Mewabah, Inilah yang Dimaksud Flu Babi Afrika

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
wabah flu babi Afrika

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini muncul wabah flu babi Afrika yang mengancam dunia. Penyakit yang juga dikenal dengan African Swine Fever (ASF) virus ini akan ditandai dengan kematian babi secara mendadak. Kejadian ini juga terjadi di Sumatera Utara belum lama ini. Virus pada flu babi Afrika ini menyerang secara cepat dan sistemik, yang masuk ke dalam tubuh dan bekerja mematikan organ-organ yang terkena.

Baca juga: Penanganan Pertama Ketika Terserang Flu Babi

Inilah yang Dimaksud Flu Babi Afrika

Flu babi Afrika merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus DNA kompleks yang hanya menyerang spesies babi dari semua golongan ras dan umur. Awal mulanya, ASF hadir di Afrika, karenanya penyakit yang satu ini dikenal dengan flu babi Afrika. Bahayanya, ASF tahan terhadap segala macam kondisi lingkungan. 

ASF pada Babi Ternak, Apa Gejala yang Ditimbulkan?

ASF merupakan penyakit virus pada babi yang mematikan. Mengapa mematikan? Pasalnya, sampai sejauh ini belum ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk mencegah atau mengatasi ASF. Flu babi Afrika merupakan penyakit yang hampir mirip dengan demam babi klasik yang hanya dapat dibedakan lewat penelitian laboratorium. Pada hewan yang terpapar virus ini, gejala akan ditandai dengan:

  • Demam.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Terlihat lemas dan kurang berenergi.

  • Mengalami pendarahan internal.

  • Mengalami pendarahan di telinga dan panggul.

Jika sudah mengalami serangkaian gejalanya, kematian mendadak bisa tinggal menunggu waktu saja. Dalam kasus yang sudah parah, babi ternak yang terpapar flu babi Afrika akan mati dalam jangka waktu 10 hari setelah terkena paparan virus. Dalam hal ini, babi tidak menunjukkan tanda-tanda klinis yang khas.

Baca juga: Flu Babi Disebabkan oleh Hewan? Cari Tahu Dulu Fakta Ini

Bagaimana Proses Transmisi dan Penyebaran ASF?

Hingga saat ini, belum ada data yang menyebutkan bahwa penyakit ini dapat melakukan penularan kepada manusia. Sedangkan pada babi ternak yang sehat, penularan dapat terjadi dengan:

  • Kontak langsung dengan babi yang terinfeksi.

  • Digigit oleh kutu yang telah terinfeksi.

  • Proses pemindahan babi yang terinfeksi secara tidak aman.

  • Pembuangan bangkai babi terinfeksi yang tidak diproses dengan baik.

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang ditemukan untuk mencegah atau mengatasi terjadinya flu babi Afrika. Di daerah yang terinfeksi, pengendalian dilakukan dengan melakukan pembunuhan kepada semua babi, kemudian akan dihancurkan bangkainya. Setelah itu, proses pembersihan dan desinfeksi pun dilakukan. 

Baca juga: Termasuk Jenis Influenza, Kenapa Disebut Flu Babi?

Adakah Langkah Pencegahan?

Flu babi Afrika merupakan penyakit menular yang memiliki potensi penyebaran yang sangat serius dan cepat. Penyakit yang satu ini merupakan masalah kesehatan serius yang penting untuk diperhatikan terkait perdagangan internasional hewan dan produk hewan. Dalam hal ini, langkah pencegahan dapat dilakukan dengan larangan ekspor atau impor dari daerah yang terkena dampak.

Jika kamu mengalami sejumlah gejala kesehatan setelah mengonsumsi daging babi, jangan lupa untuk segera memeriksakan diri ke dokter di rumah sakit terdekat, dengan lebih dulu membuat janji pada aplikasi Halodoc. Dalam hal ini, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan guna mengetahui penyebab yang mendasari, dan melakukan penanganan guna menekan gejala muncul bertambah parah.

Referensi:
The Pirbright Institute. Diakses pada 2019. African Swine Fever Virus.
European Food Safety Authority. Diakses pada 2019. African Swine Fever.
European Commission. Diakses pada 2019. African Swine Fever.