10 April 2019

Menjelang Cuci Darah, Perlukah Jaga Pola Makan?

Menjelang Cuci Darah, Perlukah Jaga Pola Makan?

Halodoc, Jakarta - Bagi pengidap gagal ginjal atau gangguan ginjal akut lainnya, cuci darah merupakan pengobatan yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi ginjal. Pasalnya, ginjal tidak bisa lagi bekerja untuk menyaring segala kotoran dan membuangnya melalui urine. Agar bisa mengerjakan tugasnya, ginjal dibantu dengan alat khusus dalam proses cuci darah.

Tidak banyak yang tahu proses hemodialisis tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Terlebih dalam hal asupan makanan, ada beberapa aturan yang dipenuhi karena berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan ginjal. Lalu, apa saja makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi untuk pasien yang menjalani proses cuci darah?

Makanan yang Boleh Dikonsumsi untuk Pasien Cuci Darah

Pola makan saat cuci darah penting karena turut memberikan dampak pada proses cuci darah yang berjalan. Berikut jenis makanan yang boleh dikonsumsi ketika sedang menjalani hemodialisis:

  • Asupan Protein Tinggi

Faktanya, pasien yang menjalani hemodialisis membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang sehat. Ketika cuci darah, pasien mudah kehilangan protein, inilah alasan asupan protein tinggi mutlak dibutuhkan.

Jika kadar protein tubuh yang hilang tidak segera diganti, bukan tidak mungkin organ-organ tubuh mengalami gangguan serius. Asupan protein yang dibutuhkan untuk pasien cuci darah adalah antara 1 hingga 1,2 gram dari berat badan.

Baca juga: Gagal Ginjal Kronis Perlu Cuci Darah

  • Asupan Kalori Tinggi

Pola makan saat cuci darah selanjutnya adalah jumlah kalori yang tinggi. Tubuh kehilangan kekuatannya selama proses cuci darah berlangsung, sehingga jika tidak ditunjang dengan asupan makanan berkalori tinggi, tubuh bisa mudah lemas, berat badan semakin menurun drastis. Namun, setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, jadi sebaiknya pasien bisa bertanya pada ahli gizi.

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pasien Cuci Darah

Jangan salah, ada pula pantangan makanan untuk pasien cuci darah. Makanan yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi ini dinilai dapat membuat kerja ginjal semakin berat, sehingga perlu dihindari. Apa saja?

  • Asupan Kalium Tinggi

Kalium berperan cukup penting terkait dengan kinerja jantung. Ketika proses cuci darah berlangsung, terjadi peningkatan kadar yang berbahaya untuk kesehatan jantung. Hindari makanan seperti kacang, gula merah, kelapa, pisang, melon, jeruk, labu, tomat, dan sawi.

Baca juga: 6 Olahraga yang Paling Banyak Membakar Kalori

  • Asupan Fosfor Tinggi

Menurunnya fungsi ginjal mengakibatkan peningkatan kadar fosfor di dalam darah. Jika ini terjadi, tubuh secara alami mengeluarkan kalsium, dan ini berdampak pada kesehatan tulang. Kandungan kalsium yang bercampur dengan fosfor bisa membuat sendi nyeri dan muncul rasa gatal pada kulit. Oleh sebab itu, hindari konsumsi susu dan produknya, sereal, oat, kacang, jeroan, dan aneka makanan laut.

  • Asupan Natrium Tinggi

makan saat cuci darah yang paling perlu diperhatikan adalah natrium. Pasalnya, natrium pada darah yang berlebihan membuat sel bekerja seperti sponge karena menyerap cairan tubuh terlalu banyak. Akibatnya, pasien mengalami kenaikan tekanan darah dan ini akan turut berdampak pada kesehatan ginjal. Inilah mengapa pada makanan pasien pengidap gangguan ginjal tidak boleh ditambahkan garam.

Baca juga: Mandi Malam Bikin Nyeri Sendi?

Itu tadi pola makan saat cuci darah yang perlu diketahui. Perlu diketahui, tak hanya pola makan, orang yang menjalani cuci darah juga menjaga jenis dan jumlah minuman yang dikonsumsi. Untuk itu, kamu bisa bertanya lebih lengkap kepada dokter yang terpercaya. Gunakan saja aplikasi Halodoc. Cukup download di ponsel, dan aplikasi Halodoc sudah bisa dipakai untuk beli obat, tanya dokter, dan cek lab.