lambung perih saat puasa. Hal ini bisa saja terjadi karena pada waktu siang hingga menjelang waktu berbuka, indera di dalam tubuh kamu akan menjadi lebih aktif daripada biasanya. Otak akan kamu gunakan untuk memikirkan menu buka puasa apa yang akan kamu santap nanti. Kondisi inilah yang memicu lambung memproduksi asam lebih banyak yang membuat kamu mengalami sakit perut, meski kamu bukan pengidap maag.

Baca juga: Tidur Habis Sahur Bikin Perut Sakit, Kok Bisa?

Puasa Aman untuk Pengidap Maag

Seharusnya, puasa tidak menjadi pantangan untuk para pengidap maag. Terlebih dengan manfaat puasa untuk kesehatan yang akan kamu dapatkan jika menjalaninya, meski kamu memiliki riwayat sakit maag. Hanya saja, ada aturan khusus untuk para pengidap maag supaya puasa yang dijalani lebih aman dan lancar dari gangguan maag kambuh.

Seperti misalnya, anjuran makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi dan wajib dihindari. Makanan berlemak, gorengan, makanan siap saji, makanan asam dan pedas harus dikurangi. Begitu pula dengan minuman bersoda dan kafein supaya maag tidak kambuh dan puasa bisa lancar tanpa kendala.

Kamu yang memiliki riwayat sakit maag memiliki kewajiban konsumsi obat maag agar produksi asam lambung tetap stabil. Aturan minum obat ini akan berubah seiring dengan puasa yang dijalani, dan ini perlu kamu tanyakan kembali pada dokter, tidak boleh asal menentukannya sendiri. Perlu diingat juga, hindari stres ketika bekerja di jam-jam puasa.

Baca juga: 4 Cara Atasi Perut Melilit Saat Puasa

Kalau kamu tidak sempat pergi ke klinik atau rumah sakit, tidak perlu khawatir. Kamu tetap bisa bertanya pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasi ini di Play Store maupun App Store. Melalui aplikasi Halodoc, hidup sehat menjadi lebih mudah dan kamu bisa menjalani puasa tanpa takut terjadi gangguan kesehatan.