Pengidap Sindrom Turner Rentan Alami Pectus Excavatum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pengidap Sindrom Turner Rentan Alami Pectus Excavatum

Halodoc, Jakarta - Pectus excavatum adalah suatu kondisi ketika tulang dada seseorang masuk ke dalam. Dalam kasus yang parah, pectus excavatum dapat terlihat seolah-olah bagian tengah dada telah diambil, seperti terjadi penyok yang dalam.

Sementara tulang dada yang cekung sering terlihat tidak lama lahir, gangguan tersebut akan lebih parah saat pertumbuhan remaja. Gangguan ini disebut juga dengan corong dada dan pectus excavatum lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Seseorang yang mengidap pectus excavatum yang parah dapat mengalami gangguan fungsi jantung dan paru-paru. Selain itu, pectus excavatum yang ringan dapat membuat anak-anak merasa sadar apabila mengalami kelainan. Walau begitu, pembedahan dapat memperbaiki kelainan bentuk yang terjadi.

Baca Juga : Gejala dari Pectus Excavatum

Pengidap Sindrom Turner Rentan Terserang Pectus Excavatum

Salah satu hal yang dapat menyebabkan seorang wanita mengidap pectus excavatum adalah karena orang tersebut mengidap sindrom turner. Seorang pengidap sindrom turner tubuhnya mengalami kehilangan atau kelainan kromosom X kedua, minimal pada satu garis sel pada wanita fenotipe. Sebagian besar seseorang yang terserang gangguan ini mendapat warisan kromosom dari sang ibu.

Kebanyakan wanita yang mengidap sindrom Turner mengalami beberapa masalah, seperti perawakan yang pendek dan gangguan pada ovarium. Gejala paling umum yang terjadi pada pengidap sindrom Turner memang tubuh yang lebih pendek dibandingkan orang yang normal. Selain itu, walaupun mengalami gangguan ovarium, beberapa wanita dapat hamil dengan bantuan reproduksi.

Sindrom turner juga dihubungkan dengan peningkatan risiko cacat jantung bawaan, limfedema bawaan, malformasi ginjal, gangguan pendengaran, osteoporosis, obesitas, dan diabetes. Sindrom turner juga juga dapat menyebabkan seorang wanita mengidap pectus excavatum.

Gejala Pectus Excavatum

Pada sebagian besar orang yang mengidap pectus excavatum, satu-satunya tanda atau gejala yang timbul adalah sedikit lekukan pada dada. Pada beberapa orang, kedalaman lekukan memburuk pada masa remaja awal dan dapat terus memburuk hingga dewasa.

Pada kasus pectus excavatum yang parah, tulang dada dapat menekan paru-paru dan jantung. Tanda dan gejala mungkin termasuk:

  • Menurunkan toleransi berolahraga.
  • Detak jantung berdebar cepat.
  • Infeksi saluran pernapasan berulang.
  • Mengi atau batuk.
  • Sakit dada.
  • Murmur jantung.
  • Kelelahan.

Baca Juga : Pengobatan bagi Pengidap Pectus Excavatum

Komplikasi Pectus Excavatum

Seseorang yang mengidap pectus excavatum yang parah dapat menekan jantung dan paru-paru atau mendorong jantung ke salah satu sisi. Bahkan, kasus pectus excavatum yang ringan dapat menyebabkan masalah citra diri. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh pectus excavatum:

  1. Masalah Jantung dan Paru-Paru

Jika kedalaman lekukan tulang dada terbilang parah, hal itu dapat mengurangi jumlah ruang yang harus diperbesar oleh paru-paru. Kompresi ini juga dapat menekan jantung, mendorongnya ke sisi kiri dada, dan mengurangi kemampuannya untuk memompa secara efisien.

  1. Masalah Citra Diri

Anak-anak yang memiliki pectus excavatum juga cenderung memiliki postur membungkuk ke depan, dengan tulang rusuk dan tulang belikat yang melebar. Banyak yang sangat sadar diri tentang penampilannya, sehingga orang tersebut menghindari aktivitas, seperti berenang, dikarenakan lekukan di dada lebih sulit untuk ditutupi dengan pakaian.

Baca Juga : Pengidap Sindrom Marfan Rentan Terkena Pectus Excavatum

Itulah pembahasan tentang seseorang yang mengidap sindrom Turner dapat terserang pectus excavatum. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!