Pegal Muncul, Ini Pantangan Asam Urat yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pegal Muncul, Ini Pantangan Asam Urat yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Asam urat adalah penyakit yang terbilang umum terjadi pada penduduk Indonesia. Ketika terjadi, seseorang merasakan sakit pada kakinya hingga kesulitan untuk berjalan. Penyakit ini adalah bentuk radang pada sendi yang dapat menyerang semua orang.

Salah satu gejala asam urat yang umum terjadi adalah munculnya rasa pegal. Hal ini membuat kamu terbangun pada tengah malam dengan perasaan kaki seperti terbakar. Cara untuk menghindari kekambuhan maka pengidapnya harus menghindari makanan yang menjadi pantangannya. Berikut ini pembahasannya!

Baca juga: Deretan Makanan yang Tinggi Asam Urat

Pantangan Asam Urat agar Tidak Mengalami Kekambuhan

Asam urat ketika menyerang seseorang menimbulkan rasa sakit yang tiba-tiba dan parah, pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada sendi. Hal ini umum terjadi pada pangkal ibu jari kaki. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyerang bagian tubuh lain, seperti jari, pergelangan tangan, lutut, dan tumit.

Penyakit ini terjadi ketika pada darah terlalu banyak kandungan asam urat. Kandungan asam urat sendiri adalah produk limbah yang diproduksi oleh tubuh ketika mencerna makanan tertentu. Saat asam urat tinggi, kristal menumpuk di sendi dan memicu pembengkakan dan peradangan.

Kebanyakan orang yang mengalami gangguan ini disebabkan tubuhnya kesulitan untuk menghilangkan kelebihan asam urat yang ada. Sehingga, asam urat yang ada menumpuk, menetap, serta mengkristal pada sendi tubuh. Hal ini umum terjadi karena pola makan yang sembarangan. Jika kamu ingin mengatur pola makan dan ingin saran dari profesional, dokter dari Halodoc dapat membantu. Caranya mudah, kamu tinggal download aplikasinya di smartphone saja, ya!

Seseorang yang mengalami gangguan ini harus menjalani pantangan asam urat agar tidak kambuh. Makanan yang memicu kekambuhan pada penyakit ini kebanyakan kaya kandungan purin. Hal ini umumnya ditemukan secara alami pada makanan. Saat mencerna purin, tubuh menghasilkan asam urat sebagai produk limbah.

Seseorang yang mengidap asam urat terbilang lambat untuk menghilangkan kelebihan asam urat. Maka dari itu, seseorang dengan gangguan ini harus melakukan diet tinggi purin yang membuat asam urat menumpuk dan menyebabkan kekambuhan. Berikut ini beberapa makanan dan minuman yang dapat menyebabkan asam urat kambuh, yaitu:

  1. Daging Merah

Salah satu pantangan asam urat yang harus dihindari adalah mengonsumsi daging merah. Sebenarnya, kamu masih dapat mengonsumsi makanan ini, tetapi porsi dan intensitasnya harus benar-benar dikurangi. Hal tersebut karena pada daging mengandung purin yang tinggi, sehingga rentan menyebabkan kekambuhan asam urat. Kamu dapat mengonsumsi daging tanpa lemak, seperti daging unggas.

Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Urat

  1. Makanan Laut

Makanan laut menjadi salah satu pantangan pengidap asam urat yang harus dilakukan. Kerang dan beberapa makanan laut lainnya, seperti sarden dan kerang juga kaya kandungan purin. Walau begitu, manfaat dari makanan laut ini secara keseluruhan menjadi pertimbangan tersendiri.

  1. Minuman Bersoda

Pantangan pengidap asam urat lainnya adalah mengonsumsi minuman bersoda. Kandungan fruktosa gula dalam minuman ringan tidak tinggi kandungan purin, tetapi tubuh memecahnya untuk membentuk purin. Seseorang yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi minuman ini akan mengalami peningkatan risiko terhadap asam urat.

Baca juga: 17 Makanan yang Menyebabkan Asam Urat

  1. Alkohol

Semua minuman beralkohol masuk dalam pantangan terhadap seseorang dengan asam urat. Minuman beralkohol mengandung purin tinggi yang meningkatkan risiko terhadap penyakit tersebut. Semakin banyak jumlah alkohol yang dikonsumsi, semakin besar risikonya. Maka dari itu, kamu harus mengonsumsi alkohol pada takaran moderat.

 

Referensi:
Creakyjoints.org .Diakses pada 2019.High-Purine Foods: 4 Foods to Avoid Eating with Gout
US News.Diakses pada 2019.Food and Drink to Avoid – or at Least Limit – With Gout