Nyeri Punggung dan Gejala Lainnya dari Spondylosis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Spondylosis, nyeri punggung

Halodoc, Jakarta - Pernah merasakan sakit punggung yang begitu hebat ketika beranjak menua? Jika iya, mungkin kondisi ini disebabkan oleh menurunnya kesehatan tulang belakang ketika beranjak lansia. Kondisi kesehatan yang satu ini disebut dengan spondylosis, yang terjadi pada bagian leher (tulang belakang servikal), bagian punggung bawah (tulang belakang lumbar), serta bagian punggung atas dan tengah (tulang belakang toraks). Untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit ini, baca penjelasan selengkapnya di bawah ini, ya! 

Baca juga: Ini Penyebab Terjadinya Spondilosis Servikal yang Perlu Diketahui

Nyeri Punggung dan Gejala Lainnya dari Spondylosis 

Nyeri punggung hebat akan dirasakan ketika tengah mengidap spondylosis. Kondisi ini akan dialami ketika seseorang beranjak lansia. Berikut tanda lain dari pengidap spondylosis:

  • Sakit kepala.

  • Kaku pada daerah yang terkena, seperti leher serta punggung. Rasa sakit biasanya akan dirasakan ketika sedang berbaring.

  • Mati rasa pada tangan dan kaki yang cukup parah. Kondisi ini akan memengaruhi kesehatan saraf tulang belakang.

  • Nyeri pada bahu.

Tanda yang muncul pada pengidap spondylosis akan berbeda-beda pada setiap pengidapnya. Bisa saja pengidap tidak menunjukkan gejala-gejala di atas. Untuk mencegah kekhawatiranmu tentang kondisi kesehatan apa yang sedang dialami, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Spondilosis Servikal

Spondylosis dapat Terjadi Karena Faktor Berikut Ini

Ketika seseorang bertambah usia, ligamen dan tulang pada bagian belakang akan ikut melemah, hal ini akan menyebabkan osteoarthritis, yaitu penyakit sendi yang disebabkan oleh adanya penurunan fungsi persendian. Ketika hal tersebut terjadi, akan muncul gejala-gejala penyakit spondylosis. Selain itu, beberapa faktor pemicu terjadinya penyakit ini, meliputi:

  • Usia. Hal ini merupakan faktor utama terjadinya spondylosis. Seseorang dengan rentan usia di atas 40 tahun akan memiliki faktor lebih besar untuk mengidap penyakit ini.

  • Pernah mengidap cedera atau trauma pada sendi.

  • Seseorang yang memiliki kelebihan berat badan.

  • Mengidap predisposisi genetik, yaitu kondisi yang disebabkan oleh kelainan gen yang menyebabkan kelainan pada tulang.

  • Seseorang yang sering melakukan aktivitas berulang pada sendi tertentu.

Supaya Tidak Mengidap Spondylosis, Bagaimana Mencegahnya?

Sebelum mengidap penyakit ini, berikut gaya hidup yang dapat kamu praktikkan guna mencegah terjadinya spondylosis.

  • Jaga berat badan agar tetap ideal. Karena berat badan berlebih akan memberikan tekanan yang lebih pada sendi-sendi, seperti pinggang, kaki, pergelangan kaki, lutut, serta tulang belakang.

  • Ketika sendi-sendi sudah terasa nyeri, kamu bisa menggunakan kompres air hangat atau dingin guna meringankan nyeri pada sendi.

  • Gunakan bantal ketika tidur pada kedua kaki.

  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Makanan yang dikonsumsi harus kaya akan omega-3, serta vitamin C. Pastikan konsumsi sayuran, buah-buahan, gandum utuh, ikan, serta daging tanpa lemak.

  • Lakukan olahraga yang berguna untuk memperkuat otot dan tulang, serta menjaga sendi agar tetap fleksibel. Dalam hal ini kamu bisa berolahraga dengan berjalan kaki, berlari kecil, atau berenang.

Baca juga: Ini 5 Cara untuk Mengobati Spondilosis Servikal

Jangan lupa untuk beristirahat dengan cukup. Karena cukup waktu tidur akan mencegah kamu dari rasa sakit dan stres tulang akibat arthritis. Selain itu, jangan lupa gunakan bantal untuk memberikan kenyamanan pada sendi yang sakit. Jika kamu atau keluarga terdekatmu mengalami tanda atau gejalanya, segera diskusikan dengan dokter ahli, ya! Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatanmu di mana pun dan kapan pun!