• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Normal atau Tidak, Keputihan Setelah Melahirkan

Normal atau Tidak, Keputihan Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Keputihan (leucorrhea) setelah melahirkan merupakan kondisi yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih seperti susu, bertekstur agak cair, dan berbau ringan. Jika terjadi pasca persalinan, keputihan merupakan kombinasi cairan dan sel vagina yang meluruh. Apakah keputihan setelah melahirkan merupakan sesuatu yang normal? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.

Baca juga: Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Keluar Keputihan Setelah Melahirkan, Apakah Normal?

Keputihan setelah melahirkan merupakan hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Keputihan juga memiliki manfaat lain, yaitu membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat, memberikan pelumasan, serta melindungi dari infeksi dan iritasi. Kondisi tersebut juga dengan istilah white discharge atau vaginal discharge. Berikut ini beberapa kondisi yang memicu munculnya keputihan:

  • 10 hari setelah persalinan. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh pengaruh hormon estrogen dari ibu.
  • Menjelang menarche, atau menstruasi pertama pada perempuan yang baru mengalami pubertas. Kondisi tersebut dipengaruhi hormon estrogen, dan akan menghilang dengan sendirinya.
  • Mendapat rangsangan seksual pada wanita dewasa.
  • Wanita yang sedang mengalami masa ovulasi atau masa subur, karena sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih encer.

Selain sejumlah kondisi normal tersebut, keputihan setelah melahirkan bisa saja dialami oleh ibu jika mengalami stres, atau terlalu lelah mengurus Si Kecil. Sebab, dalam kondisi lelah, tubuh akan mengeluarkan hormon stres atau kortisol yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormonal dan mengganggu keseimbangan pH pada vagina.

Namun, ibu perlu waspada bila keputihan yang dialami memiliki bau, terasa gatal, serta berwarna kuning atau kehijauan. Kondisi tersebut menjadi pertanda adanya infeksi di saluran reproduksi yang disebabkan oleh kuman, parasit, atau jamur. Jika mengalami sejumlah gejala tersebut, silahkan periksakan diri ke dokter kandungan di rumah sakit terdekat, ya.

Apalagi jika sejumlah gejala disertai dengan keputihan berulang dan tidak kunjung membaik. Gejala tersebut merupakan kondisi yang menjadi pertanda jika ibu tengah mengalami infeksi saluran kemih dan radang panggul.

Baca juga: Cara Tepat Atasi Keputihan Agar Miss V Sehat

Tips Mengatasi Keputihan Setelah Melahirkan

Berikut ini beberapa tips yang bisa ibu lakukan untuk mengurangi atau mencegah keputihan setelah melahirkan semakin bertambah parah:

  • Menjaga kebersihan organ kewanitaan dengan rutin membersihkannya. Lakukan dengan air mengalir dari arah depan ke belakang.
  • Menjaga vagina tetap kering dan tidak lembap. Rutin mengganti celana dalam, minimal 2–3 kali sehari, terutama bila banyak beraktifitas.
  • Jika sedang menstruasi, ganti pembalut secara teratur.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat, serta jangan terlalu ketat.
  • Hindari berhubungan intim dengan banyak orang.
  • Batasi penggunaan cairan pembersih kewanitaan, parfum, bedak atau produk sejenisnya pada daerah kewanitaan.
  • Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.
  • Hindari stres berlebihan setelah melahirkan, dengan mencukupi kebutuhan istirahat dan sesekali meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri.

Baca juga: Adakah Cara Alami untuk Mengatasi Keputihan?

Meski demikian, ibu tetap dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan agar dapat mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab keputihan yang dialami. Jika terlalu repot mengurus Si Kecil di rumah, ibu bisa membicarakan masalah kesehatan yang kamu alami dengan dokter kandungan di aplikasi Halodoc

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Labor and delivery, postpartum care.
WebMD. Diakses pada 2021. Postpartum Problems.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Pregnancy: Physical Changes After Delivery.