18 October 2018

Makan Enak dan Tetap Ramping dengan Intuitive Eating

Makan Enak dan Tetap Ramping dengan Intuitive Eating

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu merasa berat badan sudah berlebihan tapi enggan mengikuti diet-diet yang sedang naik daun sekarang? Tenang saja, ada solusinya kok. Kini telah ditemukan metode baru dalam menurunkan berat badan tanpa mengikuti aturan diet yang terlalu ketat. Metode ini dinamakan Intuitive Eating.

Apa itu Intuitive Eating?

Intuitive Eating adalah metode non-diet yang bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran dengan cara memberikan sinyal untuk tubuh. Intuitive Eating dinilai mampu memutus siklus diet ketat dan memulihkan hubungan antara kamu dengan makanan. Prinsipnya yang dianut dalam metode ini sederhana. Intuitive Eating tidak menyiksa kamu dengan menahan rasa lapar atau siksaan emosional lainnya, seperti perasaan bersalah dan malu setelah makan. Intinya, kamu diajak berdamai dengan makanan, tetap menghargai rasa lapar, menolak diet ketat, menghargai rasa kenyang, menghargai perasaan diri sendiri tanpa harus menyantap makanan, serta tetap beraktivitas fisik secara aktif.

Bagaimana Cara Menerapkan Intuitive Eating?

Seorang psikolog asal Australia yaitu Jennifer Garth, memberikan beberapa aturan saat kamu hendak melaksanakan metode ini. Nah, metodenya antara lain:

  • Makan Pada Waktunya

Perasaan lapar adalah hal wajar dan itu cara tubuh untuk menyampaikan pesan kepada diri kita bahwa tubuh sudah memerlukan pasokan energi baru. Kondisi lapar ini tidak boleh diabaikan, karena saat itu tubuh harus diberikan energi. Dalam metode Intuitive Eating, kamu wajib mengenali memahami rasa lapar sendiri dan mungkin beberapa orang akan memiliki reaksi tubuh yang berbeda-beda saat lapar.

Beberapa orang ada yang menjadi mudah marah, sulit fokus, hingga badan terasa lemas dan gemetaran. Kamu harus mampu mengidentifikasikan rasa lapar yang kamu alami. Jika waktu terakhir makan adalah empat hingga lima jam lalu, dan kamu merasa lapar, maka itu waktu yang tepat untuk makan. Selain itu, pastikan tidak makan di luar jam lapar tersebut agar tubuh tidak mengalami penambahan berat badan.

  • Buat Tingkat Lapar Versi Kamu Sendiri

Kondisi terlalu lapar dikhawatirkan membuatmu makan secara berlebihan. Coba buat skala 1 hingga 10, yaitu 0 adalah lapar sekali dan 10 adalah kondisi kenyang. Hindari makan saat skala 0 hingga 2, dan usahakan agar makan saat sudah berada dalam skala 3. Dengan begitu, kamu akan makan dengan secukupnya. Usahakan untuk menghindari emotional eating atau makan karena ingin membuat suasana hati menjadi lebih stabil, karena biasanya kamu akan makan secara berlebihan dan dapat membuat berat badan naik.

  • Fokus pada Makanan Saat Makan

Dalam Intuitive Eating kamu disarankan untuk fokus saat makan. Hindari makan sambil melakukan pekerjaan lain seperti menonton televisi atau bermain komputer. Hal tersebut akan mengabaikan rasa kenyang, akibatnya kamu akan makan secara berlebihan. Makan di ruang makan saat di kantor, duduk dengan tenang, dan hargai makanan yang kamu santap. Makan dengan perlahan dan rasakan setiap kunyahan sebagai wujud syukur, sehingga kamu lebih menghargai makanan.

  • Makan Apapun yang Diinginkan

Meski terdengar bertentangan dengan prinsip diet, tapi nyatanya cari ini membantu kamu mengendalikan berat badan. Kamu diperbolehkan mengonsumsi makanan apapun sebagai penghilang rasa penasaran, sehingga saat keinginan sudah tercapai maka kamu akan merasakan puas dan tubuh akan merespon dengan memberi tanda bahwa kamu sudah tidak lapar lagi. Tak perlu menuruti tips dari orang-orang mengenai makanan sehat seperti memakan salad atau smoothies karena dikhawatirkan makanan tersebut tidak akan memuaskan lidahmu. Santap makanan yang benar-benar kamu inginkan agar setelah makan berat kamu tidak lagi mencari-cari camilan.

Tertarik dengan metode Intuitive Eating? Kamu dapat menanyakan metode diet yang tepat dan mendiskusikannya langsung dengan aplikasi Halodoc. Bicara dengan dokter semakin mudah dengan Video/Voice Call dan Chat dan kamu bisa beli obat/vitamin untuk diet di sini. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play.

Baca juga: