Kadar Hormon Tiroid Tak Seimbang, Waspada 2 Penyakit Ini

Kadar Hormon Tiroid Tak Seimbang, Waspada 2 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Di dalam tubuh manusia, hormon tiroid adalah salah satu hormon paling penting karena keberadaannya memengaruhi kinerja tiap sel dan organ. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar yang bentuknya seperti kupu-kupu yang berada di tengah leher bagian depan.

Terdapat tiga jenis hormon yang diproduksi dan dilepaskan oleh kelenjar tiroid, yakni hormon tiroksin (T4), triiodothyronine (T3), dan kalsitonin. 

Karena begitu penting, maka kadar dari hormon ini tidak boleh lebih atau kurang. Terdapat beberapa hal yang memengaruhi kadar hormon ini, antara lain:

  • Masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak.

  • Kelenjar tiroid yang rusak, misalnya karena paparan radiasi.

  • Pengaruh obat yang mengandung litium (Li).

  • Operasi pengangkatan kelenjar tiroid.

  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kelenjar Tiroid

Penyakit Gangguan Hormon Tiroid

Jika kadarnya tidak seimbang, maka ada beberapa jenis penyakit yang dapat terjadi, yaitu:

Hipertiroidisme

Kondisi ini adalah saat seseorang memiliki kadar hormon tiroid yang berlebih. Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid terlalu aktif. Beberapa gejala yang  muncul, antara lain: 

  • Mengalami penurunan berat badan.

  • Gemetar atau tremor.

  • Mengalami kerontokan rambut.

  • Menjadi gugup atau gelisah.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Tubuh mengeluarkan keringat secara berlebih.

  • Sensitif atau tidak tahan dengan suhu panas.

  • Gelisah dan susah tidur.

  • Mudah lelah.

  • Detak jantung menjadi cepat.

Hipotiroidisme 

Kondisi ini terjadi jika kelenjar tiroid hanya memproduksi sedikit hormon tiroid. Karena hal ini maka proses metabolisme tubuh menjadi terganggu. Beberapa gejala yang akan muncul, antara lain:

  • Mengalami metabolisme tubuh yang lambat.

  • Mudah mengalami kenaikan berat badan.

  • Mudah lelah.

  • Gangguan memori.

  • Susah buang air besar atau konstipasi.

  • Terlalu peka terhadap udara dingin.

  • Detak jantung lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

  • Memiliki kulit kering.

  • Memiliki suara yang serak.

  • Rambut kering dan mudah patah.

  • Mengalami depresi.

Baca Juga: Kenali 4 Jenis & Ciri-Ciri dari Kanker Tiroid

Bagaimana Cara Mengobati Gangguan Kadar Hormon Tiroid?

Gangguan hormon tiroid tidak boleh kamu sepelekan. Apalagi jika terjadi pada wanita, hal ini bisa memengaruhi siklus menstruasi yang bisa mengganggu kesuburan. Pengobatan untuk kanker tiroid sering melibatkan beberapa kombinasi dari tiroidektomi (operasi pengangkatan kelenjar), yodium radioaktif, terapi radiasi, obat antikanker, dan penekanan hormon.

Cara untuk mengatasi hipotiroidisme maka dibutuhkan terapi penggantian hormon tiroid. Dengan pengobatan ini, pemberian oral hormon sintetis buatan diberikan untuk mengganti hormon yang hilang. Pengobatan ini perlu dilakukan seumur hidup. Untungnya, efek samping jarang terjadi. Namun, jika terlalu banyak penggunaan hormon tiroid, mungkin Anda akan mengalami pusing, jantung berdebar-debar, dan kesulitan tidur. 

Sementara itu hipertiroidisme dapat diatasi dengan menggunakan obat, yakni yodium (termasuk yodium radioaktif), obat antitiroid atau operasi. Yodium radioaktif dapat menghancurkan bagian dari kelenjar tiroid. Hanya dibutuhkan tingkat cukup rendah untuk mengatasi hal ini sehingga tidak ada kerusakan ke seluruh tubuh. Penting diingat bahwa yodium adalah kontraindikasi pada wanita hamil karena dapat merusak perkembangan kelenjar tiroid janin. Selain itu, pasien dapat menggunakan obat anti-tiroid agar hipertiroid terkontrol dalam waktu 6 minggu sampai 3 bulan.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik untuk Pengidap Tiroid

Itulah dua jenis penyakit yang bisa muncul akibat hormon tiroid yang tidak imbang. Jika kamu merasakan gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, maka kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu pun bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Praktis, bukan? Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!