5 Penyakit yang Bisa Menyebabkan Turunnya Libido pada Pria

5 Penyakit yang Bisa Menyebabkan Turunnya Libido pada Pria

Halodoc, Jakarta – Libido rendah pada pria merupakan kondisi yang menyebabkan menurunnya gairah dalam berhubungan intim. Dengan kata lain, seorang pria menjadi tidak lagi terlalu bersemangat dalam aktivitas seksual. Seiring waktu, hal ini sebenarnya wajar saja terjadi. Tapi hati-hati, libido rendah yang terjadi dalam jangka waktu lama ternyata bisa menjadi indikasi dari gangguan kesehatan tertentu, lho.

Hilangnya gairah seksual pada pria bisa terjadi tiba-tiba atau secara bertahap. Sebenarnya agak sulit untuk mengenali kondisi ini, tapi salah satu tandanya adalah penurunan gairah seksual dalam beberapa bulan atau beberapa tahun terakhir. Libido rendah sering dikaitkan dengan penyakit tertentu, di antaranya:

1. Penyakit Kronis

Seks mungkin akan terasa sedikit menyulitkan bagi orang yang mengidap penyakit kronis, misalnya kanker. Selain tidak lagi bergairah, penyakit kronis nyatanya bisa menyebabkan libido rendah karena tubuh menjadi lebih sibuk untuk bertahan hidup di tengah penyakit. Kondisi ini juga bisa menyebabkan jumlah produksi sperma menjadi berkurang, yang secara tidak langsung juga akan memengaruhi kualitas hubungan yang dilakukan.

Penyakit lainnya diabetes, penyakit jantung koroner, gagal ginjal kronis, dan lain-lain. Selain itu, orang dengan penyakit kronis kebanyakan mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya, sehingga dapat makin menurunkan libido.

Baca juga: Ketahui Tanda Kalau Pria Sudah Kekurangan Testosteron

2. Sleep Apnea

Gangguan tidur, seperti sleep apnea obstruktif ternyata juga berkaitan dengan penurunan libido. Pasalnya, kondisi ini menyebabkan pengidapnya memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dari jumlah normal. Lagi-lagi hal ini menjadi pemicu penurunan gairah untuk melakukan aktivitas seksual.

3. Depresi

Kondisi mental ternyata juga memengaruhi gairah seksual pria. Salah satu kondisi yang bisa menyebabkan penurunan libido adalah depresi. Selain karena kondisi mental yang mengalami gangguan dan perubahan, penurunan libido pada pengidap depresi juga bisa terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi.

4. Testosteron Rendah

Testosteron merupakan hormon penting pada pria. Selain untuk membangun otot dan massa tulang, hormon ini juga penting untuk merangsang produksi sperma. Testosteron juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi gairah seksual seorang pria. Saat kadar testosteron menurun, maka keinginan untuk melakukan hubungan intim pun akan menurun. Penurunan kadar hormon testosteron alami terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

Baca juga: Pria, Ini 7 Tanda Testosteron Rendah. Kamu Termasuk?

5. Stres

Stres dan perasaan tertekan juga sangat berpengaruh pada kehidupan seksual pria, termasuk menyebabkan penurunan libido. Hal ini terjadi karena kadar stres bisa mengacaukan hormon di dalam tubuh, termasuk hormon yang berkaitan dengan fungsi seksual. Kondisi ini juga bisa menyebabkan arteri menyempit, sehingga aliran darah terganggu yang bisa berujung pada disfungsi ereksi.

Libido rendah pada pria biasanya ditandai dengan gejala yang khas, yaitu jarang atau tidak pernah berpikir tentang hubungan seksual. Pengidap penyakit ini bahkan tidak lagi memiliki ketertarikan pada aktivitas seksual apapun, termasuk stimulasi diri alias masturbasi. Orang yang memiliki libido rendah juga biasanya tidak dapat merespon meskipun dirangsang.

Kondisi ini tidak berbahaya, tapi bisa mengganggu pengidap maupun pasangannya. Jika libido rendah terjadi dalam jangka waktu yang panjang, sebaiknya jangan dianggap sepele dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, bisa jadi kondisi ini merupakan tanda dari penyakit tertentu dan bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

Baca juga: Lakukan 4 Olahraga Ini agar Pria Tak Kekurangan Hormon Testosteron

Kamu bisa mencari dan memilih daftar rumah sakit sesuai kebutuhan dan keluhan melalui aplikasi Halodoc. Cari rumah sakit yang paling sesuai di sini, dan lakukan janji temu dengan dokter dengan lebih mudah. Tunggu apalagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!