• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Masa Inkubasi Virus Flu Singapura

Inilah Masa Inkubasi Virus Flu Singapura

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Flu Singapura atau yang disebut juga dengan penyakit kaki, tangan, dan mulut (Hand-Foot-and-Mouth Disease/HFMD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala berupa munculnya bintil-bintil berair dan sariawan di dalam mulut, tangan dan kaki. Namun, berapa lama tepatnya masa inkubasi virus flu Singapura sejak masuk ke dalam tubuh sampai menimbulkan gejala? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Begini Cara Membedakan Flu Singapura dan Cacar Air

Flu Singapura atau HFMD disebabkan oleh virus yang berasal dari genus Enterovirus. Jenis enterovirus yang paling sering menyebabkan flu Singapura adalah Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). Masa inkubasi virus flu Singapura sejak infeksi awal sampai timbulnya tanda dan gejala adalah tiga sampai enam hari.

Tahap Perkembangan Gejala Flu Singapura

Demam seringkali menjadi gejala awal penyakit tangan-kaki-dan-mulut ini, diikuti oleh sakit tenggorokan dan terkadang berkurangnya nafsu makan, serta rasa tidak enak badan. Satu atau dua hari setelah demam dimulai, lesi yang menyakitkan dapat muncul di bagian depan rongga mulut atau tenggorokan. 

Ruam dan bintik-bintik merah pada tangan dan kaki juga dapat muncul dalam satu atau dua hari. Meskipun gejala flu Singapura yang utama melibatkan rongga mulut, tangan dan kaki, tetapi ruam juga dapat muncul di tungkai, lengan, bokong, dan kulit sekitar kemaluan. 

Flu Singapura paling sering menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun, terutama bayi di bawah lima tahun atau balita. Luka atau sariawan di mulut saat mengalami flu Singapura bisa membuat Si Kecil merasa sakit saat menelan. Karena itu, gejala flu Singapura pada anak seringkali hanya berupa tidak nafsu makan atau minum. Bila Si Kecil mengalami kondisi ini, pastikan mereka tetap mendapatkan nutrisi dan cairan yang cukup. Selain itu, gejala flu Singapura pada anak juga seringkali membuat anak lebih rewel dan mudah marah daripada biasanya.

Baca juga: Bagaimana Cara Penularan Flu Singapura?

Cara Mendiagnosis Flu Singapura

Bila Si Kecil menunjukkan gejala-gejala flu Singapura seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ia ke dokter. Dokter dapat membedakan flu Singapura dari jenis infeksi virus lainnya dengan mengevaluasi beberapa hal berikut:

  • Usia pengidap.

  • Pola tanda dan gejala.

  • Bentuk ruam atau luka.

Dokter mungkin juga dapat mengambil sampel dari usap tenggorokan atau feses dan mengirimkannya ke laboratorium untuk menentukan jenis virus yang menyebabkan penyakit.

Pengobatan untuk Flu Singapura

Tidak ada obat-obatan khusus atau vaksin untuk mengatasi penyakit tangan, kaki, dan mulut atau flu Singapura. Ini karena penyebab penyakit ini adalah virus, maka antibiotik juga tidak dapat mengatasinya. Namun, flu Singapura biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari.

Untuk membantu meringankan gejala flu Singapura pada anak dan membuatnya lebih nyaman, ibu bisa melakukan perawatan berikut:

  • Memberikan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau acetaminophen maupun semprotan mulut. Namun ingat, jangan memberikan aspirin pada anak, karena dapat menyebabkan penyakit yang serius.

  • Untuk meredakan rasa nyeri di mulut atau tenggorokan karena sariawan, berikan Si Kecil makanan dingin seperti es, yoghurt, atau smoothie. Hindari memberikan minuman bersoda atau jus yang mengandung asam, karena dapat mengiritasi luka.

  • Oleskan losion anti-gatal, seperti kalamin untuk merawat ruam kulit.

Baca juga: Cara Mencegah Flu Singapura Menyerang Anak

Itulah penjelasan mengenai masa inkubasi flu Singapura yang perlu kamu ketahui. Bila Si Kecil sakit, enggak usah panik. Hubungi dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc saja. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hand-foot-and-mouth disease.
WebMD. Diakses pada 2020. Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD).