Penyakit Maag Bisa Berujung Kanker Lambung?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyakit Maag Bisa Berujung Kanker Lambung?

Halodoc, Jakarta – Mag adalah kondisi yang umum dan bisa terjadi pada siapa saja. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai penyakit, padahal mag adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan gejala dan keluhan yang berasal dari lambung. Gejala yang sering muncul pun beragam, salah satunya nyeri ulu hati. Namun, benarkah mag bisa berujung pada kanker lambung

Sebelumnya perlu diketahui, kanker lambung merupakan penyakit yang muncul karena adanya pertumbuhan sel lambung secara abnormal dan tidak terkendali. Umumnya, pertumbuhan sel abnormal ini terjadi karena perubahan genetik. Gejala penyakit ini adalah perut kembung atau nyeri ulu hati dan sering disalahartikan sebagai mag. 

Baca juga: Kenali 4 Pengobatan untuk Atasi Kanker Lambung

Mengenal Kanker Lambung dan Gejalanya 

Segala bentuk gejala penyakit yang terjadi karena ada gangguan pada lambung dikategorikan sebagai mag. Namun, pada kondisi yang lebih parah gejala-gejala yang muncul bisa jadi merupakan tanda dari penyakit yang serius, seperti kanker lambung. Penyakit ini jarang menunjukkan gejala yang spesifik, terutama pada awal perkembangannya. 

Gejala penyakit ini menyerupai mag, yaitu perut kembung dan nyeri di ulu hati. Maka dari itu, sebaiknya jangan sepelekan gejala mag yang terjadi dalam jangka panjang, terutama yang tak kunjung membaik atau malah menjadi lebih parah dari waktu ke waktu. Kabar buruknya, karena sering dianggap gejala mag, penyakit kanker lambung seringnya baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium akhir. 

Kanker lambung yang terlambat didiagnosis memiliki peluang lebih kecil untuk bisa sembuh atau kembali normal. Penyakit ini terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang terjadi secara tidak normal dan tidak terkendali.  Sel tersebutlah yang dinamakan sel kanker dan umumnya muncul karena adanya perubahan genetik alias mutasi genetik. 

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan genetik pada sel lambung. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti aktif merokok, berusia lanjut, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, serta pernah mengalami operasi pada lambung. 

Baca juga: 9 Gejala Kanker Lambung yang Perlu Diwaspadai

Kanker lambung juga rentan menyerang orang yang terinfeksi bakteri pylori, radang lambung kronis, polip di dalam lambung, kekurangan vitamin B12, menurunnya sistem kekebalan tubuh, serta mengidap jenis kanker lain. Selain itu, munculnya penyakit ini juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. 

Risiko kanker lambung meningkat pada orang yang sering mengonsumsi daging olahan, konsumsi makanan tinggi garam, sering minum alkohol, kurang asupan sayur dan buah, mengalami obesitas alias kelebihan berat badan, serta jarang bergerak atau kurang berolahraga. Penyakit ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika sudah menunjukkan gejala parah. 

Pada awalnya, kanker lambung mungkin tidak menimbulkan gejala atau hanya ditandai dengan gejala yang bersifat umum. Biasanya, gejala penyakit ini sering disalahartikan sebagai mag. Kanker lambung bisa ditandai dengan perut kembung, sering bersendawa, nyeri ulu hati, asam lambung naik, mual dan muntah, serta cepat kenyang saat makan. Pada kondisi yang sudah parah, gejala mungkin akan lebih berat seperti muntah darah, BAB hitam, kurang darah, sakit kuning, serta pembengkakan pada perut karena penumpukan cairan. 

Baca juga: Kebiasaan Merokok Bisa Sebabkan Kanker Lambung

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit kanker lambung dan apa saja gejalanya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Stomach Cancer (Gastric Adenocarcinoma).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Stomach cancer.
NCBI.  Diakses pada 2020. That dyspepsia in the young could be cancer.