19 December 2018

Merasa Diri Superior, Bisa Jadi Gejala Mengidap Psikosis

psikosis

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah gangguan jiwa psikosis? Kondisi ini merupakan istilah medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Psikosis merupakan kondisi ketika pengidap tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Gejala yang muncul akan berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebabnya, tingkat keparahan, dan usia pengidap kondisi ini. Namun, pada anak-anak, gejala psikosis yang terjadi antara lain:

  1. Gelisah.

  2. Merasa curiga.

  3. Gangguan tidur.

  4. Sulit berkonsentrasi.

  5. Gangguan berinteraksi dengan orang lain.

  6. Depresi atau turunnya suasana hati.

  7. Berbicara yang melantur dan tidak sesuai dengan topik.

  8. Merasakan dorongan untuk bunuh diri.

Pengidap kondisi ini akan mengalami delusi dan halusinasi. Delusi merupakan pandangan yang salah terhadap suatu hal, sementara halusinasi merupakan persepsi yang kuat terhadap suatu peristiwa yang dilihat atau didengar yang sebenarnya tidak ada. Psikosis sendiri merupakan pencetus utama dari beberapa penyakit mental, seperti:

  1. Gangguan delusional, yaitu kondisi ketika pengidapnya memercayai hal-hal yang tidak nyata. Kelainan ini bisa sangat ringan, dan kebanyakan pengidapnya masih bisa hidup dengan normal. Seperti menganggap dirinya superior, atau seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan serta bakat yang tinggi atau istimewa.

  2. Gangguan psikosis singkat, yaitu kondisi gangguan mental yang terjadi bila seseorang mengalami kejadian yang dapat mengubah hidupnya, seperti kehilangan pekerjaan atau mengalami perceraian.

  3. Gangguan bipolar, yaitu kelainan pada perubahan suasana hati yang ekstrem dan tidak terduga. Pengidapnya bisa merasa bahagia pada suatu saat dan dapat merasa tertekan beberapa saat kemudian.

  4. Psikosis akibat obat, yaitu kondisi gangguan mental yang diakibatkan oleh substansi yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak normal akibat dari konsumsi obat-obatan.

  5. Skizofrenia, yaitu gangguan mental ketika seseorang mengalami kesulitan dalam proses berpikir untuk mengetahui atau memahami sesuatu.

  6. Psikosis organik, yaitu kondisi ketika salah satu bagian otak yang berfungsi sebagai pengatur pikiran mengalami kerusakan.

Meskipun penyakit ini merupakan pencetus beberapa penyakit mental, psikosis masih dapat disembuhkan. Pengidap gangguan ini harus menjalani pengobatan dan psikoterapi yang cukup lama, sehingga dapat sembuh secara total. Secara umum, pengidap gangguan mental psikosis dapat bersosialisasi, serta dapat menekuni profesinya seperti biasa. Namun, harus tetap diwaspadai bahwa pengidap dalam stadium kronis dapat mencederai dirinya dan orang lain.

Belum ada metode pasti yang dapat mencegah munculnya psikosis. Namun, risiko terjadinya gangguan ini dapat dikurangi dengan upaya pencegahan terhadap faktor yang dapat memicu timbulnya psikosis. Misalnya seperti tidak mengonsumsi alkohol, serta melakukan latihan-latihan relaksasi guna menghindari stres dan depresi.

Kamu juga dapat menghubungi dokter apabila merasa cemas atau tertekan, atau jika kamu mendengar suara-suara dan melihat hal-hal yang sesungguhnya tidak ada. Hindari pula penggunaan alkohol, obat tidur, narkoba, dan obat antidepresan yang dapat menyebabkan psikosis. Meskipun proses penyembuhannya cukup lama, gangguan mental psikosis masih dapat disembuhkan.

Kamu ingin berdiskusi langsung dengan psikiater atau psikolog karena kamu merasakan adanya gangguan psikosis pada dirimu? Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan psikiater atau psikolog di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Setelah berdiskusi, kamu bisa langsung membeli obat yang telah diresepkan oleh dokter di sini, dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: