Alami Mononukleosis, Inilah yang Menjadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Mononukleosis, penyebab mononukleosis

Halodoc, Jakarta - Mononukleosis bukanlah penyakit yang serius. Namun, jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, kondisi ini akan menghambat aktivitas harian pengidapnya. Remaja merupakan kelompok yang paling rentan mengidap kondisi ini. Ini yang jadi penyebabnya!

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Mononukleosis Bisa Ditularkan Lewat Air Liur

Mononukleosis, Apakah Itu?

Mononukleosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang ditularkan melalui air liur. Meski dapat menyerang semua kalangan, penyakit ini umum dialami oleh anak-anak remaja yang berusia belasan tahun. Biasanya, seseorang akan mengidap penyakit ini sebanyak satu kali dalam seumur hidup.

Takut Mengidap Mononukleosis, Kenali Gejala yang Akan Muncul

Beberapa gejala umum dari kondisi ini, antara lain sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan, muncul ruam pada kulit, kaku otot, tidak bertenaga atau lelah, serta adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah ketiak dan leher. Karena dilihat gejala umum yang tampak mirip sekali dengan penyakit flu, mononukleosis menjadi sulit sekali dikenali. Setelah terkontaminasi virus EBV, gejala umum baru akan muncul selama kurang lebih dua bulan.

Baca juga: Ketahui Mononukleosis, Penyakit yang Dapat Ditularkan karena Berciuman

Alami Mononukleosis, Ini yang Jadi Penyebabnya

Mononukleosis disebabkan oleh virus EBV, yaitu salah satu anggota keluarga dari virus herpes. EBV merupakan salah satu virus yang paling sering menginfeksi manusia melalui kontak langsung dengan air liur dari mulut atau cairan tubuh lain, seperti darah. Penularan virus ini juga dapat terjadi dengan berciuman, melakukan hubungan intim dengan pengidap, transplantasi organ, batuk, dan bersin.

Ketika liur yang terkontaminasi dengan virus EBV masuk ke dalam tubuh manusia, awalnya virus ini akan menginfeksi sel pada permukaan dinding tenggorokan. Dengan begitu, tubuh secara alami mengeluarkan sel darah putih guna melawan infeksi tersebut. Nah, sel darah putih bernama sel limfosit B yang berisi virus EBV ini akan disebarkan ke seluruh tubuh oleh sistem kelenjar getah bening. Kemudian, virus ini menyebar luas di dalam tubuh manusia.

Mengidap Mononukleosis, Begini Langkah Pencegahannya

Sebenarnya tidak ada tindakan medis khusus untuk menyembuhkan penyakit ini, karena penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu perawatan. Perawatan yang bisa kamu lakukan guna meredakan mononukleosis, antara lain:

  • Perbanyak minum air putih. Jaga agar kadar cairan tubuh kamu tetap mencukupi guna membantu meredakan demam, mengatasi radang tenggorokan, serta mencegah dehidrasi.

  • Istirahat yang cukup guna meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan infeksi.

  • Kumur dengan air garam guna meredakan sakit tenggorokan. Kamu bisa melarutkan garam secukupnya dengan air hangat. Lakukan beberapa kali dalam sehari untuk hasil yang maksimal.

  • Hindari olahraga ekstrem atau mengangkat beban berat, karena kedua kegiatan tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada organ limpa, bahkan pecahnya limpa.

  • Batasi konsumsi alkohol guna mencegah gangguan fungsi hati semakin bertambah parah.

  • Kompres air panas atau air dingin guna meredakan nyeri otot yang kamu alami.

Baca juga: Bukan Penyakit Serius, Mononukleosis Bisa Timbulkan Komplikasi

Nah, segera diskusikan dengan dokter jika kamu mengalami nyeri pada perut atau bahu. Karena penanganan yang tepat akan menghindari kamu dari komplikasi. Jangan lupa untuk melakukan gaya hidup yang bersih agar terhindar dari penyebaran virus EBV. Sekarang kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Untuk itu, download aplikasinya segera!