Bahaya Mana, Makanan Mengandung Ganja atau Diisap Langsung?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bahaya Mana, Makanan Mengandung Ganja atau Diisap Langsung?

Halodoc, Jakarta – Cara penggunaan ganja yang paling dikenal adalah dengan diisap, seperti rokok pipa atau rokok lintingan. Namun ternyata, tumbuhan yang satu ini juga sering dijadikan campuran dalam membuat makanan tertentu. Sebenarnya, mana yang lebih berbahaya antara efek ganja yang diisap dan ganja yang dicampurkan dengan makanan?

Ganja alias mariyuana merupakan tanaman yang terdiri dari daun, bunga, dan tunas tanaman cannabis sativa serta dikenal bisa membuat seseorang merasa “high”. Namun, konsumsi ganja secara berlebihan dan terus menerus bisa memicu efek yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dari kedua cara tersebut, ganja yang dicampurkan dengan makanan ternyata jauh lebih berbahaya ketimbang diisap langsung. 

Baca juga: Alasan Kecanduan Narkoba Dapat Sebabkan Skizofrenia

Ganja yang dimakan memiliki efek yang lebih terasa karena langsung masuk ke aliran darah. Hal itu membuat peluang ganja memicu masalah kesehatan menjadi lebih besar ketimbang hanya diisap. Efek yang muncul dari kondisi ini adalah perasaan paranoid, mual, hingga gangguan persepsi. Jika digunakan dengan tidak benar atau berlebihan, ganja disebut bisa menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri. 

Efek Ganja pada Tubuh

Hingga kini penggunaan ganja di Indonesia masih tidak dilegalkan oleh pemerintah. Sebenarnya, jika digunakan dengan cara yang tepat dan mengikuti supervisi medis, tanaman ini masuk dalam herba dan bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tertentu. Penyalahgunaan ganja nyatanya bisa memberi berbagai dampak kesehatan bagi tubuh. Di antaranya:

  • Paru-Paru

Salah satu organ tubuh yang bisa mengalami dampak dari penggunaan ganja adalah paru-paru. Kandungan tar yang ada pada ganja disebut bisa 3 kali lebih tinggi dibandingkan tar pada tembakau. Tak hanya itu, asap dari ganja juga disebut memiliki kandungan yang lebih berisiko menyebabkan kanker dibandingkan asap rokok tembakau. 

  • Otak

Penyalahgunaan ganja juga bisa merusak organ otak. Hal ini bisa memicu terjadinya gangguan pada kemampuan berpikir, kehilangan memori, serta menghambat fungsi otak. Tak hanya itu, penggunaan ganja juga bisa menyebabkan perubahan struktur di bagian tertentu pada organ ini. 

Baca juga: Benarkah Ganja Ampuh Sembuhkan Syringomyelia?

  • Sistem Peredaran Darah

Mengisap ganja bisa menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah. Kebiasaan ini bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal, yaitu lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini bisa berbahaya pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung karena peningkatan detak jantung bisa meningkatkan risiko serangan jantung. 

  • Kesehatan Mental

Penggunaan ganja dalam jangka waktu panjang bisa memengaruhi kesehatan mental. Hal ini bisa memperburuk atau meningkatkan risiko gejala psikotik meningkat pada pengidap skizofrenia. Penggunaan ganja juga bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi, delusi, rasa cemas, dan serangan panik. 

  • Penurunan Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh juga akan merasakan dampak dari penggunaan ganja. Hal ini bisa menyebabkan kekebalan tubuh seseorang menjadi lebih lemah. Lemahnya sistem kekebalan tubuh bisa menyebabkan seseorang lebih mudah terserang penyakit dan sulit melawan infeksi. 

  • Sistem Pencernaan

Ganja juga bisa mengacaukan sistem pencernaan. Tanaman ini bisa memberikan tubuh efek terbakar terutama pada mulut dan tenggorokan. Ganja yang dimakan bisa menyebab muncul perasaan mual dan mutah. 

Baca juga: Legal di Thailand, Mariyuana Bisa Jadi Obat Diabetes?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!