27 March 2019

Menjalani C Arm Radiography Fluoroscopy, Apakah Risikonya?

Menjalani C Arm Radiography Fluoroscopy, Apakah Risikonya?

Halodoc, Jakarta – C-arm adalah pemindai imaging yang lebih intensif. Nama ini berasal dari lengan berbentuk C yang digunakan untuk menghubungkan sumber x-ray dan detektor x-ray satu sama lain.

C-arm memiliki kemampuan radiografi, terutama untuk pencitraan intraoperatif fluoroscopic selama prosedur perawatan bedah, ortopedi, dan darurat lainnya. Perangkat ini memberikankan gambaran sinar-X resolusi tinggi secara real time, sehingga memungkinkan dokter untuk memantau kemajuan dan segera melakukan koreksi.

Akibatnya, hasil perawatan lebih baik dan pengidap pulih lebih cepat. Rumah sakit mendapat manfaat dari penghematan biaya melalui lebih sedikit operasi tindak lanjut dan dari upaya instalasi diminimalkan.

Baca juga: Ini Alasan Digunakannya C Arm Radiography Fluoroscopy

Saat ini, sistem pencitraan seperti ini sudah menjadi bagian bagian penting dalam kehidupan rumah sakit sehari-hari. Ini terutama dilakoni para spesialis di bidang-bidang, misalnya pembedahan, ortopedi, traumatologi, bedah vaskular dan kardiologi.

C-arm adalah generator dan pendeteksi gambar atau pendeteksi layar datar. Penghubung berbentuk C memungkinkan pergerakan ke segala arah, sehingga gambar pengidap dapat dihasilkan dari hampir semua sudut.

Generator memancarkan sinar-X yang menembus tubuh pengidap dan penguat gambar atau detektor menangkap sinar-x dan mengubahnya menjadi gambar yang terlihat yang ditampilkan pada monitor C-arm. Dokter dapat mengidentifikasi dan memeriksa detail pada gambar, seperti struktur tulang, aliran darah, dan berbagai gambar lain yang sering diambil dengan x-ray.

Risiko C-Arm

C-arm radiography fluoroscopy membawa beberapa risiko, seperti halnya prosedur sinar-X lainnya. Dosis radiasi yang diterima pengidap bervariasi tergantung pada prosedur individu. C-arm ini dapat menghasilkan dosis radiasi yang relatif tinggi, terutama untuk prosedur intervensi yang kompleks (seperti, menempatkan stent atau perangkat lain di dalam tubuh) yang memerlukan paparan untuk jangka waktu yang lama.

Risiko terkait radiasi meliputi cedera akibat radiasi pada kulit dan jaringan di bawahnya (seperti, luka bakar) yang terjadi segera setelah paparan, dan kanker yang dipicu radiasi yang mungkin terjadi beberapa waktu kemudian dalam kehidupan.

Probabilitas bahwa seseorang akan mengalami efek-efek ini dari prosedur ini secara statistik sangat kecil. Karena itu, jika prosedur ini diperlukan secara medis, risiko radiasi melebihi manfaatnya bagi pengidap.

Baca juga: Begini Prosedur Saat Menjalani C Arm Radiography Fluoroscopy

Bahkan, risiko radiasi biasanya jauh lebih kecil daripada risiko lain yang tidak terkait dengan radiasi, seperti anestesi atau sedasi atau risiko dari perawatan itu sendiri. Untuk meminimalkan risiko radiasi, C-arm harus selalu dilakukan dengan paparan terendah yang dapat diterima untuk waktu sesingkat yang diperlukan.

Prosedur c-arm dilakukan untuk membantu mendiagnosis penyakit atau untuk membimbing dokter selama prosedur perawatan tertentu. Beberapa prosedurnya fluoroskopi dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan ketika pengidap terjaga.

Manfaat klinis dari pemeriksaan pencitraan sinar-X yang sesuai secara medis melebihi risiko radiasi yang kecil. Melakukan diskusi dengan penyedia layanan kesehatan dapat membuat seseorang bisa mendapatkan manfaat dan meminimalkan terjadinya risiko.

Baca juga: Punya Bentuk Unik, C Arm Radiography Fluoroscopy Bisa Pindai Tulang Manusia

Peningkatan paparan radiasi medis ini membuat pihak layanan kesehatan memberikan persyaratan baru yang dapat dibangun ke dalam peralatan C-arm, agar fluoroskopi dapat memfasilitasi penerapan prinsip-prinsip pembenaran dan optimalisasi dalam perlindungan pengidap yang menjalani pemeriksaan radiologis. Prinsip-prinsip ini diimplementasikan melalui program jaminan kualitas fasilitas klinis merupakan dasar perlindungan radiasi.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai C arm radiography fluoroscopy, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.