07 February 2019

Minum Alkohol Saat Hamil, Bolehkah?

Minum Alkohol Saat Hamil, Bolehkah?

Halodoc, Jakarta - Hal yang sering dipertanyakan oleh wanita adalah bolehkah konsumsi alkohol saat hamil? Seseorang yang sedang hamil harus selalu berhati-hati dengan apa yang dikonsumsinya, baik itu makanan atau minuman. Begitu pun dengan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam tubuh ibu hamil. Perlu diketahui, konsumsi alkohol ketika hamil mungkin saja berdampak buruk pada bayi yang sedang ibu kandung.

Bagi ibu hamil atau yang sedang menyusui, menghindari konsumsi alkohol adalah salah satu cara yang paling aman untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada Si Kecil. Selain itu, semakin banyak alkohol yang ibu konsumsi, maka semakin besar dampak negatif yang dapat terjadi pada janin. Walau begitu, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa seseorang minum alkohol sedikit saja langsung berdampak pada bayi yang akan lahir. Namun ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Mengonsumsi alkohol ketika ibu sedang hamil dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada bayi. Selain itu, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, risikonya akan semakin besar. Alkohol dapat memengaruhi bayi ibu dengan cara masuknya cairan tersebut ke dalam darah melalui plasenta dan langsung mengarah pada bayi di kandungan. Hal tersebut dapat menyerang hati bayi, sehingga tidak sempurna ketika masuk ke tahap akhir kehamilan.

Baca Juga: Terjadi Bila Ibu Hamil Minum Minuman Beralkohol

Bayi yang berada di dalam kandungan akan sulit memproses alkohol, sehingga jika terlalu banyak meminum alkohol, perkembangannya akan terganggu. Selain itu, seorang ibu yang meminum alkohol, terutama pada tiga bulan pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Selain itu, bayi ibu mungkin mengalami masalah perilaku dan kesulitan untuk mempelajari sesuatu.

Apabila ibu mengonsumsi banyak alkohol setelah kehamilan dan harus menyusui, hal tersebut dapat menyebabkan bayi tersebut mengalami kondisi serius yang disebut dengan fetal alcohol syndrome (FAS). Seorang anak yang mengidap kondisi tersebut akan mengalami pertumbuhan yang buruk dan wajahnya juga akan mengalami kelainan. Untuk menghindari hal tersebut, batasi atau hentikan konsumsi alkohol yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga: Alasan Alkohol Turunkan Peluang Kehamilan

Masalah lainnya yang dapat terjadi pada minggu-minggu awal setelah lahir adalah:

  • Tremor atau bergetar.

  • Kesulitan makan.

  • Diare.

  • Masalah pada detak jantung, pernapasan, atau pencernaan.

  • Bayi lebih rewel dan sulit ditangani.

  • Sulit untuk tidur.

Fetal Alcohol Syndrome Dapat Terjadi Seumur Hidup

Gejala dari fetal alcohol syndrome dapat terjadi seumur hidup. Bahkan gejala dapat berubah-ubah seiring dengan bertambahnya usia anak. Seorang balita yang mengidap FAS mungkin mengalami:

  • Hiperaktif.

  • Sulit mengikuti instruksi sederhana.

  • Pertumbuhan yang lambat.

Lalu, pada seorang anak yang mengidap FAS di usia sekolah dapat menyebabkan:

  • Kesulitan untuk belajar.

  • Sulit untuk berkonsentrasi.

  • Perilaku yang bermasalah.

  • Tidak naik kelas.

Maka dari itu, seorang anak yang mengidap FAS harus disesuaikan dengan program pendidikan yang sesuai kapasitasnya. Selain itu, fetal alcohol syndrome yang terjadi dapat seumur hidup. Namun, jika anak ibu teridentifikasi mengidap sindrom tersebut secara dini, maka masalah-masalah yang mungkin terjadi nantinya dapat diminimalisir.

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Harus Dihentikan Saat Hamil

Beberapa masalah yang dapat terjadi pada seseorang yang mengidap FAS ketika dewasa adalah:

  • Penyakit mental.

  • Perilaku seksual yang menyimpang.

  • Bermasalah dengan hukum.

  • Penyalahgunaan narkoba.

  • Kecanduan alkohol.

Penanganan secara dini sangat penting untuk mengurangi kemungkinan anak-anak yang lahir dengan sindrom tersebut dapat memiliki masalah serius saat tumbuh dewasa.

Itulah sedikit pembahasan tentang konsumsi alkohol saat hamil. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal masalah tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Komunikasi dengan dokter bisa dilakukan dengan mudah melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Praktis tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan diantarkan sampai tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!