27 November 2018

Malas Berolahraga, Hati-hati Risiko Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena (DVT Deep Vein Thrombosis)

malas berolahraga hati-hati risiko penggumpalan darah di pembuluh vena

Halodoc, Jakarta – Bukan tanpa alasan bila para ahli kesehatan menganjurkan kamu untuk berolahraga secara rutin. Nyatanya, aktivitas fisik ini tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga bisa menghindarkan kamu dari berbagai macam penyakit. Salah satunya penyakit yang bisa terjadi bila kamu malas berolahraga adalah deep vein thrombosis (DVT). Masih banyak orang yang tidak tahu tentang penyakit ini. Padahal, DVT dapat berakibat fatal, lho. Yuk, kenalan lebih jauh dengan deep vein thrombosis agar kamu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini.

Apa Itu Deep Vein Thrombosis?

Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di salah satu atau lebih pembuluh vena dalam. Penyakit ini biasanya terjadi di paha atau betis, tapi bukan tidak mungkin juga bisa terjadi di tempat lain. DVT merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, selain menimbulkan rasa nyeri, DVT juga bisa menyebabkan pembengkakan di tungkai yang bisa berujung pada komplikasi serius, yaitu emboli paru. Emboli paru adalah kondisi yang terjadi akibat gumpalan darah masuk ke aliran darah dan menyumbat pembuluh darah arteri di paru-paru.

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Deep Vein Thrombosis?

Sebenarnya Deep Vein Thrombosis bisa terjadi pada siapa saja. Namun, penyakit ini umumnya lebih sering dialami oleh orang yang berusia lebih dari 60 tahun. Selain itu, orang-orang yang tidak bergerak secara aktif atau malas bergerak, seperti ibu hamil atau mereka yang memiliki kelainan darah juga rentan terserang penyakit ini.

Masih banyak lagi faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko kamu terkena kondisi ini. Berikut risiko deep vein thrombosis:

  • Ada Riwayat Keluarga yang Mengalami DVT

Orang yang memiliki anggota keluarga yang mengidap DVT akan lebih mudah terserang penyakit ini juga. Kondisi menurun ini mungkin tidak menyebabkan masalah, kecuali bila kamu memiliki faktor risiko lainnya juga.

  • Tidur Berkepanjangan

Orang yang dirawat di rumah sakit cukup lama atau orang yang mengalami kelumpuhan berisiko lebih besar mengalami deep vein thrombosis. Hal ini karena ketika kaki kamu tidak digerakkan untuk waktu yang cukup lama, maka otot betis tidak berkontraksi untuk membantu mengalirkan darah, sehingga risiko terjadinya penggumpalan darah lebih besar.

  • Kehamilan

Kehamilan bisa membuat tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki jadi meningkat. Itulah sebabnya ibu hamil lebih rentan terkena deep vein thrombosis. Risiko penggumpalan darah ini akan terus ada selama masa kehamilan sampai 6 bulan setelah melahirkan.

  • Pernah Mengalami Cedera atau Menjalani Operasi

Cedera pembuluh darah atau operasi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.

  • Kelebihan Berat Badan

Kegemukan bisa meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki, sehingga memicu pembengkakan pembuluh darah.

  • Pil KB atau Terapi Hormon

Mengonsumsi pil KB atau pernah menjalani terapi penggantian hormon dapat membuat darah jadi menggumpal.

  • Merokok

Para perokok juga berisiko lebih tinggi mengalami deep vein thrombosis, karena merokok dapat memengaruhi penggumpalan dan sirkulasi darah.

  • Kanker

Selain itu, pengidap kanker juga rentan mengalami DVT. Pasalnya, beberapa jenis kanker bisa meningkatkan jumlah zat dalam darah yang menyebabkan darah menggumpal. Beberapa bentuk pengobatan kanker juga meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Nah, oleh karena mager atau malas bergerak adalah salah satu faktor yang meningkatkan risiko deep vein thrombosis, maka kamu dianjurkan untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik, misalnya berolahraga. Selain itu, berolahraga secara rutin juga mencegah kamu mengalami kegemukan yang juga menjadi faktor risiko DVT.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai deep vein thrombosis, tanyakan saja langsung kepada ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk mendiskusikan soal kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: