Lupus Dapat Menyebabkan Munculnya Sindrom Sjogren

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Lupus Dapat Menyebabkan Munculnya Sindrom Sjogren

Halodoc, Jakarta - Sindrom sjogren adalah sejenis penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar air liur atau air mata. Sindrom ini terbagi atas 2 kelompok, yaitu primer dan sekunder. Sindrom sjogren primer terjadi ketika penyakit ini muncul tanpa diawali dengan kemunculan penyakit autoimun yang lain. Sementara sindrom sjogren sekunder terjadi ketika penyakit ini muncul pada akibat lupus, atau penyakit autoimun lainnya seperti skleroderma, atau rheumatoid arthritis.

Sindrom ini kebanyakan dialami oleh wanita berusia 40 tahun ke atas. Meski tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pula pada pria. Seperti disebutkan di awal, sindrom sjogren mengganggu fungsi tubuh dengan cara menyerang kelenjar eksokrin yang menghasilkan cairan. Gejala utama dari sindrom ini adalah mata kering dan mulut kering (xerostomia). Kedengarannya sepele, tetapi kedua gejala tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius lainnya.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terkena Sindrom Sjogren

Bila terjadi mata kering, gejala yang dapat timbul yaitu:

  • Pandangan kabur.

  • Mata terasa pedih, mengalami kemerahan, dan bengkak.

  • Rasa terbakar dan gatal pada mata.

  • Rasa kelilipan, seperti kemasukan debu atau pasir.

  • Rasa tidak nyaman ketika melihat ke sumber cahaya.

  • Kelopak mata terasa lengket pada saat bangun tidur.

Sementara itu, gejala yang dapat muncul akibat mulut kering adalah:

  • Suara parau.

  • Sulit menelan makanan, terutama makanan kering, dan terasa seperti tersangkut dalam mulut.

  • Selalu membutuhkan minum pada saat makan, untuk membantu menelan makanan.

  • Lidah kemerahan.

  • Perubahan rasa makanan akibat perubahan kemampuan mengecap pada lidah.

  • Bibir kering dan pecah-pecah pada sudut-sudut mulut.

  • Lidah yang terasa tersangkut pada langit-langit mulut.

  • Munculnya permasalahan mulut lainnya, seperti pembusukan gigi, penyakit gusi, dan sariawan.

Baca juga: Waspadai 8 Gejala yang Memicu Penyakit Sindrom Sjogren

Lebih lanjut, jika tidak segera ditangani, sindrom sjogren juga dapat memunculkan berbagai gejala lainnya, seperti:

  • Sendi yang terasa nyeri, kaku, dan mengalami pembengkakan.

  • Kulit kering dan terasa gatal.

  • Batuk kering yang tidak kunjung sembuh.

  • Ruam, terutama setelah kulit terpapar sinar matahari.

  • Nyeri otot.

  • Miss V kering.

  • Sulit berpikir dan berkonsentrasi.

  • Pembengkakan kelenjar ludah.

  • Rasa lelah dan letih yang sangat berat.

  • Kaki dan tangan yang terasa kaku.

  • Penyakit tiroid.

Apa Penanganan Medis yang Dapat Dilakukan?

Penanganan medis terhadap sindrom sjogren biasanya akan disesuaikan dengan gejala yang ditimbulkannya. Untuk mengatasi mata kering, dokter akan meresepkan obat tetes mata. Sementara itu, untuk mengatasi mulut kering, dokter akan meresepkan obat yang mampu meningkatkan produksi air liur.

Baca juga: Perempuan dengan Sindrom Sjogren Rentan Mengalami Disfungsi Seksual?

Kemudian, untuk mencegah terjadinya komplikasi, pengidap sindrom sjogren dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Rajin minum air.

  • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula.

  • Menjaga kebersihan mulut, terutama dengan menyikat gigi secara rutin.

  • Menggunakan pencuci mulut antibakteri.

  • Menggunakan pelembap bibir (lip balm) untuk menjaga bibir agar tidak kering.

  • Mengunyah permen karet bebas gula atau batu es secara rutin jika mulut terasa kering.

  • Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

  • Melakukan pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin.

  • Menghindari obat-obatan yang dapat memicu keringnya mulut.

Itulah sedikit penjelasan mengenai sindrom sjogren. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!