02 May 2018

Penyebab Keluar Flek Saat Hamil 6 Bulan

Penyebab Keluar Flek Saat Hamil 6 Bulan

Halodoc, Jakarta – Keluarnya flek atau bercak darah biasanya dialami oleh ibu hamil saat trimester pertama. Setelah itu, kondisi tersebut bisa menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, beberapa ibu hamil juga mengalami flek saat usia kehamilannya menginjak 6 bulan. Dalam kondisi tertentu, flek masih dianggap hal yang normal, tapi tetap saja munculnya bercak darah saat hamil merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Karena itu, ibu perlu tahu apa saja penyebab flek saat hamil 6 bulan agar bisa melakukan penanganan yang tepat.

1. Gangguan Plasenta

Letak plasenta yang normal adalah berada di dinding depan, belakang atau puncak rahim dan menjauhi mulut rahim. Namun, ibu hamil juga berisiko mengalami gangguan plasenta yang menyebabkan pendarahan atau munculnya flek.

  • Plasenta previa, kondisi dimana letak plasenta menghalangi sebagian atau menutup seluruh jalan lahir. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan parah sebelum waktu bersalin.
  • Solusio Plasenta,  plasenta yang terlepas sebagian atau seluruhnya dari dinding tempat menempelnya plasenta. Gejalanya antara lain nyeri perut, keluar bekuan darah, dan sakit punggung.

2. Persalinan Prematur

Keluarnya flek saat hamil trimester kedua juga bisa memicu terjadinya kelahiran prematur. Bila dibiarkan, maka usia kehamilan hanya berlangsung sampai 7 bulan dan berat janin yang lahir akan kurang dari 1000 gram. Belum diketahui penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, gejala yang akan dialami ibu dengan kondisi ini antara lain pendarahan mulai dari kondisi ringan hingga berat, rasa nyeri seperti nyeri haid, tekanan di perut dan kontraksi.

3. Hamil Anggur atau Hamil Mola

Molar pregnancy atau yang lebih dikenal dengan sebutan hamil anggur adalah kehamilan yang gagal karena terjadinya kelainan pada proses perkembangan sel telur setelah dibuahi, sehingga gagal tumbuh menjadi seorang bayi. Sel-sel telur dan plasenta yang tidak mampu berkembang ini akhirnya membentuk sekumpulan kista yang menyerupai anggur putih. Salah satu gejala hamil anggur adalah keluarnya darah dari Miss V. Bila mengalami kondisi ini, ibu sebaiknya melakukan penanganan segera ke dokter kandungan terpercaya. (Baca juga: Apa Itu Hamil Anggur dan Bagaimana Mencegahnya)

4. Berhubungan Intim

Kehamilan membuat leher rahim ibu menjadi lembut dan membesar serta dipenuhi pembuluh darah. Masuknya Mr P ke dalam area Miss V dan dinding rahim bisa menyebabkan pendarahan atau timbulnya flek. Memasukkan sesuatu seperti jari, tampon atau alat medis ke dalam Miss V juga bisa menyebabkan iritasi pada dinding Miss V, sehingga terjadinya flek atau pendarahan. (Baca juga: 5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil)

5. Inkompetensi Serviks

Keluarnya flek saat usia kehamilan memasukki trimester kedua juga bisa menjadi pertanda terjadinya inkompetensi serviks atau penipisan mulut rahim. Kondisi ini ditandai dengan terbukanya mulut rahim yang mengalami penipisan sebelum usia kehamilan. Bila ibu mengalami inkompetensi serviks, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, karena kondisi ini bisa mengakibatkan keguguran atau kelahiran prematur.

Untuk menjaga kondisi kandungan di trimester kedua, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin, agar gangguan kesehatan bisa dideteksi sedini mungkin. Ibu juga bisa membicarakan masalah kehamilan dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk meminta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.