Pengidap 6 Penyakit Ini Enggak Boleh Jadi Donor Darah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pengidap 6 Penyakit Ini Enggak Boleh Jadi Donor Darah

Halodoc, Jakarta – Rutin melakukan donor darah adalah dianjurkan untuk dilakukan bagi kesehatan. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukan donor darah. Ada kualifikasi tertentu yang menjadi acuan buat seseorang bisa melakukan donor. Hal ini bertujuan agar donor darah tidak menempatkannya pada risiko kesehatan dan tidak membahayakan orang lain.

Orang-orang dengan penyakit tertentu yang menular tidak disarankan untuk melakukan donor darah, termasuk mereka yang mengidap penyakit ini:

  1. HIV/AIDS.

  2. Hepatitis.

  3. Penyakit jantung.

  4. Infeksi menular seks.

  5. Penyakit paru-paru.

  6. Kanker.

Salah satu penyebaran HIV/AIDS adalah melalui kontak darah, sehingga orang yang mengidap penyakit ini tidak bisa menjadi donor darah buat orang lain. Tindakan ini bisa menyebabkan penularan dan penyebaran virus yang menempatkan risiko kesehatan pada orang yang menerima donor darah tersebut.

Kondisi lain yang memungkinkan untuk tidak dipertimbangkan menjadi pendonor adalah jika memiliki tato dan tindik badan.

Orang yang mengidap penyakit hepatitis semua tipe juga dilarang untuk melakukan donor darah, karena bisa menyebarkan sakitnya. Termasuk juga mereka yang mengidap penyakit infeksi menular seks dan paru-paru.

Baca juga: Inilah Manfaat dan Efek Samping Donor Darah

Umumnya, mereka yang mengidap penyakit menular tidak disarankan untuk melakukan donor. Sedangkan penyakit jantung dan kanker, terutama kanker darah memiliki kondisi tubuh dan imun yang lemah, sehingga menyumbangkan volume darah yang bisa membuat kondisi tubuh mengalami penurunan. Kondisi ini tidak disarankan untuk dilakukan.

Beberapa kelompok orang yang dianggap lebih berisiko secara statistik dari infeksi HIV tidak memenuhi syarat untuk menyumbangkan darah, baik untuk jangka waktu tertentu maupun seumur hidup. Ini termasuk:

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Golongan Darah

  1. Laki-laki yang melakukan hubungan intim dengan sesama laki.

  2. Pekerja seks komersial.

  3. Pengguna obat-obatan terlarang.

Meskipun aturan-aturan ini terkesan diskriminatif, namun informasi mengenai hal ini dibutuhkan untuk menekan penyebaran penyakit berbahaya. Aktivitas lain yang memungkin kamu untuk menunda donor darah bila memiliki tato atau tindik badan.

Ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam proses mendonorkan darah adalah:

  1. Sehat lahir batin.

  2. berusia minimal 17 tahun.

  3. Berat minimal 50 kilogram.

  4. Hb dalam range 12,5 -17g/dL.

  5. Tidak menyumbangkan darah dalam 8 minggu terakhir.

  6. Tidak konsumsi obat pengencer darah atau obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati jerawat, kebotakan, pembesaran prostat, ataupun beberapa kondisi lain.

  7. Bagi wanita, tidak boleh dalam masa menstruasi.

Sebelum mendonorkan darah, pendonor harus tidur nyenyak, makan-makanan yang seimbang, dan minum cairan tambahan yang non-alkohol dan non-kafein. Akan ada pemeriksaan tekanan darah, suhu, detak jantung, dan pertanyaan seputar kesehatan. Misalnya, apakah melakukan perjalanan tertentu yang memungkinkan kamu berisiko lebih tinggi untuk beberapa penyakit.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

Manfaat Menyumbangkan Darah

Menyumbangkan darah memiliki manfaat untuk kesehatan emosi dan fisik. Ini termasuk mengurangi stres, meningkatkan emosional, bermanfaat bagi kesehatan fisik, membantu menghilangkan perasaan negatif, memberikan rasa memiliki dan mengurangi isolasi, serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Manfaat menyumbangkan darah yang lain adalah bisa sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Soalnya, sebelum kamu melakukan donor darah ada pemeriksaan untuk tahu apakah darahmu lulus kualifikasi sebagai darah sehat untuk didonorkan atau tidak. Ini bisa jadi semacam deteksi dini terhadap kondisi medis yang mendasari atau faktor risiko penyakit tertentu.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai jenis-jenis penyakit yang tidak boleh mendonorkan darah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.