Mengidap Hipertensi Saat Puasa? Ini yang Wajib Diperhatikan

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Hipertensi Saat Puasa? Ini yang Wajib Diperhatikan

Halodoc, Jakarta - Pada kondisi yang sehat, tekanan darah seseorang akan berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Jika seseorang memiliki tekanan darah yang mencapai 140/90 mmHg, maka dapat disebut mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Hipertensi saat puasa bisa terjadi, karena proses metabolisme dalam tubuh berjalan lebih lambat sehingga penumpukan lemak terjadi lebih cepat. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar sehingga tubuh membutuhkan tekanan yang lebih agar darah yang mengangkut oksigen bisa segera sampai ke organ-organ tubuh.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Hypertension tahun 2016 menyebutkan puasa mampu menurunkan risiko hipertensi. Selama puasa akan terjadi perubahan pola makan dan tidur. Kondisi ini memengaruhi sistem saraf simpatik, sistem renin, dan hormon antidiuretik yang membuat tekanan darah menurun.

Selama puasa maka kamu memberikan kesempatan pada tubuh untuk beristirahat dari makanan pemicu tekanan darah tinggi dan masalah emosi. Dengan begini, maka tekanan darah menjadi lebih stabil selama berpuasa.

Jadi, mengidap hipertensi tidak menjadikan halangan untuk berpuasa, asalkan memerhatikan hal ini:

Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Puasa untuk Pengidap Hipertensi

  • Tetap Rutin Memeriksakan Diri ke Dokter

Saat menjalankan puasa, penting bagi pengidap hipertensi untuk rutin memeriksakan dirinya ke dokter untuk memantau kondisi kesehatan. Dokter akan menentukan apakah kamu diizinkan untuk melakukan puasa atau tidak dengan melihat seberapa besar tingkat keparahan hipertensi yang kamu alami.

Biasanya, dokter meresepkan obat antihipertensi untuk membantu mengendalikan hipertensi saat puasa. Pastikan kamu menanyakan pada dokter waktu terbaik untuk minum obat tersebut dan efek samping yang terjadi. Periksakan secara rutin tekanan darah kamu, sehingga saat tekanan darah naik, maka kamu tahu cara mengantisipasinya.

  • Kurangi atau Hindari Garam

Hipertensi saat puasa bisa kambuh jika kamu terus mengonsumsi makanan tinggi garam. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka. Sumber makanan tinggi garam tersebut antara lain kacang asin, acar, makanan kaleng, sosis, keju olahan, keripik, dan sebagainya.

Dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, ini akan membantu menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mmHg. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung. Batasi jumlah garam setidaknya 5 gram per hari (2000 mg natrium) atau setara dengan satu sendok teh per hari untuk orang dewasa. Agar lebih sehat, kamu bisa mengganti garam dengan bawang putih atau rempah lain yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan.

Baca Juga: Ternyata Ini Nutrisi yang Dapat Hilang Ketika Berpuasa

  • Cukupi Kebutuhan Air Putih

Apabila kamu mengalami kekurangan cairan saat puasa, maka hal ini memengaruhi tekanan darah. Maka dengan memenuhi kebutuhan air harian, kamu bisa terhindar dari hipertensi saat puasa. Cukupi kebutuhan air dengan konsumsi sebanyak delapan gelas per hari. Usahakan untuk menghindari minuman mengandung kafein seperti kopi, teh, atau minuman bersoda karena kafein bisa meningkatkan tekanan darah seseorang.

  • Perbanyak Asupan Sayur dan Buah

Cara untuk mencegah hipertensi saat puasa, maka kamu wajib menjadikan sayur dan buah sebagai bagian penting pada menu sajian berbuka dan sahur. Sayur dan buah-buahan mengandung kalium tinggi untuk mengurangi efek natrium pada darah. Hasilnya, tekanan darahmu akan terjaga.

Kebiasaan makan sayur dan buah setiap hari, termasuk saat sahur dan berbuka puasa, dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg. Sumber kalium yang baik terdapat pada pisang, alpukat, apel, melon, jeruk, dan mangga. Pilih sayuran hijau yang tinggi serat dan kalium seperti bayam, sawi, dan brokoli untuk menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh.

  • Lakukan Olahraga dan Istirahat Cukup

Cara untuk mencegah hipertensi, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Kamu bisa melakukan olahraga ringan sebelum berbuka dan setelah sahur, sementara olahraga berat bisa dilakukan usai berbuka puasa. Usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah. Imbangi juga dengan istirahat yang cukup, setidaknya 7 jam saat tidur malam untuk menjaga stamina saat berpuasa. Pastikan untuk selalu berdiskusi dengan dokter mengenai jenis olahraga yang cocok untuk kondisi tubuh.

Baca Juga: 4 Makanan Khas Puasa Ini Bikin Hipertensi Makin Parah

Untuk mengetahui cara menjaga kesehatan tubuh lainnya selama berpuasa, cukup gunakan aplikasi Halodoc! Apapun keluhannya, Halodoc siap menghubungkan kamu dengan ribuan dokter yang telah standby 24/7 untuk menjawab segala bentuk pertanyaan lewat Chat, Voice Call, atau Video Call. Tunggu apa lagi? Download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.