• Home
  • /
  • Menaburkan Bedak Sehabis Mencukur Bulu Kemaluan, Amankah?

Menaburkan Bedak Sehabis Mencukur Bulu Kemaluan, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Menaburkan Bedak Sehabis Mencukur Bulu Kemaluan, Amankah?

Halodoc, Jakarta - Untuk urusan mencukur rambut di tubuh, mungkin kamu tidak menemukan kesulitan. Namun, jika hendak mencukur bulu kemaluan, banyak orang yang belum mengetahui caranya yang tepat. Pasalnya, jika menerapkan cara cukur bulu kemaluan dengan asal, maka dapat menyebabkan efek samping, misalnya gatal atau iritasi.

Untuk meredakan rasa gatal atau ketidaknyamanan yang lain, kebanyakan orang menggunakan bedak untuk meredakannya. Lantas, apakah hal ini sebetulnya diperbolehkan dari sisi medis? Simak ulasannya di sini!

Baca juga: Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Salah Bisa Timbulkan Iritasi

Penggunaan Bedak Usai Bercukur

Menemukan cara cukur bulu kemaluan dengan tepat adalah suatu keharusan. Pasalnya, kamu berurusan dengan area sensitif misalnya, perubahan pH vagina dapat mudah menyebabkan infeksi dan semacamnya. Penggunaan bedak diperbolehkan oleh beberapa ahli, sementara yang lainnya tegas melarang hal ini.

Melakukan tindak lanjut usai pencukuran juga suatu keharusan. Kamu bisa mengoleskan lotion bebas pewangi untuk mencegah gesekan. Jika terpaksa menggunakan bedak, pastikan menghindari memasukkan bedak ke dalam area sensitif vagina, karena dapat menyebabkan iritasi.

Baca juga: Jarang Mencukur Bulu Ketiak, Adakah Manfaatnya?

Pastikan Selalu Mencukur dengan Aman

Lantas, untuk memastikan bahwa kamu telah mencukur dengan hati-hati, kamu bisa menerapkan beberapa cara ini: 

  • Jangan Pernah Mencukur Kering. Saat hendak mencukur, gunakan dahulu sabun untuk perawatan pre shaving;

  • Jangan Gunakan Alat dengan Pisau Tumpul. Beberapa orang berpikir pisau cukur yang tajam adalah hal yang buruk karena bisa mengiritasi. Tetapi pisau tumpul sebenarnya lebih berbahaya untuk digunakan karena kamu jadi harus mendorong lebih keras untuk mencukur bulu kemaluan. Akibatnya, mudah muncul luka. Pastikan untuk selalu menggunakan pisau cukur baru setiap hendak mencukur.

Setelah mencukur, pastikan kamu mengeringkan area kemaluan. Pasalnya bakteri dan jamur dapat tumbuh dengan subur di area yang lembab. 

Nah, berikut ini cara cukur bulu kemaluan yang aman yang bisa diikuti: 

  • Potong Rambut. Mencukur area kemaluan akan jadi lebih mudah saat kamu sudah memangkas kelebihan rambut. Ambil gunting kecil dan rapikan rambut kemaluan sehingga panjangnya hanya beberapa sentimeter saja. 

  • Eksfoliasi. Gunakan loofah, cuci kain, atau spons pengelupasan kulit untuk mengelupas kulit sebelum bercukur. Eksfoliasi terlebih dahulu memungkinkan kamu bisa mencukur rambut sedekat mungkin dengan akar. Pengelupasan yang keras tidak diperlukan yang kamu butuhkan hanyalah scrub-down sederhana.

  • Oleskan Krim Cukur. Oleskan krim cukur dalam jumlah besar ke area yang ingin kamu  pangkas. Cara terbaik adalah menggunakan krim cukur bebas pewangi di daerah tersebut, karena krim dengan pewangi dapat mengiritasi kulit.

  • Bercukur. Tarik kulit kencang dan bercukur ke arah pertumbuhan rambut untuk menghindari iritasi folikel rambut. Pastikan memilih pisau cukur yang baru dan bersih untuk mempermudah prosesnya. Cukurlah rambut searah tumbuhnya rambut untuk mencegah iritasi dan tampak lebih rapi. Hindari mencukur terlalu tipis karena akan melukai kulit kemaluan.

  • Bilas. Bilas krim cukur berlebih dan keringkan dengan kain bersih.

  • Gunakan Pelembab. Oleskan pelembab bebas pewangi usai bercukur. 

Baca juga: Jangan Sampai Luka, Ini Cara Mencukur Bulu Kemaluan

Jika kamu masih merasa ragu untuk mencukur bulu kemaluan dan penggunaan bedak setelahnya, kamu bisa bertanya dahulu pada dokter tips aman ketika mencukur bulu kemaluan.

Kamu bisa memanfaatkan fitur chat yang ada di aplikasi Halodoc supaya tanya jawab menjadi lebih mudah dan jawaban yang kamu dapatkan lebih akurat karena langsung diberikan oleh dokter ahli.

Referensi:
Teen Vogue. Diakses pada 2020. How to Shave Your Pubic Area Safely in 6 Steps.
Body4Real. Diakses pada 2020. Intimate (Genital/bikini Line/vaginal) Shaving Techniques.