• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Rentan Terkena Hidradenitis Suppurativa

Pengidap Diabetes Rentan Terkena Hidradenitis Suppurativa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pengidap Diabetes Rentan Terkena Hidradenitis Suppurativa

Halodoc, Jakarta – Hidradenitis suppurativa ternyata lebih rentan menyerang pengidap penyakit diabetes. Bukan tanpa alasan, orang dengan riwayat penyakit diabetes memang diketahui lebih berisiko mengalami komplikasi penyakit, termasuk masalah kulit. Hidradenitis suppurativa adalah penyakit yang menyerang bagian kulit yang memiliki rambut dan kelenjar keringat. 

Hidradenitis suppurativa diawali dengan munculnya benjolan kecil seukuran kacang di area pergesekan kulit. Penyakit ini tergolong sebagai gangguan kesehatan jangka panjang. Benjolan tanda hidradenitis suppurativa sering muncul di seputar ketiak atau lipatan paha. Benjolan kecil yang muncul bisa terasa nyeri atau berisi nanah. 

Baca juga: Diet Tepat untuk Hidradenitis Suppurativa

Diabetes dan Faktor Risiko Hidradenitis Suppurativa Lain

Hidradenitis suppurativa terjadi karena adanya sumbatan pada saluran atau lubang tempat tumbuhnya rambut (folikel rambut). Sumbatan juga bisa terjadi pada kelenjar keringat dan memicu terjadinya peradangan. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab sumbatan bisa terjadi. 

Tersumbatnya folikel rambut atau kelenjar keringat diduga berkaitan dengan hormon dan respon sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, hidradenitis suppurativa juga diduga memiliki beberapa faktor risiko, mulai dari faktor usia, jenis kelamin, faktor genetik, hingga gaya hidup dan riwayat penyakit yang dimiliki, termasuk penyakit diabetes. 

Seperti diketahui, penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan tepat bisa meningkatkan risiko munculnya komplikasi. Ada banyak komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit ini, salah satunya adalah gangguan kulit seperti hidradenitis suppurativa. Sangat penting untuk mengetahui gejala dari penyakit ini agar penanganan yang tepat bisa dilakukan. 

Baca juga: Kenali Hidradenitis Suppurativa dari Gejala Ini

Gangguan kulit hidradenitis suppurativa ditandai dengan munculnya benjolan kecil di kulit sekitar folikel rambut. Penyakit ini paling rentan terjadi pada beberapa bagian kulit yang banyak memiliki kelenjar keringat. Selain itu, benjolan juga bisa muncul di area yang sering terjadi gesekan, seperti ketiak, lipatan paha, bagian dalam paha, serta area di sekitar bokong. 

Benjolan yang muncul umumnya keras, dan meradang. Benjolan akibat hidradenitis suppurativa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan gatal. Umumnya benjolan akan hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, ada risiko benjolan bisa muncul kembali dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut permanen pada kulit. 

Gejala dan benjolan yang muncul dibedakan ke dalam beberapa tingkat, sesuai dengan keparahannya. Gejala hidradenitis suppurativa dibagi menjadi beberapa stadium, di antaranya: 

Stadium 1

Ini adalah tahap awal terjadinya hidradenitis suppurativa. Pada tingkat ini, abses muncul di satu atau beberapa area. Namun, keberadaannya terpisah satu dengan yang lain tanpa membentuk jaringan parut atau saluran sinus. 

Stadium 2 

Saat memasuki stadium 2, abses sering kambuh di satu atau beberapa area dan saluran sinus mulai terbentuk. Saluran sinus adalah saluran nanah yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Saluran ini menghubungkan area-area benjolan, sehingga infeksi dan peradangan yang terjadi lebih meluas.

Baca juga: Pengobatan Biologis dan Hidradenitis Suppurativa, Temukan Faktanya!

Stadium 3

Ini adalah tingkat yang paling parah dari gejala penyakit hidradenitis suppurativa. Pada stadium 3, abses muncul di beberapa area dan terhubung oleh saluran sinus.

Masih penasaran seputar kaitan penyakit hidradenitis suppurativa dan diabetes? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Kamu juga bisa menyampaikan gejala penyakit yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play!

Referensi:
Patient. Diakses pada 2020. Hidradenitis Suppurativa. 
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About Hidradenitis Suppurativa. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hidradenitis suppurativa.