Perkembangan Bayi 12 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
perkembangan-bayi-12-bulan-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tidak terasa Si Kecil sebentar lagi akan merayakan ulang tahun pertamanya. Di bulan ke-12 ini, Si Kecil yang sudah semakin besar akan mulai sering berceloteh. Meski celotehannya kadang tidak jelas, tapi ayah dan ibu dianjurkan untuk tetap berkomunikasi dengannya. Yuk, simak semua perkembangan bayi di usia 12 bulan, mulai dari kemampuan bicaranya, berjalan, bertumbuh, daya ingat, dan di bawah ini.  

Si Kecil akan Mulai Bawel

Di usia 12 bulan, ayah dan ibu sudah mulai bisa “mengobrol” dengan Si Kecil. Hal ini bukan berarti Si Kecil sudah bisa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya dengan baik, tetapi ayah dan ibu akan mendengar pola yang jelas ketika bayi sedang berbicara, seolah-olah ia sedang bercakap-cakap dengan ayah dan ibu. Misalnya, nada suaranya naik dan turun untuk menunjukkan kalimat dan pertanyaan atau mungkin ia berceloteh selama beberapa menit, seolah-olah ia sungguh-sungguh ingin memberitahu ibu sesuatu.

Meskipun ayah dan ibu tidak mengerti satu kata pun yang diucapkan Si Kecil, tetapi ayah dan ibu dapat mendorong Si Kecil untuk berupaya mengucapkan kata demi kata dengan menanggapi tiap celotehannya seolah-olah ibu mengerti semua yang ia katakan. “Oh ya? Terus apa lagi, sayang?” Ayah dan ibu juga bisa sesekali mengulangi kata-kata yang kira-kira ingin dikatakan Si Kecil dengan kata yang sebenarnya dengan lebih jelas. Misalnya, Si Kecil mengucapkan kata “icang”, ibu bisa mengulanginya dengan kata yang jelas, yaitu “pisang”.

Baca juga: Sering Ajak Bayi Bicara, Ini Manfaatnya

Bayi Sudah Aktif Bergerak

Secara fisik, Si Kecil mungkin sudah bisa berjalan satu atau dua langkah sendiri sekarang. Namun, bila ia masih sangat senang duduk atau merangkak dan belum menunjukkan minat untuk berdiri, tidak apa-apa. Tidak semua bayi berkembang di timeline yang sama. Tiap bayi memiliki fase atau kecepatan waktunya masing-masing dalam menunjukkan perkembangan. Ada beberapa bayi yang kelihatannya sangat berhati-hati. 

Bayi tipe ini mengembangkan keterampilan motoriknya dengan lebih lama, misalnya hanya mencoba gerakan baru ketika mereka sudah yakin dengan gerakannya dan cenderung tidak ingin melukai diri mereka sendiri. Atau ada bayi yang lebih memilih untuk menguasai suatu proses secara keseluruhan, misalnya ia akan berdiri, mencoba menyeimbangkan dirinya, sebelum akhirnya duduk dengan lembut lagi. Bila ayah dan ibu khawatir tentang perkembangan motorik anak, mintalah dokter anak untuk mengevaluasinya.

Baca juga: Cara Memilih Mainan untuk Bayi 1 Tahun

Waspada Terhadap Alergi

Orangtua perlu waspada terhadap alergi yang mungkin dimiliki anak. Mata berair, bersin, hidung tersumbat atau pilek bisa jadi adalah gejala pilek, tetapi kondisi tersebut bisa juga menandakan gejala alergi. Karena gejalanya hampir sama, mungkin sulit untuk membedakan gejala alergi dengan pilek. Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui gejala alergi:

  • Bila ayah atau ibu memiliki riwayat keluarga yang mengidap alergi, bayi kemungkinan besar juga bisa memiliki alergi.

  • Bila bayi memiliki masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan alergi, seperti eksim atau asma.

  • Bila bayi menunjukkan alergi terhadap hal-hal tertentu, misalnya kacang tanah atau penisilin. Atau alergi terhadap hal-hal yang ada di lingkungan sekitar seperti serbuk sari, yang membuatnya secara otomatis menjadi bersin-bersin.

  • Bila pileknya terjadi secara konstan dan cairan yang keluar tipis dibandingkan ingus yang keruh.

  • Bila bayi menunjukkan gejala, seperti mata berair, gatal, dan pilek bertahan lebih dari dua minggu atau lebih.

American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak memberikan bayi di bawah 2 tahun, obat batuk dan pilek yang dijual bebas di pasaran. Obat-obatan tersebut tidak terbukti dapat membantu meringankan gejala, bahkan dalam kasus yang jarang, obat-obatan tersebut mungkin malah dapat membahayakan bayi. Sekarang, sudah tersedia obat alergi yang aman seperti antihistamin cair. Bila ayah dan ibu mencurigai adanya alergi pada anak, bicarakan dengan dokter anak tentang cara mengatasinya yang tepat, sehingga ayah dan ibu dapat mulai belajar memberi pertolongan pada anak bila sewaktu-waktu alerginya kambuh.

Baca juga: Anak Alami Alergi, Atasi dengan 5 Cara Ini

Nah, itulah perkembangan bayi di usia 12 bulan yang perlu orangtua ketahui. Ibu juga bisa membeli obat untuk Si Kecil dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Buy medicine dan pesananmu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. 48 Week Old Baby Development.