Mengidap Schistosomiasis, Tubuh Akan Alami Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Schistosomiasis, Tubuh Akan Alami Ini

Halodoc, Jakarta – Nyatanya, menjaga lingkungan tetap bersih menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kesehatan dari berbagai macam gangguan penyakit. Banyak gangguan kesehatan yang dialami dari kondisi lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya, salah satunya adalah penyakit schistosomiasis.

Baca juga: Apakah Schistosomiasis Umum Terjadi?

Penyakit schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang hidup pada air tawar seperti danau, waduk, sungai, dan kanal. Tidak hanya itu, kebersihan lingkungan juga berkaitan dengan penyakit schistosomiasis. Tidak ada salahnya mengetahui gejala-gejala yang terjadi pada tubuh agar kamu dapat lakukan pengobatan lebih dini terhadap kondisi ini.

Hal yang Terjadi pada Tubuh Ketika Alami Schistosomiasis

Kondisi ini umum terjadi pada siapa saja di usia berapa pun, namun gejala yang muncul pada pengidap schistosomiasis akan berbeda tiap pengidapnya. Kondisi gejala disesuaikan dengan tingkat keparahan. 

Tidak ada salahnya untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada tubuh ketika kamu mengalami schistosomiasis dengan begitu, kamu dapat melakukan pengobatan lebih dini. Ketika parasit penyebab schistosomiasis yang dikenal sebagai Schistosoma menginfeksi tubuh, tubuh akan mengalami kondisi demam dan juga pembengkakan pada bagian limfa.

Cacing yang masuk melalui kulit bisa sebabkan kulit terasa gatal dan ruam. Selain itu, parasit yang memasuki usus menyebabkan pengidap alami diare. Gejala ini menunjukkan tanda adanya kondisi schistosomiasis akut. Namun, tidak ada salahnya untuk segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab yang dialami.

Schistosomiasis akut yang tidak segera diatasi dapat berubah menjadi schistosomiasis kronis. Kondisi ini terjadi ketika telur dari parasit sudah menyebar dalam tubuh. Ketika telur menginfeksi saluran pencernaan, kondisi ini dapat sebabkan tubuh alami anemia. Telur parasit yang menginfeksi jantung dan paru-paru menyebabkan seseorang alami batuk yang tidak kunjung reda, sesak napas, dan batuk darah.

Baca juga: Meski Langka, Kenali Gejala Munculnya Schistosomiasis

Parahnya, parasit yang menyerang bagian saraf atau otak dapat mengakibatkan seseorang mengalami kejang, sakit kepala, dan mati rasa.

Kebersihan Lingkungan Berkaitan dengan Schistosomiasis

Nyatanya, cacing parasit penyebab schistosomiasis dapat hidup di air tawar pada waduk, danau, sungai, kanal, dan kolam. Penularannya mudah, salah satunya dari lingkungan yang kotor dan tercemarnya air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kamu dapat terinfeksi penyakit schistosomiasis ketika kamu melakukan kontak langsung dengan air yang tercemar cacing parasit schistosomiasis. Tidak melalui luka maupun kulit yang terbuka, cacing dapat masuk melalui kulit yang sehat ketika kamu berada dalam air. Di dalam tubuh, cacing masuk dalam tubuh bergerak melalui darah menuju hati. Setelah beberapa minggu berada dalam tubuh, cacing bisa mengeluarkan telur dalam tubuh. 

Sistem imun tubuh yang baik menyerang telur dan mengeluarkan melalui feses. Nah, melalui feses yang tercemar cacing parasit ini penularan dapat terjadi sehingga kebersihan lingkungan diperlukan untuk menghindari penularan atau penyebaran dari cacing parasit.

Baca juga: Waspada Faktor yang Tingkatkan Risiko Schistosomiasis

Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit schistosomiasis dengan menggunakan air yang bersih saat akan mandi atau mencuci barang-barang rumah tangga. Selain itu, hindari mengonsumsi air langsung tanpa direbus jika kamu berada pada lingkungan yang memiliki pengidap schistosomiasis. Segera bersihkan kulit dengan air bersih dan sabun antiseptik setelah menggunakan air yang kemungkinan terkontaminasi dengan penyakit schistosomiasis.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2019. Schistosomiasis
Medical News Today. Diakses pada 2019. Schistosomiasis
NHS. Diakses pada 2019. Schistosomiasis