• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Atasi KDRT dengan Langkah yang Tepat

Atasi KDRT dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Kekerasan dalam rumah tangga, atau yang lebih dikenal dengan KDRT semakin marak terjadi belakangan ini. Sejauh ini, posisi yang paling dirugikan dalam KDRT adalah istri dan anak-anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah serius yang tidak hanya dapat membahayakan nyawa, tapi juga memperburuk kesehatan mental si korban.

Baca juga: Kepribadian Ganda Bisa Muncul pada Anak Korban KDRT?

Tingginya jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia menandakan jika peranan kepala rumah tangga yang diemban seorang laki-laki untuk melindungi keluarga, justru disalahgunakan. Bentuk kekerasan yang diterima para korban KDRT terbagi dalam dua jenis, yaitu kekerasan fisik yang meliputi kekerasan seksual, serta kekerasan emosional. 

Hal tersebut berarti, korban KDRT tidak hanya terluka secara fisik, tapi juga secara mental. Secara fisik, korban bisa mengalami cedera yang serius, cacat, bahkan kehilangan nyawa. Sedangkan dampak psikis yang terjadi adalah trauma, mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, depresi, psikosomatis, insomnia, hingga gangguan jiwa.

Tidak hanya para istri yang biasanya menjadi korban langsung dari KDRT, tapi anak-anak yang menyaksikan kekerasan yang terjadi. Perlu tenaga ekstra untuk mengatasi KDRT, apalagi jika kondisi ini telah berlangsung lama. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan oleh korban:

Baca juga: Kenapa Pelaku KDRT Lebih Sering Laki-laki?

Menyikapi dengan Tegas

Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi KDRT adalah menyikapinya dengan tegas. Apalagi, jika pasangan mulai menunjukkan perilaku atau perkataan yang kasar. Jika hal ini terjadi, kamu dapat menyuruhnya berhenti dengan sikap yang tegas. Kamu juga berhak menuntut pasangan untuk meminta maaf.

Jangan pernah sekalipun mentolerir kekerasan dalam rumah tangga dengan membiarkannya saja dan tidak melakukan apa-apa. Ingat, kamu adalah pasangannya yang layak untuk diperlakukan secara terhormat. Jika telah menyikapinya dengan tegas dan tidak berhasil, jangan pernah takut untuk melakukan pertahanan diri dengan melawan. 

Minta Bantuan dari Tenaga Ahli

Langkah mengatasi KDRT selanjutnya dapat kamu lakukan dengan meminta bantuan ahli. Hal ini dapat dilakukan jika kamu maupun pasangan masih sama-sama ingin mempertahankan pernikahan. Bicarakan masalah rumah tanggamu kepada psikolog di rumah sakit terdekat. Selain psikolog, kamu dapat menemui konselor pernikahan untuk mencari jalan keluar terbaik. 

Dengan meminta bantuan ahli, kamu dan pasangan dapat dengan leluasa membicarakan masalah yang sering kali muncul dan menjadi memicu pertengkaran hebat. Untuk memperbaiki sikap kasar pasangan, disarankan untuk menjalani terapi perilaku secara rutin.

Baca juga: Awas, Inilah Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan

Minta Dukungan dari Keluarga dan Sahabat

Jangan menanggung masalah dalam rumah tangga ini sendirian, apalagi berkaitan dengan KDRT. Ceritakan bentuk kekerasan yang sering kamu terima dari pasangan pada keluarga atau sahabat terdekat yang bisa kamu percayai.

Bercerita akan membantu meringankan rasa sedihmu, sehingga kamu terhindar dari stres. Anggota keluarga dan sahabat terdekat yang telah mengetahui kondisimu dapat ikut mencarikan solusi, bahkan ikut menolongmu agar kamu tetap merasa aman.

Rencanakan Tindakan Keselamatan

Jika sudah melakukan tindakan preventif yang telah disebutkan, tapi kekerasan dalam rumah tangga masih berlangsung, bahkan semakin bertambah parah, segera rencanakan tindakan keselamatan berikut:

  • Hubungi Komisi Perlindungan Perempuan untuk meminta pertolongan.

  • Kumpulkan semua bukti kekerasan fisik, seperti hasil visum, catatan tanggal peristiwa kekerasan, serta rekaman suara atau video.

  • Jika KDRT telah mengancam nyawa, kemasi barang-barang berharga milikmu, kemudian bawa anak-anak untuk meninggalkan rumah.

  • Lapor polisi untuk mendapatkan perlindungan secara hukum.

Pikirkan kelanjutan rumah tanggamu dan pasangan dengan mempertimbangkan keselamatan serta kondisi mental kamu dan anak-anak. Jika memang tidak ada kemungkinan lagi untuk mempertahankan, meninggalkannya adalah cara yang paling tepat.

 

Referensi:

Kementerian Hukum dan Ham. Diakses pada 2020. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Persoalan Privat yang Jadi Persoalan Publik.

Helpguide.org. Diakses pada 2020. Domestic Violence and Abuse.

Psych Central. Diakses pada 2020. How to Deal with Domestic Violence.