Pengaruh Kemoterapi pada Risiko Terkena Toksoplasmosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kemoterapi penyebab toksoplasmosis

Halodoc, Jakarta - Bagi kamu yang hobi memelihara kucing, pasti kamu sudah tidak asing dengan istilah toksoplasmosis, bukan? Ya, kondisi ini merupakan infeksi yang terjadi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa Toxoplasma gondii (T. Gondii). Parasit ini sering ditemukan pada kotoran kucing, atau daging yang belum matang. Tidak hanya itu, parasit ini juga menyerang sebagian besar spesies makhluk hidup berdarah panas, seperti domba, babi, dan manusia.

Infeksi parasit T. Gondii pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini. Namun, jika parasit ini menyerang seseorang dengan imunitas yang buruk atau ibu hamil, perlu dilakukan penanganan medis yang serius untuk menghindari komplikasi yang berat. Toksoplasmosis disebarkan dari hewan ke manusia, bukan antar manusia. Kecuali pada ibu hamil yang terinfeksi, dia akan menularkan kepada janinnya. Kondisi ini dapat berakibat keguguran atau kematian janin dalam kandungan.

Setelah terjadi toksoplasmosis, parasit T. Gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini. Namun, saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. Gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah.

Kebanyakan orang yang terinfeksi toksoplasma tidak menunjukkan gejala. Gejala biasanya berupa pembengkakan kelenjar getah bening leher dan gejala flu yang reda dalam beberapa minggu atau bulan tanpa pengobatan. Pada orang tanpa gangguan imunitas, toksoplasmosis hanya bergejala pada 10-20 persen pengidap yang terinfeksi. Pada kelompok pengidap ini, toksoplasmosis merupakan penyakit ringan dan dapat sembuh spontan.  

Pada pengidap yang mempunyai imunitas yang rendah, gejala yang terjadi dapat berupa:

  • Ruam, demam, menggigil, lemas, dan sesak napas, jika toksoplasmosis menyebar ke seluruh tubuh.

  • Sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, tampak bingung, kejang, hingga koma, jika toksoplasmosis menyerang otak.

  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher berukuran kurang dari 3 sentimeter dan tidak terasa nyeri.

  • Berkeringat pada malam hari, dan terasa pegal-pegal. Kondisi ini dapat disertai dengan nyeri tenggorokan.

  • Nyeri pada perut akibat pembesaran kelenjar getah bening yang terjadi di sekitar usus.

  1. Gondii merupakan organisme yang dapat tumbuh pada jaringan banyak hewan. Namun, parasit ini lebih banyak terdapat dalam tubuh kucing. Parasit bertelur dalam lapisan usus kucing, dan bisa keluar bersama kotoran hewan tersebut. Penyebaran infeksi T. Gondii pada manusia dapat terjadi dengan cara:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit T. Gondii, termasuk daging mentah yang mengandung parasit ini.

  • Melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi parasit ini.

  • Melalui plasenta ibu hamil, yang menyebarkan infeksi pada janin.

  • Terpapar kotoran kucing yang mengandung parasit T. Gondii.

Toksoplasmosis dapat menjadi gangguan kesehatan serius apabila pengidap sedang mengidap penyakit yang mengharuskan untuk dilakukannya kemoterapi, mengonsumsi obat kortikosteroid atau imunosupresif dalam jangka panjang, serta mengidap HIV/AIDS. Untuk itu, sebagai langkah pencegahan kamu perlu menghindari parasit ini dengan cara memasak daging dengan benar-benar matang, mencuci tangan sesering mungkin, kenakan sarung tangan saat sedang berkebun, dan jaga kesehatan dan kebersihan hewan peliharaan.

Kamu ingin mengetahui apa saja langkah pencegahan selanjutnya yang harus dilakukan? Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, pesananmu akan sampai dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya segera di Google Play atau App Store!

Baca juga: