Mitos Malam Pertama yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mitos Malam Pertama yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Istilah malam pertama melekat kuat pada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan alias sah secara agama maupun secara negara. Sebenarnya, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata ini? Apakah selalu berarti berhubungan intim? Atau kamu memikirkan hal lain setelah melepas masa lajang dan hidup dengan orang pilihan hingga ajal? 

Memang, bagi pengantin baru, malam pertama ini menjadi malam yang paling ditunggu. Sayangnya, banyak informasi yang beredar yang membuat kata-kata ini bersarang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pasangan. Informasi ini masih bersifat mitos atau belum tentu benar adanya. Supaya kamu tidak salah lagi, ketahui mitos seputar malam pertama. 

  • Malam Pertama Selalu Dilakukan pada Malam Selepas Menikah

Ya, haruskah begini? Lalu, bagaimana jika pasangan wanita sedang berada pada fase menstruasinya? Apakah lantas tidak bisa disebut malam pertama? Ini nih, hal yang perlu kamu luruskan pemahamannya. Perlu diingat, wanita mengalami masa menstruasi setiap bulan dengan lama siklus yang terkadang bervariasi. Bisa jadi fase ini hadir tepat di hari pernikahan, sehingga kamu harus menunda untuk melakukan malam pertama ini. 

Baca juga: Agar Tidak Grogi, Ini Tips Mempersiapkan Malam Pertama untuk Wanita

  • Malam Pertama Sangat Menyakitkan

Benarkah demikian? Ternyata, banyak wanita yang masih beranggapan bahwa malam pertama akan menghadirkan rasa sakit yang mungkin tidak terlupakan. Supaya kamu tidak terlalu cemas, ada baiknya membicarakan dahulu dengan pasangan, terlebih jika kamu memiliki kondisi medis tertentu. Kamu disarankan untuk melakukan “pemanasan” atau foreplay untuk membuat aktivitas hubungan intim menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa sakit. 

  • Selaput Dara Robek, Artinya Sang Wanita Masih Perawan

Lalu, bagaimana jika tidak? Apakah sang wanita lantas tidak lagi disebut perawan? Ini yang perlu diketahui para kaum Adam, bahwa selaput dara wanita memiliki berbagai sifat. Ada yang sangat elastis, berbentuk cincin, dan berjaring. Artinya, setiap hubungan intim alias penetrasi tidak selalu akan merobek selaput dara dan membuat darah keluar dari vagina, terlebih jika hubungan intim baru dilakukan pertama kali. 

Baca juga: 4 Fakta Medis di Balik Malam Pertama

  • Semakin Besar, Semakin Puas

Duh, jangan sampai deh kamu berpikiran begini. Apalagi sampai memakai obat pembesar yang tidak terjamin keamanannya hanya untuk memuaskan pasangan. Setiap wanita memiliki pemahaman tentang wilayah seksual yang berbeda dan penting bagi mereka jika pasangan bisa memuaskannya. Tidak masalah ukuran, namun lebih pada perasaan emosional yang mengarah pada perasaan diinginkan, dilindungi, dan dicintai. 

  • Harus Sukses di Malam Pertama

Mitos ini perlu dienyahkan. Pasalnya, pikiran bahwa malam pertama harus sukses ini akan memengaruhi suasana hati pasangan. Bayangkan jika ternyata tidak seindah yang diinginkan, tentu pasangan akan mudah berkecil hati dan tidak lagi percaya diri pada hubungan intim berikutnya. Pada akhirnya malah ini menjadi bahan perdebatan bagi pasangan. Perlu diingat bahwa malam pertama ini adalah waktu pasangan saling mengenal lebih dekat, jadi tidak masalah jika tidak sesukses yang didambakan. 

Baca juga: 5 Perubahan pada Tubuh Wanita Setelah Malam Pertama

Terpenting, jaga kesehatan agar malam pertama kamu berjalan menyenangkan dan bebas dari keluhan penyakit. Kalau dirasa ada gejala yang mengganggu, kamu bisa langsung menanyakan solusinya pada dokter. Gunakan aplikasi Halodoc, aplikasi andalan di mana saja dan kapan saja kamu butuh solusi kesehatan, karena dokter asli akan menjawab semua keluhan yang kamu alami. 

Referensi: 
ShaadiSaga. Diakses pada 2020. 7 Wedding Nights Myths that Need to be Addressed Right Away!
MakeSomePlans. Diakses pada 2020. Wedding Night Sex: The Myths and the Reality.