31 January 2018

Lelah Hati, Atasi KDRT dengan Cara Ini

Lelah Hati, Atasi KDRT dengan Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Kekerasan di dalam rumah tangga atau KDRT belakangan ini semakin sering terjadi. Kebanyakan para istri lah yang menjadi korbannya, dan anak-anak pun akan ikut terkena dampaknya. KDRT merupakan masalah serius yang tidak hanya dapat membahayakan keselamatan, tapi juga memperburuk kesehatan mental korbannya. Atasi KDRT dengan cara-cara ini.

Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Menurut Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan, terdapat 24.548 kasus kekerasan terhadap istri yang berakhir dengan perceraian pada tahun 2017. Bentuk kekerasan yang diterima korban pun terbagi dalam dua jenis, yaitu kekerasan fisik yang juga meliputi kekerasan seksual, dan kekerasan emosional.  Akibatnya, korban pun tidak hanya terluka secara fisik, tapi juga secara mental. Secara fisik, korban KDRT bisa mengalami cedera yang serius, cacat, bahkan hingga kehilangan nyawa. Sedangkan dampak psikis yang bisa dialami oleh korban KDRT adalah trauma, mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, depresi, psikosomatis, insomnia, hingga gangguan jiwa. Tidak hanya para istri yang biasanya menjadi korban langsung dari KDRT, tapi anak-anak yang menyaksikan kekerasan yang terjadi pun bisa ikut terkena dampaknya. Jika kamu termasuk salah satu korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, jangan takut, berikut cara-cara untuk mengatasinya:

1. Sikapi Perilaku Kejamnya Dengan Tegas

Cara pertama yang bisa kamu lakukan ketika pasangan mulai menunjukkan perilaku atau perkataan yang kasar adalah minta ia untuk menghentikan tindakannya tersebut dengan sikap yang tegas. Bahkan kamu berhak menuntut permintaan maaf darinya. Hindari mentolerir kekerasannya dengan membiarkannya saja dan tidak melakukan apa-apa. Ingat, bahwa kamu layak untuk diperlakukan secara terhormat. Jika ia masih meneruskan kekerasannya, jangan takut juga untuk melakukan pertahanan diri atau bahkan perlawanan.  

2. Minta Bantuan Dari Tenaga Ahli

Jika baik kamu maupun pasangan masih sama-sama ingin mempertahankan pernikahan, maka kamu bisa membicarakan masalah rumah tangga ini kepada psikolog, pemuka agama, atau konselor pernikahan untuk mencari jalan keluarnya. Mungkin kamu dan pasangan bisa dengan jujur dan terbuka membicarakan tentang masalah yang seringkali muncul dan memicu pertengkaran kepada tenaga ahli tersebut. Dengan demikian, psikolog atau pemuka agamapun dapat mencoba untuk memberikan solusinya. Minta juga pasangan untuk menjalani terapi perilaku secara rutin untuk memperbaiki sikap kasarnya.  

3. Minta Dukungan dari Keluarga dan Sahabat

Jangan menanggung masalah dalam rumah tangga ini sendirian. Ceritakan bentuk kekerasan yang sering kamu terima dari pasangan kepada keluarga dan sahabat terdekat yang bisa kamu percayai. Bercerita kepada orang-orang terdekat dapat menjadi cara untuk membantu meringankan rasa sedihmu, sehingga kamu terhindar dari stress. Selain itu, anggota keluarga dan sahabat terdekat pun dapat ikut mencarikan solusi bahkan ikut menolongmu agar kamu tetap aman.

4. Rencanakan Tindakan Keselamatan

Jika tindakan kekerasan dari pasangan terus berlangsung, bahkan semakin bertambah parah, segera rencanakan tindakan keselamatan berikut:

  • Hubungi Komisi Perlindungan Perempuan atau Yayasan Perempuan untuk meminta pertolongan.
  • Kumpulkan semua bukti kekerasan fisik, seperti hasil visum, catatan tanggal peristiwa kekerasan tersebut terjadi, dan jika bisa rekaman suara atau video dari tindakan kekerasannya.
  • Jika tindakan kekerasannya dapat mengancam nyawa, kemasi barang-barangmu dan semua barang berharga, seperti surat-surat penting dan bawa anak-anak untuk meninggalkan rumah dan berlindung sementara di tempat keluarga.
  • Lapor polisi untuk mendapatkan perlindungan secara hokum dan agar tindakan kekerasan pasangan bisa ditindaklanjuti .

5. Tinggalkan Dirinya

Pikirkan kelanjutan rumah tanggamu dan pasangan selanjutnya. Yang menjadi pertimbangan utama adalah keselamatan jiwa dan mental kamu dan anak-anak. Jika memang tidak ada kemungkinan lagi untuk mempertahankan rumah tangga, maka meninggalkan dirinya bisa menjadi keputusan yang paling tepat.

Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk membicarakan masalah kesehatan atau psikologi yang kamu alami. Tanyakan atau bicarakan kondisi kesehatanmu kepada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jika kamu ingin melakukan cek kesehatan, seperti kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, tidak usah keluar rumah. Kamu bisa melakukannya melalui aplikasi Halodoc. Caranya sangat praktis, kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Halodoc juga memudahkanmu membeli vitamin atau produk kesehatan yang kamu butuhkan. Tinggal order melalui Halodoc dan pesananmu akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.