01 October 2018

Pengidap Asam Urat Sebaiknya Lakukan Diet, Catat Tipsnya

asam urat, diet penderita asam urat, cara diet penderita asam urat

Halodoc, Jakarta -  Rematik asam urat merupakan sejenis penyakit arthritis yang terjadi bila kamu memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Kadar asam urat itu membentuk kristal yang tajam di satu atau lebih sendi, hingga menimbulkan rasa sakit. Pada dasarnya, kita dapat meminimalisir risiko penyakit rematik asam urat, di antaranya dengan menghindari makanan yang mengandung kadar purin tinggi.

Makanan berkadar purin tinggi di antaranya adalah daging merah, jeroan, ikan berminyak, dan makanan laut. Kamu pun harus menghindari minuman manis yang kaya akan kandungan gula dan juga makanan ringan. Selain itu, kita perlu menjaga berat badan yang sehat, melakukan diet yang seimbang, melakukan olahraga secara teratur, dan mencoba aktivitas yang tidak terlalu mengganggu persendian. Cobalah ikuti cara diet penderita asam urat berikut ini:

1. Pembatasan Purin

Jika telah terjadi pembengkakan sendi, diet penderita asam urat harus bebas purin. Namun, karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nucleoprotein, maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka dari itu, hal yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 miligram purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 miligram purin per hari).

2. Kalori Sesuai Kebutuhan

Jumlah asupan kalori harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Pengidap gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat, karena adanya ketone bodies yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urine. Maka dari itu hal ini jadi salah satu cara diet penderita asam urat.

3. Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat komplek seperti nasi, singkong, roti, dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh pengidap gangguan asam urat, karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirup sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

4. Rendah Protein

Protein yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru, dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram per hari atau 0,8-1 gram per kilogram berat badan per hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju, dan telur.

5. Rendah Lemak

Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urine. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine atau mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.

6. Tinggi Cairan

Konsumsi banyak cairan dapat membantu membuang asam urat melalui urine. Oleh karena itu, kamu sebaiknya menghabiskan minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Hindari mengonsumsi alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Agar diet penderita asam urat dan pola makan kamu optimal, sebaiknya kamu juga berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Diskusi dengan dokter akan lebih praktis melalui aplikasi Halodoc karena bisa via Chat atau Voice/Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: