Perkembangan Janin yang Terganggu, Awas Kista Dermoid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perkembangan Janin yang Terganggu, Awas Kista Dermoid

Halodoc, Jakarta - Kemunculan kista pada wanita bisa mengganggu kenyamanan, bahkan turut mengganggu aktivitas. Kista adalah benjolan yang mirip dengan kantong berisi cairan. Kemunculannya bisa di bawah permukaan kulit atau bahkan jauh di bagian dalam, sehingga terkadang kemunculannya tidak menunjukkan gejala dan keluhan sampai akhirnya kista mengalami pembesaran. 

Sebenarnya, kista termasuk dalam jenis tumor jinak yang terbilang tidak berbahaya dan tidak berpotensi untuk berkembang menjadi kanker. Jenisnya beragam, salah satunya adalah kista dermoid. Kista jenis ini terbilang cukup unik dan jarang terdengar dibandingkan dengan kista jenis lainnya. Meski tidak berbahaya, kamu harus waspada dengan kemunculan kista satu ini. 

Mengenal Kista Dermoid

Umumnya, kista terbentuk dari bertumbuhnya jaringan yang tidak normal. Benjolan yang mengacu pada kista biasanya berisi cairan, gas, atau nanah. Namun, berbeda dengan jenis kista pada umumnya, kista dermoid terbentuk dari struktur jaringan gigi, saraf, rambut, sel lemak, hingga kelenjar kulit. 

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Miom atau Kista?

Kemunculan kista dermoid terjadi sejak lahir, tetapi bisa juga bertumbuh secara perlahan. Biasanya, teksturnya terbilang keras, berbeda dengan kista lain yang cenderung memiliki tekstur yang lunak. Bagian tubuh yang menjadi tempat bersarang kista dermoid termasuk permukaan kulit dan lapisan di dalam kulit. Namun, bisa juga muncul di otak, wajah, tulang belakang, dan rahim. 

Apa Penyebab dan Gejala Kista Dermoid?

Terbentuknya kista dermoid adalah hasil dari perkembangan berbagai jaringan yang seharusnya bertumbuh di luar lapisan kulit justru terperangkap di dalam struktur kulit sehingga membentuk kantong. Diduga, terbentuknya kista ini terjadi karena adanya masalah pada proses pembentukan janin di dalam kandungan. 

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Sama dengan jenis kista lainnya, kebanyakan orang yang mengidap kista dermoid cenderung tidak merasakan adanya gejala. Setelah kista mengalami perubahan ukuran, barulah gejala dan keluhan mulai terasa. Begitu pula diagnosisnya, baru bisa dilakukan jika gejala sudah mulai terasa dan ukuran kista telah bertambah. Lalu, apa saja gejala yang terasa jika seseorang mengidap kista dermoid?

Ini termasuk rasa sakit yang membuat tidak nyaman, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari pada bagian tubuh yang menjadi area bertumbuhnya kista. Namun, rasa nyeri yang muncul tidak sama antara satu pengidap dengan lainnya, karena ini bergantung pada area pertumbuhan kista pada tubuh. 

Seperti misalnya ketika kista bertumbuh pada area rahim, gejala yang terasa adalah rasa nyeri hebat ketika menstruasi. Tubuh akan menjadi mudah lemas, sering muntah, dan mengalami nyeri punggung di bagian bawah. Kemunculan kista pada area rahim juga bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin pada ibu hamil. 

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Pengobatan untuk Mengatasi Kista Dermoid

Jika rasa nyeri tidak kunjung mereda atau bahkan bertambah parah, kamu harus segera melakukan pengobatan ke dokter. Tidak jarang, kondisi ini terjadi karena kista telah pecah yang mengakibatkan terjadinya peradangan di dalam tubuh yang memicu rasa nyeri berlebihan. Kamu harus langsung buat janji ke dokter di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu dalam membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat. 

Pengobatan untuk mengatasi kista dermoid biasanya melalui tindakan operasi pengangkatan kista. Tindakan ini dilakukan jika kista membesar dan memicu rasa sakit yang tidak terkendali. Pengobatan rumahan mungkin dilakukan, tetapi kamu tetap membutuhkan tindakan medis untuk mencegah kista muncul kembali. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Emedicine Health. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst Removal.
Medscape. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.