• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Orang dengan Rematik Rentan dengan Penyakit Jantung, Benarkah?

Orang dengan Rematik Rentan dengan Penyakit Jantung, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Rheumatoid arthritis atau yang lebih dikenal dengan rematik merupakan peradangan pada sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang jaringan sehat di dalamnya. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh wanita, terutama mereka yang berusia 40-60 tahun, dengan keluhan bengkak, nyeri sendi, serta sendi terasa kaku. Apakah rheumatoid arthritis dapat sebabkan penyakit jantung?

Baca juga: Ketahui Penyebab Rematik di Usia Muda

Penyakit Jantung Menjadi Salah Satu Komplikasi Rematik

Jika gejala yang muncul tidak diatasi dengan baik, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan komplikasi parah, salah satunya adalah penyakit jantung yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menimbulkan peradangan dalam pembuluh darah jantung. Bukan hanya penyakit jantung saja, ini sederet komplikasi rematik yang bisa saja terjadi:

  • Cervical Myelopathy

Cervical myelopathy merupakan kondisi yang terjadi ketika rheumatoid arthritis menyerang sendi tulang leher, serta mengganggu saraf tulang belakang. Kondisi ini ditandai dengan lebam dan cedera pada leher.

  • Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome terjadi saat rheumatoid arthritis menyerang sendi pergelangan tangan, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini ditandai dengan mati rasa, kesemutan, dan rasa sakit pada jari tangan, sensasi panas yang menjalar ke lengan, sakit pada pergelangan tangan, serta kelemahan pada otot tangan.

  • Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air mata dan ludah, sehingga menimbulkan keluhan mulut dan mata kering. Kondisi ini ditandai dengan penglihatan kabur, mata gatal dan merah, bibir dan tenggorokan kering, demam, ruam, napas pendek, nyeri sendi, sakit perut, pembengkakan kelenjar getah bening pada pipi, serta vagina yang kering.

Komplikasi rematik yang terakhir adalah limfoma, yaitu sejenis kanker darah yang tumbuh pada sistem kelenjar getah bening. Selain komplikasi rematik yang telah disebutkan, pengobatan rheumatoid arthritis sendiri juga mampu menimbulkan efek samping, yaitu osteoporosis. Saat dialami, osteoporosis akan membuat tulang menjadi rapuh dan rentan patah.

Baca juga: Sakit Rematik Dilarang Mandi Air Dingin Malam Hari, Benarkah?

Gejala Rheumatoid Arthritis yang Perlu Diwaspadai

Selain nyeri, pembengkakan dan kekakuan pada sendi yang biasanya terjadi pada tangan, kaki, dan pergelangan tangan. Gejala lain yang sering dikeluhkan adalah kemerahan, serta sensasi rasa kaku atau hangat pada sendi terutama saat pagi hari. Awalnya gejala berasal dari sendi kaki yang menimbulkan keluhan seperti:

  • Nyeri pada pergelangan kaki.

  • Nyeri pada tumit dan tulang kering.

  • Perubahan bentuk telapak kaki.

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit yang bersifat kronis atau jangka panjang. Penyakit ini dapat kambuh dan menghilang selama beberapa saat. Selain gejala pada sendi, pengidap akan merasakan gejala di area lain, seperti mata kering, serta nyeri dada.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Jenis-Jenis Rematik 

Langkah Penanganan Rheumatoid Arthritis

Penanganan rematik dilakukan guna mengurangi rasa nyeri dan peradangan, sekaligus mencegah kerusakan sendi semakin bertambah parah. Jika penyakit belum terlalu parah, berikut penanganan yang dapat dilakukan di rumah guna mengurangi gejala rematik:

  • Beristirahat dengan cukup.

  • Batasi aktivitas fisik.

  • Kompres es pada area yang terasa nyeri.

  • Konsumsi makanan dengan kandungan tinggi omega-3, seperti ikan salmon, ikan tuna, atau biji-bijian.

Jika gejala ringan yang muncul tidak ampuh diatasi dengan cara rumahan, dan gejala semakin bertambah parah, maka kamu harus segera mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc agar mendapatkan obat-obatan yang diperlukan. Gejala parah ditandai dengan rasa nyeri yang muncul berulang kali dalam kurun waktu sebulan. Jika obat-obatan tidak berhasil, terapi atau operasi diperlukan guna mengatasi rematik

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Rheumatoid Arthritis.

Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Rheumatoid Arthritis.

Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Want to Know About Rheumatoid Arthritis