Orangtua Ketahui Pencegahan Kleptomania pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Orangtua Ketahui Pencegahan Kleptomania pada Anak

Halodoc, Jakarta - Orang dengan kleptomania tidak memiliki intensi seperti pencuri, yang mengambil barang-barang bernilai tinggi. Mereka biasanya hanya mencuri barang-barang kecil nan murah, yang sebenarnya mampu mereka beli. Hanya saja, mereka merasakan dorongan luar biasa untuk mencuri barang-barang itu, sehingga sulit untuk dikendalikan. Tidak hanya pada orang dewasa, kleptomania juga dapat terjadi pada anak-anak, lho. Ketahui cara pencegahan kleptomania pada anak, yuk!

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kleptomania adalah gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya mengalami kesulitan mengendalikan keinginan atau dorongan untuk mencuri. Gangguan ini dapat muncul terus-menerus. Berbeda dengan orang yang gemar mengutil, orang dengan kleptomania tidak punya sasaran atau rencana yang matang. Keinginan untuk mencuri timbul begitu saja dan sulit sekali hilangnya.

Belum diketahui secara pasti apa penyebab kleptomania. Namun, menurut para ahli kondisi ini sangat besar kaitannya dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Pasalnya, orang dengan kleptomania mengalami kelainan pada saraf dan sirkuit otak yang mengatur sistem reward (ganjaran). Letaknya di bagian depan dan tengah otak manusia. Pola pemikiran orang dengan kleptomania juga mirip dengan orang yang mengalami kecanduan.

Baca juga: Waspada Tanda-Tanda Kleptomania pada Anak

Kleptomania pada anak biasanya dapat dilihat dari kebiasaannya mencuri benda-benda kecil yang bisa dikatakan murah, seperti cokelat, pensil, penghapus, atau mainan. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran di benak orangtua.

Lakukan Hal Ini Agar Anak Terhindar dari Kleptomania

Orangtua mana sih yang ingin anaknya memiliki kebiasaan buruk? Apalagi jika sampai dijuluki ‘pencuri’ oleh teman-temannya. Beberapa tips berikut mungkin bisa diterapkan, untuk menghindari anak dari risiko kleptomania:

1. Jangan Selalu Berkata ‘Tidak’

Apa kamu termasuk orangtua yang gemar berkata ‘tidak’ pada anak, setiap anak meminta sesuatu? Jika iya, sebaiknya mulai kurangi, ya. Sebab, sebenarnya dorongan mencuri dalam diri anak biasanya berawal dari perasaan minder, lho. Beberapa yang tidak bisa menahan keinginannya sendiri bisa berujung minder dengan barang orang lain.

Belum lagi kalau teman-teman di sekolahnya sering memamerkan barang atau mainan baru, ini akan memicu keinginan untuk memiliki barang yang sama. Pada akhirnya, dorongan untuk mengambil barang orang di sekitarnya pun muncul, dan bukan tidak mungkin jika di kemudian hari menjadi suatu kebiasaan.

Oleh karena itu, alih-alih hanya berkata ‘tidak’ pada setiap permintaan anak yang tidak ingin dipenuhi, cobalah untuk memberi penjelasan dan pengertian padanya. Beri pengertian secara lembut bahwa tidak semua hal dan keinginannya bisa dipenuhi.

Baca juga: Ini Sifat yang Menjadi Indikasi Seseorang Kleptomania

2. Tanamkan Nilai Agama dan Budi Pekerti

Rasanya tidak ada agama yang tidak mengajarkan kebaikan. Semua agama tentu mengajak umatnya untuk berbuat baik dan tidak merugikan orang lain, bukan? Oleh karena itu, penting untuk menanamkan nilai-nilai agama dan budi pekerti pada Si Kecil sedini mungkin. Beri pemahaman padanya bahwa mengambil barang orang lain adalah hal yang buruk dan merugikan, sehingga ia tidak boleh melakukannya.

3. Hujani Si Kecil dengan Perhatian dan Kasih Sayang

Mungkin kerap tidak disadari, tetapi setiap bentuk penyimpangan perilaku anak itu rata-rata dipicu oleh kurangnya perhatian dari orangtua. Ketika orangtua terlalu sibuk dengan urusannya dan kurang memperhatikan Si Kecil, bukan tidak mungkin jika ia akhirnya merasa diabaikan dan kurang diperhatikan. Akhirnya, Si Kecil mungkin akan mencari perhatian dari hal-hal lain, sehingga timbullah perilaku menyimpang hingga gangguan seperti kleptomania.

Oleh sebab itu, sesibuk apapun orangtua, pastikan untuk selalu meluangkan waktu untuk menghujani anak dengan perhatian dan kasih sayang. Buat ia merasa sangat dicintai dan diperhatikan. Secara tidak langsung, berbagai dorongan negatif yang mungkin muncul dalam dirinya akan berkurang.

Baca juga: Begini Cara Menghadapi Teman yang Kleptomania

4. Buat Anak Sibuk dengan Berbagai Aktivitas Positif

Ini merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk menghindari anak dari berbagai hal negatif. Ikutkan anak pada berbagai aktivitas positif, di luar sekolah, yang juga tentunya ia sukai. Jika Si Kecil suka olahraga tertentu, cobalah untuk daftarkan ia pada kelas-kelas olahraga tersebut.

Selain aktivitas di luar rumah, orangtua juga bisa mengajak anak untuk melakukan kegiatan bersama di dalam rumah, seperti memasak di dapur, berkebun, membersihkan rumah, atau mungkin bersepeda bersama di sekitar rumah. Selain bisa mengalihkan perhatian anak dari hal-hal yang mungkin memicu kleptomania, berbagai aktivitas fisik yang dilakukan juga bisa merangsang produksi hormon endorfin yang memunculkan rasa bahagia.

Itulah sedikit penjelasan tentang cara mencegah kleptomania pada anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!