Menjaga Asupan Cairan Tubuh Bisa Mencegah Hiponatremia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Menjaga Asupan Cairan Tubuh Bisa Mencegah Hiponatremia

Halodoc, Jakarta – Mencukupi kebutuhan cairan tubuh penting untuk kesehatan dan selalu perhatikan dengan baik jumlah cairan yang dikonsumsi per harinya. Terlalu banyak mengonsumsi cairan bisa membuat kamu mengalami hiponatremia. Kondisi hiponatremia adalah gangguan elektrolit ketika kadar natrium dalam darah lebih rendah dari batas normal. Natrium merupakan elektrolit yang mengatur kadar air dalam darah dan dalam sel.

Kondisi ini umum terjadi pada usia berapapun. Biasanya orang-orang yang memiliki usia lanjut harus lebih waspada terhadap kondisi hiponatremia. Pengidap hiponatremia mengalami gejala yang berbeda-beda tiap kondisinya. Jika kadar natrium pada tubuh turun secara perlahan, maka tidak mengalami gejala apa pun. Berbeda dengan kadar natrium yang turun secara drastis, gejala yang muncul biasanya berbahaya.

Ada gejala umum yang biasanya dialami oleh pengidap hiponatremia, seperti sakit kepala yang disertai dengan keadaan linglung. Tidak hanya itu, pengidap hiponatremia juga mengalami kondisi tubuh yang lemah dan lemas, serta mual dan muntah yang disertai dengan rasa gelisah. Mengalami kejang dan penurunan kesadaran menjadi gejala yang juga dialami pengidap hiponatremia.

Baca juga: Penumpukan Cairan di Paru-Paru Bisa Sebabkan Efusi Pleura

Ketahui Penyebab Hiponatremia

Kadar natrium pada kondisi normal adalah 135 hingga 145 miliekuivalen per liter. Seseorang yang memiliki kadar natrium kurang dari 135 miliekuivalen per liter dinyatakan mengalami hiponatremia. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan kadar natrium seseorang lebih rendah dari kadar normal, seperti:

  1. Adanya perubahan hormon seperti kekurangan hormon adrenal menjadi penyebab hiponatremia. Hormon adrenal memengaruhi kinerja kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon yang menjaga keseimbangan kadar air, natrium dan kalium dalam tubuh.

  2. Diare atau muntah yang cukup parah dapat membuat kamu kehilangan cairan atau dehidrasi. Kondisi ini juga menyebabkan kamu kehilangan kadar natrium dalam tubuh.

  3. Terlalu banyak minum air dan kurang minum air juga dapat menyebabkan seseorang mengalami hiponatremia. Jumlah cairan dalam tubuh memengaruhi kadar natrium dalam darah.

  4. Adanya masalah kesehatan pada jantung, hati, dan ginjal memengaruhi fungsi kerja dari organ tersebut. Ketika fungsi hati dan ginjal bermasalah, tubuh mengalami penumpukan cairan yang menyebabkan kadar natrium dalam darah menjadi rendah.

  5. Adanya kondisi Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone (SIADH) menyebabkan hormon antidiuretic diproduksi dalam kadar yang cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan tubuh lebih banyak menahan air daripada membuangnya melalui urine. Kondisi ini menyebabkan penumpukan cairan pada tubuh sehingga mengalami hiponatremia.

Baca juga: Alami Hiponatremia, Ketahui 10 Gejalanya

Lakukan Ini untuk Pengobatan Hiponatremia

Pengobatan hiponatremia bisa dilakukan sesuai dengan kondisi. Hiponatremia yang ringan bisa diperbaiki dengan melakukan perubahan pada gaya hidup, pola makan dan menyesuaikan obat-obatan yang dikonsumsi. Namun hiponatremia akut membutuhkan penanganan medis yang lebih serius. Namun jangan khawatir, kamu bisa lakukan cara ini untuk mencegah kondisi hiponatremia, seperti:

  1. Minum air secukupnya. Jangan berlebihan dan jangan pula kekurangan. Cukup minum air nyatanya sangat penting untuk kesehatan kamu. Konsumsi setidaknya 8 gelas per hari agar terhindar dari kondisi hiponatremia.

  2. Atasi kondisi yang menjadi penyebab hiponatremia.

  3. Konsumsi minuman yang mengganti elektrolit pada tubuh dengan cepat ketika berolahraga atau beraktivitas.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi hiponatremia. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Trik Agar Kebutuhan Cairan Tubuh Tetap Terpenuhi Setiap Hari