• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Pertama Herpes Zoster pada Anak

Penanganan Pertama Herpes Zoster pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Herpes zoster adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan ruam yang menyakitkan. Bayangkan bila penyakit tersebut terjadi pada Si Kecil. Ia pasti akan merasa tidak nyaman dan tersiksa oleh gejala herpes zoster yang muncul. Oleh karena itu, orangtua perlu tahu penanganan pertama herpes zoster pada anak di sini.

Baca juga: Benarkah Pengidap Kanker Berisiko Alami Herpes Zoster?

Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella zoster, yaitu virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Itulah mengapa anak yang pernah mengalami cacar air lebih berisiko mengalami herpes zoster. Hal ini karena setelah mengalami cacar air, virus dapat tinggal secara tidak aktif di jaringan saraf di dekat sumsum tulang belakang dan otak. Bertahun-tahun kemudian, virus dapat aktif kembali sebagai herpes zoster. 

Meskipun dapat terjadi di mana saja di tubuh, herpes zoster paling sering menimbulkan ruam di salah satu sisi tubuh atau wajah. Ruam tersebut dapat menjadi lepuh merah yang dipenuhi cairan. Kemudian, lepuhan biasanya dapat mengering dan mengeras dalam 7 sampai 10 hari.

Bila terjadi pada anak-anak yang masih kecil, gejala herpes zoster dapat membuat mereka merasa sangat terganggu dan tidak nyaman. Si Kecil mungkin akan merasa kesemutan, gatal atau sakit di area di mana ruam muncul. Meskipun rasa sakit ruam dapat bervariasi pada tiap pengidap, mulai dari ringan sampai berat. Selain itu, beberapa anak dengan herpes zoster juga mungkin mengalami demam dan sakit kepala serta merasa lelah dan sakit.

Baca juga: Gejala Awal Herpes Zoster yang Harus Dipahami

Cara Menangani Herpes Zoster pada anak

Herpes zoster pada anak tidak selalu membutuhkan pengobatan. Penanganan pertama yang mungkin dapat ibu lakukan adalah memberikan pengobatan untuk menghilangkan gejalanya yang mengganggu seperti rasa sakit dan gatal.

Obat parasetamol yang dijual bebas dapat digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri yang tidak terlalu parah. Namun ingat, hindari mengoleskan krim atau losion ke ruam untuk meredakan rasa gatalnya. Bila Si Kecil sudah menggaruk ruam dan merusak kulit, pastikan ibu mencuci area tersebut dengan baik.

Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, ibu tetap dianjurkan untuk membawa anak yang mengalami herpes zoster ke dokter. Bila dirasa perlu, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus dan obat pengontrol rasa sakit. 

Obat-obatan antivirus, seperti acyclovir atau valacyclovir dapat digunakan untuk:

  • Membantu menyembuhkan ruam kulit.

  • Menghentikan pertumbuhan virus agar tidak bertambah banyak.

  • Membantu mengendalikan rasa sakit.

Sedangkan obat pengontrol rasa sakit (dalam bentuk krim, spray, atau tempelan kulit) yang dijual bebas atau dengan menggunakan resep bermanfaat untuk:

  • Membantu mengendalikan rasa sakit.

  • Meredakan peradangan (pembengkakan dan kemerahan).

Ingat, obat-obatan tersebut tidak dapat menghilangkan virus dari tubuh, tetapi setidaknya mereka dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Tanyakan pada dokter apakah ada perawatan lain yang diperlukan untuk membantu mengobati herpes zoster pada anakmu.

Saat ruam anak sudah sembuh, orangtua tetap perlu menjaga kebersihan area tersebut. Bersihkan area munculnya ruam dengan air mengalir dan sabun secara lembut, lalu gunakan kompres dingin dan basah ke atas lepuhan beberapa kali dalam sehari untuk meringankan rasa sakit dan gatal. Untuk mencegah anak menularkan virus ke orang lain, tutupilah ruam setiap saat.

Baca juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Gatal pada Kulit

Nah, itulah penanganan pertama yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi herpes zoster pada anak. Untuk membeli obat-obatan yang ibu butuhkan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order lewat fitur Buy Medicines dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Shingles.
Raising Children. Diakses pada 2020. Shingles.