09 May 2019

Mengidap Nefritis Interstisial, Ini Cara Pengobatannya

Mengidap Nefritis Interstisial, Ini Cara Pengobatannya

Halodoc, Jakarta - Nefritis interstisial adalah kondisi ginjal yang ditandai oleh pembengkakan di antara tubulus ginjal. Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh.  Nah, tubulus ginjal bekerja untuk menyerap kembali air dan zat organik penting dari darah dan mengeluarkan zat yang tidak perlukan ke dalam urine untuk dikeluarkan dari tubuh. Pembengkakan tubulus ini dapat menyebabkan sejumlah gejala ginjal yang berkisar dari ringan hingga berat.

Baca Juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

Nefritis interstisial dapat bersifat akut (mendadak) atau kronis (jangka panjang). Nefritis interstisial akut seringkali merupakan hasil dari reaksi alergi. Sebagian besar kasus penyakit ini memang akibat dari reaksi buruk terhadap obat-obatan. Lebih dari 100 obat yang berbeda dapat memicu nefritis interstitial, seperti:

  • Antibiotik
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang sering digunakan sebagai penghilang rasa sakit.
  • Inhibitor pompa proton yang merupakan obat untuk mengobati asam lambung berlebih.

Reaksi yang disebabkan alergi obat biasanya akan berdampak batal bagi lansia. Penyakit ini juga lebih cenderung melibatkan kerusakan ginjal permanen pada lansia. Penyebab nefritis interstitial yang bukan disebabkan alergi, yaitu:

  • Gangguan autoimun, seperti lupus erythematosus.
  • Kadar kalium darah rendah.
  • Kadar kalsium darah tinggi.
  • Infeksi tertentu.

Nefritis interstitial non-alergi dapat bersifat kronis atau akut. Bentuk kronis dapat berlangsung beberapa bulan atau lebih lama. Biasanya disebabkan oleh kondisi kronis yang mendasarinya.

Gejala Nefritis Interstitial

Gejala nefritis interstitial yang paling umum adalah penurunan jumlah buang air kecil. Dalam beberapa kasus, output urine malah meningkat. Bahkan, pada sebagian orang yang mengidap penyakit ini tidak memiliki gejala sama sekali. Gejala lain nefritis interstitial meliputi:

  • Demam
  • Urine mengandung darah
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam
  • Pembengkakan
  • Penambahan berat badan akibat retensi air
  • Perasaan kembung
  • Tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Diagnosis Nefritis Interstitial

Pada tahap awal diagnosis nefritis interstitial, dokter akan menanyakan pertanyaan seputar:

  • Riwayat medis keluarga.
  • Obat apa yang minum.
  • Seberapa sering mengonsumsi obat tersebut.
  • Sudah berapa lama meminum obat tersebut.

Dokter juga akan memeriksa detak jantung dan paru-paru. Sebab, cairan di paru-paru adalah tanda umum gagal ginjal. Penyakit ini juga dapat dideteksi oleh perubahan suara nafas dan tekanan darah.  Tes lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit ini adalah tes urine atau biopsi ginjal.

Jika dokter curiga bahwa masalah ginjal disebabkan oleh efek samping obat atau interaksi obat, pengidap mungkin diminta untuk berhenti minum obat yang dicurigai. Dalam banyak kasus, tindakan ini dapat dengan cepat mengembalikan fungsi ginjal menjadi normal.

Pengobatan Nefritis Interstitial

Perawatan untuk nefritis interstitial tergantung pada penyebabnya. Ketika nefritis interstitial disebabkan oleh alergi obat, maka satu-satunya pengobatan yang diperlukan mungkin adalah berhenti mengonsumsi obat tersebut secara total. Kasus nefritis interstitial lainnya dapat diobati dengan obat antiinflamasi.

Kadang-kadang nefritis interstisial menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal sebelum dapat didiagnosis. Mengurangi garam dari makanan dapat meningkatkan retensi air dan tekanan darah tinggi. Mengikuti diet rendah protein juga dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal. Jika pengidap sudah ada di tahap kasus yang parah, dialisis mungkin diperlukan untuk mendukung fungsi ginjal atau transplantasi.

Baca Juga: 6 Jenis Olahraga untuk Pengidap Sakit Ginjal

Kalau kamu punya pertanyaan lain tentang penyakit ini, tanyakan saja ke dokter Halodoc. Gunakan fitur  Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!