Mengenal Bahaya LSD, Narkotika yang Hendak Digunakan B.I Ikon

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengenal Bahaya LSD, Narkotika yang Hendak Digunakan B.I Ikon

Halodoc, Jakarta - Kabar tidak mengenakan kembali datang dari negeri ginseng, Korea Selatan. Kim Han Bin atau dikenal dengan B.I, yakni anggota boyband iKON, menyatakan pengunduran dirinya pada Rabu (12/6/). Pengunduran diri itu disampaikan oleh B.I melalui akun Instagram miliknya setelah ia dilaporkan oleh Dispatch karena hendak membeli obat-obatan terlarang, yang diketahui merupakan narkoba jenis LSD.

Dalam pernyataannya, B.I mengaku bahwa ia hendak mengandalkan sesuatu untuk membantunya melewati masa sulit dan menyakitkan. Meski begitu, ia masih takut melakukannya dan mengaku bahwa keputusannya tersebut adalah hal yang tidak benar.

Memang ini bukan pertama kali selebritas kedapatan atau berencana mengonsumsi narkoba. Sudah banyak juga di antara mereka yang harus mendekam di penjara karena perbuatan tersebut. Namun, kamu mungkin masih penasaran mengapa B.I memilih LSD sebagai cara instan untuk membuatnya merasa tenang dalam melewati masa sulit. Nah, berikut ini adalah beberapa informasi tentang LSD.

Baca Juga: Ini Pentingnya Cek Ketergantungan Obat Saat Kasus Narkoba

Apa Itu LSD?

Mengutip laman resmi BNN, LSD atau yang disebut Lysergic Acid Diethylamide adalah  narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian. Asam lysergic dari jamur ini yang kemudian diolah menjadi LSD.

Narkoba jenis ini juga kerap disebut acid, sugar cubes, blotter dan lainnya, dan narkoba jenis ini adalah jenis yang paling ampuh untuk mengubah suasana hati seseorang. Obat ini juga merupakan jenis halusinogen yang dapat memengaruhi mental seseorang.

Awalnya, LSD disintesis pada tahun 1938 oleh seorang ahli kimia Swiss, Albert Hofmann, dengan tujuan mengobati depresi pernapasan. Pada tahun 1943, Hofmann secara tidak sengaja menemukan sifat halusinogen ketika ia menyerap sebagian melalui kulitnya.

Selama 15 tahun kemudian, LSD dimanfaatkan sebagai obat bius dan untuk mendukung penelitian di bidang psikoanalisis. Selain itu, memasuki tahun 1960-an di Amerika Serikat, kelompok budaya tandingan meluas di kalangan anak muda dan LSD digunakan untuk tujuan rekreasi. Setelah itu, LSD dilarang untuk digunakan sehingga membuat popularitasnya menurun sejak tahun 1970-an.

Baca Juga: Bukan Narkoba, 6 Makanan Ini Bisa Bikin Halusinasi

Apa Efek dari LSD?

LSD merangsang produksi serotonin di korteks dan struktur dalam otak, dengan mengaktifkan reseptor serotonin. Reseptor ini kemudian membantu memvisualisasikan dan menafsirkan dunia nyata. Serotonin tambahan memungkinkan lebih banyak rangsangan untuk diproses seperti biasanya.

Namun, stimulasi berlebihan akibat penggunaan LSD akan menyebabkan perubahan dalam pikiran, fokus, persepsi, dan emosi. Perubahan ini muncul sebagai halusinasi. Sensasi yang tampak nyata, tetapi diciptakan oleh pikiran.

LSD memicu serangkaian perubahan persepsi, dan sering berkaitan dengan penglihatan, sentuhan, emosi dan pemikiran. Efek visual termasuk warna-warna cerah, jelas, penglihatan kabur, bentuk dan warna objek dan wajah yang terdistorsi, dan lingkaran cahaya. Sementara perubahan yang terkait dengan sentuhan termasuk goncangan, tekanan, dan sakit kepala ringan. Perubahan suasana hati menyebabkan perasaan euforia, kebahagiaan, kedamaian, mimpi, dan kesadaran yang meningkat, keputusasaan, kecemasan, dan kebingungan. Permulaan halusinasi terjadi dalam 60 menit, dan dapat berlangsung dari 6 hingga 12 jam.

Sementara itu, efek jangka pendek dari penggunaan LSD antara lain:

  • Halusinasi intens dan menyebabkan pupil membesar, dan kenaikan pada tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh.

  • Pusing dan sulit tidur.

  • Nafsu makan berkurang, mulut kering, dan berkeringat.

  • Mati rasa, kelemahan, dan tremor.

  • Namun, efek utamanya mempengaruhi pikiran dengan distorsi visual dan halusinasi sensorik dan ilusi.

  • Mereka yang menggunakan LSD bisa mengalami serangan panik, psikotik, kecemasan, gelisah, paranoia, rasa sakit, dan perasaan sekarat atau menjadi gila.

Sementara itu efek jangka panjangnya dari penggunaan LSD adalah dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti skizofrenia atau keadaan psikotik.

Baca Juga: Melihat yang Tidak Nyata Bisa Jadi Tanda Psikosis

Jadi sekarang kamu sudah mengenal bahaya dari narkoba jenis LSD yang hendak digunakan oleh B.I Ikon. Jika suatu hari kamu menemukan orang terdekatmu mengalami kecanduan narkoba, sebaiknya langsung dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan terapi. Penanganan yang tepat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kini kamu bisa membuat janji dan memilih dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!