12 December 2017

Makanan yang Boleh & Tidak Boleh Bagi Pengidap HIV

Makanan yang Boleh & Tidak Boleh Bagi Pengidap HIV

Halodoc, Jakarta – Walaupun belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit HIV, tapi bukan berarti pengidap HIV tidak memiliki harapan untuk hidup. Dengan rutin meminum obat dan menjalankan pola hidup yang sehat, pengidap HIV dapat tetap melakukan kegiatan sehari-hari seperti orang-orang lainnya. Selain itu, pengidap HIV juga perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsinya. Ada beberapa makanan yang bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh pengidap, tapi ada juga beberapa makanan yang dapat memperburuk kondisi pengidap HIV. Berikut adalah jenis-jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi pengidap HIV.

Makanan yang Boleh Dikonsumsi Pengidap HIV

Pengidap HIV perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk meningkatkan daya tahan guna memerangi virus atau infeksi penyebab HIV yang ada di dalam tubuhnya dan untuk mencegah agar tidak terkena penyakit serius lainnya. Berikut adalah jenis makanan yang baik dikonsumsi pengidap HIV:

1. Nanas

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa dokter di Fakultas Ilmu Pengetahuan Swiss-German University tahun 2010 ditemukan bahwa buah nanas dapat meningkatkan daya tahan tubuh pengidap HIV hingga berada di batas normal bahkan melebihi. Buah yang memiliki rasa asam ini juga dapat dijadikan pengganti obat ARV (antiretroviral), yaitu obat yang biasa diberikan kepada pengidap HIV untuk menghambat pertumbuhan virus. Kandungan enzim bromelain yang terdapat dalam nanas juga dapat memecah protein dalam virus HIV.

2. Brokoli

Dijuluki sebagai jenis sayuran yang paling sehat, brokoli memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk bagi pengidap HIV. Selain mengandung serat, protein, zat besi, dan karbohidrat, sayuran hijau berukuran kecil ini juga memiliki berbagai macam kandungan vitamin yang hampir lengkap. Salah satunya adalah vitamin C yang berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sangat penting bagi pengidap HIV untuk melindungi tubuh dari serangan virus dan kuman penyakit.

3. Buah Bit

Pengidap HIV tidak hanya bisa mendapatkan asupan vitamin C dari brokoli saja, tapi juga dari buah bit yang mengandung vitamin C cukup tinggi. Buah bit juga mengandung senyawa nitrit yang dapat menjaga kesehatan pembuluh darah pengidap, agar proses regenerasi sel-sel dalam tubuh dapat berlangsung optimal, sehingga terhindar dari kerusakan.

4. Ubi Jalar

Salah satu komplikasi yang biasa dialami oleh pengidap HIV adalah diare. Karena itu, menjaga kesehatan dan kekuatan saluran pencernaan penting dilakukan pengidap agar terhindar dari penyakit diare. Pengidap HIV dapat mengonsumsi ubi jalar yang kaya akan vitamin A yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan lapisan terluar saluran cerna.

Makanan yang Pantang Dikonsumsi Pengidap HIV

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap HIV. Makanan berikut dapat berpengaruh buruk terhadap system kekebalan tubuh pengidap, sehingga dapat membahayakan kesehatannya.

1. Makanan Mentah

Mengonsumsi daging mentah bisa menjadi sangat berbahaya bagi pengidap HIV. Daging yang belum matang mengandung berbagai jenis bakteri yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh. Contoh bakteri yang terdapat dalam daging mentah adalah campylobacter, salmonella, dan listeria monocytogenesis. Bakteri-bakteri tersebut dapat memicu munculnya penyakit serius lainnya.

2. Telur Mentah

Telur mentah dan telur setengah matang juga sebaiknya dihindari oleh pengidap AIDS. Seperti daging mentah, telur mentah juga dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan berisiko menyebabkan berbagai penyakit lainnya. Selain itu, telur mentah dapat menurunkan kadar vitamin dan mineral dalam tubuh pengidap. Gangguan kesehatan lainnya yang bisa dialami oleh pengidap AIDS jika mengonsumsi telur mentah adalah:

  • Sakit perut, muntah dan demam, akibat bakteri salmonella yang terdapat dalam telur mentah.
  • Tubuh jadi sulit menyerap vitamin dan biotin. Kekurangan biotin dapat menyebabkan pengidap AIDS mengalami masalah kulit dan rambut.

Jika kamu ingin mengetahui nutrisi yang dibutuhkan oleh pengidap HIV lebih lanjut, kamu bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk meminta saran-saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat praktis, tinggal order lewat aplikasi, dan pesanan kamu akan diantarkan dalam satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.