Organ Hati Rusak, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Organ Hati Rusak, Apa Bahayanya Bagi Tubuh?

Halodoc, Jakarta – Organ hati yang rusak umumnya disebut dengan gagal hati yang saat sebagian besar hati telah rusak dan tidak dapat berfungsi lagi. Gagal hati merupakan kondisi yang muncul secara bertahap selama bertahun-tahun. Ada pula gagal hati akut yang kemunculannya cepat hanya dalam beberapa hari sampai minggu dan gejala awalnya sulit dideteksi.

Gagal hati adalah kondisi yang mengancam jiwa yang menuntut perawatan medis yang mendesak. Lantas, apa sih yang menyebabkan gagal hati?

Baca Juga: 5 Penyebab Gangguan Liver yang Mesti Dihindari

Apa Dampak Kerusakan Hati Bagi Tubuh?

Ada beberapa kondisi medis yang mengawali terjadinya gagal hati yang berkembang secara bertahap (kronis) atau secara tiba-tiba (akut). Gagal hati kronis umumnya disebabkan oleh sirosis atau fibrosis pada hati. Penyebab fibrosis atau sirosis hati, antara lain penyakit hepatitis B atau C, konsumsi alkohol jangka panjang, dan hemokromatosis atau malnutrisi.

Sedangkan gagal hati akut bisa disebabkan karena overdosis parasetamol, reaksi terhadap tumbuhan herbal, menelan jamur beracun, ataupun virus hepatitis A, B, dan C yang lebih rentan menyerang anak-anak. Kondisi medis tersebut bisa memicu gagal hati yang menyebabkan sejumlah kondisi serius, seperti gagal ginjal, mudah mengalami perdarahan dan terserang infeksi, serta pembengkakan otak akibat penimbunan cairan di otak.

Apakah Gagal Hati Bisa Diobati?

Pengobatan gagal hati tergantung pada apakah itu akut atau kronis. Untuk gagal hati kronis, pengobatannya berfokus pada menjaga pola makan dan menerapkan  gaya hidup sehat, seperti:

  • Menghindari konsumsi alkohol atau obat-obatan yang dapat membahayakan fungsi hati.

  • Mengurangi makanan tertentu, seperti daging merah, keju, dan telur.

  • Menjaga berat badan tetap ideal atau menurunkan berat badan bagi individu yang memiliki bobot berlebih.

  • Rutin mengontrol faktor risiko metabolik, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

  • Mengurangi atau tidak sama sekali mengonsumsi garam yang biasanya dicampur ke dalam makanan.

Baca Juga: Gagal Hati Pengaruhi Kondisi Mental, Kok Bisa?

Sedangkan pada gagal hati akut penanganannya dapat berupa:

  • Memberikan cairan infus secara intravena untuk mempertahankan tekanan darah.

  • Memasang alat bantu pernapasan apabila pengidap mengalami gagal napas

  • Pemberian obat pencahar atau enema untuk membantu mengeluarkan toksin.

  • Pemantauan glukosa darah apabila kadar gula darah menurun.

  • Transfusi darah jika mengalami pendarahan berlebihan.

  • Menggunakan tabung pernapasan apabila pengidap kesulitan bernapas.

Kondisi medis yang berhubungan dengan hati biasanya dirawat oleh spesialis penyakit dalam ahli hepatologi. Ahli hepatologi umumnya menyarankan transplantasi hati bagi pengidap gagal hati akut atau kronis. Sebelum transplantasi, dokter akan memeriksa pendonor hati untuk memastikan organ baru masih sehat dan layak untuk didonorkan.

Langkah Pencegahan Gagal Hati

Cara terbaik untuk mencegah gagal hati adalah dengan mengobati kondisi medis yang mendasarinya. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan, yakni:

  • Mendapat vaksin hepatitis atau suntikan imunoglobulin untuk mencegah hepatitis A atau B.

  • Menerapkan pola makan sehat

  • Hindari konsumsi alkohol.

  • Hindari konsumsi parasetamol berlebihan.

  • Patikan untuk mencuci tangan dengan benar agar terhindar dari virus dan bakteri.

  • Hindari berbagi barang perlengkapan mandi pribadi, seperti sikat gigi dan pisau cukur.

  • Hindari melakukan tato permanen atau tindik badan. Apabila telah ingin melakukan tato atau tindik pastikan kondisinya kebersihan jarum dan semua peralatannya.

  • Pastikan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim

  • Hindari penggunaan obat-obatan terlarang.

Baca Juga: Alami Penyakit Hati, Ini 6 Makanan yang Perlu Dihindari

Kalau kamu punya keluhan kesehatan di atas, jangan ragu untuk bertanya ke dokter Halodoc untuk berdiskusi seputar organ hati yang rusak. Klik fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc biar lebih praktis menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!