23 October 2018

Manfaat Vaksin Rotavirus untuk Anak

manfaat vaksin rotavirus untuk anak

Halodoc, Jakarta – Pemberian vaksin merupakan cara yang cukup efektif yang bisa ibu lakukan untuk melindungi sang buah hati tercinta dari serangan berbagai penyakit. Nah, salah satu vaksin yang penting untuk diberikan kepada Si Kecil adalah vaksin rotavirus. Vaksin ini bisa membantu melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh rotavirus. Salah satunya seperti dehidrasi berat yang terjadi akibat diare akut yang dapat menyebabkan kematian. Yuk, cari tahu manfaat vaksin rotavirus lainnya di sini.

Mengenal Rotavirus

Tahukah ibu, bayi dan anak-anak sangat rentan terkena virus rotavirus, yaitu jenis virus yang menginfeksi usus. Virus ini merupakan penyebab umum dari penyakit diare yang dialami oleh banyak anak-anak di berbagai negara. Kondisi diare akibat rotavirus berpotensi berkembang semakin parah, bahkan menyebabkan dehidrasi berat yang bisa berujung pada kematian.

Gejala-gejala dehidrasi berat pada anak yang perlu ibu tahu adalah mual muntah, anak tidak mau makan atau minum, anak lemas, kaki dan tangannya terasa dingin, sesak napas, denyut nadi menjadi cepat, anak tidak pipis, serta kesadarannya mulai menurun. Bila anak sudah mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya cepat bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. Oleh karena kondisi tersebut merupakan keadaan yang gawat. Ibu juga dianjurkan untuk melakukan pertolongan pertama seperti memberikan banyak cairan kepada anak untuk merehidrasinya. Kemudian, memberi obat-obatan untuk menghentikan diare dan memantau kondisi anak.

Rotavirus sangat menular dan bisa dengan mudah menyebar hanya melalui kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Rotavirus terdapat dalam tinja pengidap dan dapat bertahan lama di permukaan benda yang sudah terkontaminasi, termasuk tangan seseorang. Penyebaran infeksi rotavirus paling sering terjadi di rumah sakit dan tempat penitipan anak-anak, sebab virus dapat dengan mudah ditularkan dari satu anak ke anak lainnya. Cara virus ini menyebar adalah bila petugas penitipan anak mengganti popok anak tanpa mencuci tangan sesudahnya. Karena itu, penting bagi orang tua atau penjaga anak-anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok untuk mencegah penyebaran virus ini.

Manfaat Vaksin Rotavirus

Kebersihan dan sanitasi yang baik belum bisa mencegah penyebaran rotavirus secara efektif. Tindakan pencegahan paling baik terhadap virus rotavirus adalah dengan memberikan imunisasi. Setiap bayi yang menerima vaksin rotavirus tidak akan mengalami diare yang parah akibat rotavirus.

Selain itu, vaksin rotavirus juga bisa melindungi anak-anak dari penyakit gastroenteritis, yaitu radang di lambung dan usus. Gejala penyakit tersebut, antara lain diare akut, muntah, demam, sakit perut, dan menurunnya nafsu makan.

Usia Terbaik dan Dosis yang Tepat untuk Pemberian Vaksin Rotavirus

Selain mengetahui manfaat vaksin rotavirus, ibu juga perlu tahu kapan usia terbaik dan dosis yang tepat untuk memberikan vaksin tersebut kepada Si Kecil.

Ada dua jenis vaksin yang ditawarkan di Indonesia saat ini, yaitu:

  • Vaksin yang diberikan pada usia dua bulan, empat bulan, dan enam bulan.

  • Vaksin yang diberikan pada usia dua bulan dan empat bulan saja.

Ibu perlu tahu bahwa vaksin rotavirus berbeda dari vaksin pada umumnya. Vaksin rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke dalam mulut anak (oral), bukan dengan cara disuntik.

Bila Si Kecil belum mendapatkan vaksin dosis pertama saat dia berumur 15 minggu, coba bicarakan kepada dokter apakah Si Kecil bisa menyusul menerima vaksin ini. Pasalnya, vaksin rotavirus tidak bermanfaat bila baru diberikan saat anak sudah berumur lebih dari 8 bulan. Vaksin rotavirus yang diberikan kepada anak berusia di atas 8 bulan malah dapat bisa memberikan efek samping merugikan, yaitu berupa demam dan alergi.

Berikut beberapa kondisi anak yang sebaiknya tidak menerima vaksin rotavirus:

  • Bayi berusia kurang dari 6 minggu.

  • Bayi berusia 8 bulan atau lebih.

  • Bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap vaksin rotavirus sebelumnya.

  • Bayi mengidap gangguan sistem imun dan penyakit pencernaan.

  • Bayi pernah mengidap intususepsi, yaitu gangguan usus yang membuat sebagian usus terlipat dan menyusup ke segmen usus lain.

  • Bayi mengidap severe combined immunodeficiency (SCID), yang merupakan penyakit keturunan yang jarang terjadi, tetapi bisa mengancam nyawa.

  • Bayi yang memiliki cacat lahir, seperti spina bifida atau bladder exstrophy.

Jangan sampai Si Kecil mengalami diare parah akibat rotavirus, maka beri dia perlindungan dengan memberi vaksin rotavirus. Bila ibu ingin tahu lebih banyak mengenai vaksin rotavirus, tanyakan saja kepada dokter yang ahli di Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: